Get Adobe Flash player
KALENDER
September 2016
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
AFILIANSI


Archive for the ‘Berita Terkini’ Category

SD Kristen Petra Tetap Kosisten Uri Uri Budaya Lewat Ekskul Karawitan.

Kepala SD Kristen Petra Sriasih, S.Pd selalu menyempatkan diri menyaksikan latihan karawitan anak didiknya (fandi harianto)

Kepala SD Kristen Petra Sriasih, S.Pd selalu menyempatkan diri menyaksikan latihan karawitan anak didiknya (fandi harianto)

Malang – Ditengah gempuran budaya asing dan juga serbuan gadget secara sadar atau tidak sadar sedikit banyak mempengaruhi pola pikir dan juga budaya perilaku anak usia sekolah. Hal itulah menjadi salah satu dasar SD Kristen Petra yang berada di kawasan jalan Prof. Moh. Yamin No. 53 Malang itu tetap konsisten melakukan upaya uri – uri budaya asli Indonesia melalui ekstrakurikuler karawitan.

Seperti yang nampak pada Sabtu, 24 September 2016 belasan siswa SD yang kini dikepalak oleh Sriasih, S.Pd itu serius menyimak instruksi pelatih karawitan di ruang musik.

Rasa haru sekaligus bangga akan menyeruak dihati siapa saja yang melihat kepiawaian siswa kelas 3, 4, 5 dan 6 yang dengan tekun terampil memainkan seperangkat alat musik gamelan yang sudah sangat jarang hinggap ditelinga kita.

” Selain ekskul karawitan, upaya uri b uri budaya asli Indonesia khususnya budaya jawa kami juga melakukannya melalui ekskul tari. Untuk ekskul karawitan ini diperuntukkan bagi siswa kelas tiga hingga siswa kelas enam. Sedangkan untuk ekskul tari wajib bagi siswa kelas satu hingga kelas enam ” terang kepala SD Kristen Petra Sriasih, S.Pd.

Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Asih itupun mengatakan bahwasannya untuk ekskul tari diadakan setiap hari Jum’at usai jam pembelajaran. Sedangkan untuk ekskul karawitan dilaksanakan secara rutin pada tiap hari sabtu.

Selain sebagai wahana uri uri budaya jawa, pembinaan ekskul tari dan karawitan ini juga sebagai upaya untuk mengeksplorasi potensi, bakat, dan minat anak didik SD Kristen Petra dibidang seni.

” Dalam proses pelaksanaan ekskul tari dan karawitan ini ada beberapa pendidikan karakter yang secara tidak sadar tumbuh dan berkembang pada diri anak didik. Pendidