Get Adobe Flash player
KALENDER
September 2016
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
AFILIANSI


Budayakan Gemar Membaca Gugus 6 dan Gugus 7 Gelar Workshop GLS

Ketua Gugus 7 Kecamatan Blimbing Dra. R. Kartini, M.Pd (mengenakan jilbab kuning) tutur menyimak materi yang diberikan narasumber (fandi harianto)

Ketua Gugus 7 Kecamatan Blimbing Dra. R. Kartini, M.Pd (mengenakan jilbab kuning) tutur menyimak materi yang diberikan narasumber (fandi harianto)

Malang – Bertempat di Aula SDN Purwodadi 1 Malang, belasan Kepala Sekolah dan Pustakawan yang tergabung dalam Gugus 6 dan Gugus 7 Kecamatan Blimbing gelar workshop Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada Selasa 27 September 2016.

Gelaran yang sejatinya untuk merumuskan formulasi program GLS agar terimplementasi dengan baik di sekolah – sekolah yang tergabung dalam Gugus 6 dan Gugus 7 Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Hadir sebagai pemateri dalam workshop ini yakni Susanto ya.g kesehariannya bertugas di Perpustakaan Kota Malang.
Sekolah – Sekolah yang tergabung dalam Gugus 6 diantaranya SDN Arjosari 1, SDN Arjosari 2, SDN Arjosari 3, SDN Balearjosari 1, SDN Balearjosari 2, SD Al Ya’lu, dan SD Bina Bangsa.

Sedangkan sekolah peserta workshop GLS dari Gugus 7 terdiri atas SDN Purwodadi 1, SDN Purwodadi 2, SDN Purwodadi 3, SDN Purwodadi 4 , SDN Polowijen 1, SDN Polowijen 2, SDN Polowijen 3, SD KH Mas Mansyur, dan MI NU Polowijen.

Dalam materi yang diberikan Susanto dalam workshop GLS ini diantaranya bagaimana menjalankan program GLS dengan baik. Sebab pelaksanaan GLS dapat dinilai sukses apabila mampu menumbuhkembangkan budaya melek huruf pada keluarga besar sebuah sekolah dan lebih bagus lagi jika kemudian terbit sebuah buku yang mana isi dari buku tersebut merupakan hasil karya tulis para siswa, dewan guru, staff ataupun karyawan sekolah.

Sementara itu Dra. R. Kartini, M.Pd ketua Gugus 7 Kecamatan Blimbing yang juga merupakan kepala SDN Purwodadi 1 Malang sekaligus tuan rumah workshop ini mengatakan bahwasannnya tujuan diadakannua kegiatan ini tidak lain guna mendukung suksesnya pelaksanaan GLS khususnya di Gugus 6 dan Gugus 7 Kecamatan Blimbing.

” Untuk mewujudkan kesuksesan pelaksanaan GLS ini perlu kiranya didukung oleh sarana, prasarana serta sumber daya manusia yang memadai. Apalagi pelatihan bagi pustakawan sd belum ada. Sehingga melalui kegiatan ini nantinya pustakawan bersama kepala sekolah dapat menimbuhkembangkan budaya membaca pada peserta didik dengan menghadirkan perpustakaan yang representatif diiringi dengan pelayanan prima ” tutur R. Kartini disela – sela workshop.

Lebih lanjut Dra. R. Kartini, M.Pd mencontohkan saat ini di SDN Purwodadi 1 Malang dirinya bersama dengan dewan guru telah menjalankan GLS sesuai dengan pakem yang ada. Hal itu melalui program merangkum isi buku yang usai dibaca anak didiknya.

Rangkuman isi buku yang usai dibaca itupun dituangkan dalam buku tulis tersendiri serta akan dipresentasikan olwh siswa bersangkutan secara berkelanjutan di kelas masing – masing.

” Merangkum isi buku ini juga sebagai upaya menumbuhkan keberanian dan juga melatih peserta didik SDN Purwodadi 1 Malang agar tidak takut untuk menyampaikan ataupun menuangkan ide yang ada dalam pikiran mereka dalam bentuk tulisan. ” pungkas Dra. R. Kartini, M.Pd

Selain dihadiri dan juga dibuka secara langsung oleh Kepala UPT Pendidikan Dasar Kecamatan Blimbing juga dihadiri pula oleh pengawas SD khususnya Gugus 6 dan Gugus 7. (fan)

SD Kristen Petra Tetap Kosisten Uri Uri Budaya Lewat Ekskul Karawitan.

Kepala SD Kristen Petra Sriasih, S.Pd selalu menyempatkan diri menyaksikan latihan karawitan anak didiknya (fandi harianto)

Kepala SD Kristen Petra Sriasih, S.Pd selalu menyempatkan diri menyaksikan latihan karawitan anak didiknya (fandi harianto)

Malang – Ditengah gempuran budaya asing dan juga serbuan gadget secara sadar atau tidak sadar sedikit banyak mempengaruhi pola pikir dan juga budaya perilaku anak usia sekolah. Hal itulah menjadi salah satu dasar SD Kristen Petra yang berada di kawasan jalan Prof. Moh. Yamin No. 53 Malang itu tetap konsisten melakukan upaya uri – uri budaya asli Indonesia melalui ekstrakurikuler karawitan.

Seperti yang nampak pada Sabtu, 24 September 2016 belasan siswa SD yang kini dikepalak oleh Sriasih, S.Pd itu serius menyimak instruksi pelatih karawitan di ruang musik.

Rasa haru sekaligus bangga akan menyeruak dihati siapa saja yang melihat kepiawaian siswa kelas 3, 4, 5 dan 6 yang dengan tekun terampil memainkan seperangkat alat musik gamelan yang sudah sangat jarang hinggap ditelinga kita.

” Selain ekskul karawitan, upaya uri b uri budaya asli Indonesia khususnya budaya jawa kami juga melakukannya melalui ekskul tari. Untuk ekskul karawitan ini diperuntukkan bagi siswa kelas tiga hingga siswa kelas enam. Sedangkan untuk ekskul tari wajib bagi siswa kelas satu hingga kelas enam ” terang kepala SD Kristen Petra Sriasih, S.Pd.

Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Asih itupun mengatakan bahwasannya untuk ekskul tari diadakan setiap hari Jum’at usai jam pembelajaran. Sedangkan untuk ekskul karawitan dilaksanakan secara rutin pada tiap hari sabtu.

Selain sebagai wahana uri uri budaya jawa, pembinaan ekskul tari dan karawitan ini juga sebagai upaya untuk mengeksplorasi potensi, bakat, dan minat anak didik SD Kristen Petra dibidang seni.

” Dalam proses pelaksanaan ekskul tari dan karawitan ini ada beberapa pendidikan karakter yang secara tidak sadar tumbuh dan berkembang pada diri anak didik. Pendidikan karakter yang dimaksud itu diantaranya penanaman pentingnya nilai kerjasama, saling toleransi antar teman serta jiwa sportifitas ” Imbuh Sriasih.

Sriasih menjabarkan, tanpa adanya kerjasama yang baik antar pemain karawitan niscaya suguhan permainan dapat berjalan dengan baik. Pun demikian halnya dengan nilai toleransi yang dapat diadaptasi dari permainan karawitan ini. Sesama teman akan saling memaklumi , saling memaafkan dan saling membantu manakala ada salah satu pemain yang salah atau kurang seirama dalam memainkan alat musiknya.

Sudah selayaknya anak – anak diperkenalkan dan kemudian ditanamkan rasa kecintaan mereka pada budaya asli Indonesia yang sarat akan nilai nilai budi pekerti luhur. Sehingga dimasa mendatang kita masih bisa menemui permainan maupun pertunjukkn budaya bangsa di negeri kita sendiri. Dan untuk mewujudkan semua itu doperlukan kerjasama semua pihak pihak yang terkait didalamnya. (fan)

Raffa Jagonya Matematika dan Cas Cus Bahasa Inggris SD Muhammadiyah 1 Malang.

Raffa didampingi Wakasek Kesiswaan Sahran berfoto bersama piala yang diraihnya (fandi harianto)

Raffa didampingi Wakasek Kesiswaan Sahran berfoto bersama piala yang diraihnya (fandi harianto)

Malang – Pertama melihat sosok pemilik nama lengkap Muhammad Raffa Andara Putra sekilas kita dapat menyimpulkan siswa SD Muhammadiyah 1 Malang yang kini duduk di kelas V-A itupun merupakan anak yang memiliki kelebihan dan keunggulan. Dengan kacamata minus dan tatapan matanya yang penuh kepercayaan diri jelas sekali siswa kebanggaan SD yang berada dikawasan jalan Kawi itu bukanlah siswa biasa.

Putra pasangan Sumariaji dan Henny Suciati itupun telah banyak mengoleksi berbagai belasan medali dan trophi dari kejuaraan maupun olimpiade matematika dan bahasa inggris yang diikutinya. Dari siswa yang akrab disapa Raffa itu meluncur pengakuan beberapa trophi dan medali yang telah diraihnya. Beberapa yang diinggatnya yakni Juara 2 olimpiade bahasa inggris se Jawa Timur, Juara harapan 1 gelaran olimpiade Matematika tingkat Malangraya di kota Batu dan juga Juara 2 olimpiade bahasa inggris Batu.

Raffa yang lahir di Malang 6 Desember 2004 silam itupun menuturkan dirinya telah menyukai bahasa inggris dan matematika semenjak dirinya duduk di jenjang Taman Kanak Kanak. Alasan sederhanapun diutarakan dari bocah penghobby kerajinan daur ulang berbahan kardus bekas itu. Dirinya menyukai bahasa inggris karena ingin kuliah di negeri Ratu Elizabeth guna mewujudkan cita – citanya.

” Kelak saya ingin menjadi programmer seperti ayahku saat ini. Dengan menjadi programmer saya akan dapat membantu orang banyak meringankan beban pekerjaan mereka.” tutur Raffa.

Lebih lanjut Raffa mengatakan bahwa dirinya selain menyukai bahasa inggris juga menyukai matematika. Alasannya, saat membuat sebuah program dibutuhkan pula keahlian berhitung.

Raffa mengaku sangat senang sekaligus berterimakasih pada kepala sekolah, dewan guru, teman temannya terutama pada guru pembimbingnya Agustina Permatasari, S.Pd.

Sementara itu Wakasek Kesiswaan SD Muhammadiyah 1 Malang , Sahran, M.Pd.I menuturkan bahwasannya Raffa merupakan salah satu siswa unggulan sekaligus kebanggaan SD Muhammadiyah 1 Malang. Berkat siswa seperti Raffa inilah sekolah kami dapat dikenal secara luas dalam hal yang positif.

” Kami memberikan pembinaan pada siswa berdasarkan hasil seleksi dan penjaringan potensi yang dimiliki oleh siswa sejak tahun pertama masuk sekolah. Penjaringan itu kami lakukan melalui tahapan test tulis maupun wawancara serta pengamatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran yang terkoordinasi antara guru kelas dengan guru pembina ekstrakurikuler yang ada. Sehingga ketia ada lomba kami tinggal menunjuk salah satu siswa untuk berpartisipasi dan menjalani tahapan pendalaman materi secara khusus ” terang Sahran. (fan)

Peduli Keselamatan Siswanya, SDN Kasin Gandeng Dealer Gelar Sosialisasi.

Kepala SDN Kasin Sulasnoko memberikan sambutan pada gelaran sosialisasi keselamatan berkendara (fandi harianto)

Kepala SDN Kasin Sulasnoko memberikan sambutan pada gelaran sosialisasi keselamatan berkendara (fandi harianto)

Malang – Masih rendahnya tingkat kesadaran orang tua wali murid terhadap keselamatan buah hati mereka saat berkendara memantik inisiatif pihak SDN Kasin 1 Malang untuk melakukan sosialisasi keselamatan berkendara (Safety Ridding) pada anak didiknya.

Inisiatif itupun bagai gayung bersambut dengan salah satu dealer produsen sepeda motor terkemuka. Dan pada Jum’at 23 September 2016 ratusan siswa mendapatkan sosialisasi SR salah satunya dengan menggunakan helm berstandard SNI saat berkendara.

” Setiap hari saya menemui masih banyaknya orangtua siswa yang mengatar maupun menjemput buah hati mereka ke sekolah tidak memakaikan helm pada anaknya. Padahal helm merupakan sebuah instrumen pendukung keselanatan dalam berkendara ” tutur kepala SDN Kasin Sulasnoko, S.Pd., M.Pd.I

Gelaran SR yang dilakukan di sekolah yang berada dikawasan jalan Yulius Usman 58 – 60 Malang itupun berlangsung semarak dan juga berjalan dengan baik. Berbagai game dengan iming – iming doorprize pun disambut antusias oleh kurang lebih 519 siswa SDN Kasin.

” Kegiatan ini nantinya akan kami tindak lanjuti dengan mensosialisakan materi keselanatan berkendara ini kepada orang tua sisswa saat pemberian raportan sisipan. Kami akan menghimbau kepada para orang tua siswa untuk memberikan dan memakaikan helm saat berkendara termasuk saat mengantar atau menjemput putra putrinya sekolah ” jelas Sulasnoko yang telah mengepalai SDN Kasin sejak tahun 2010 silam itu. (fan)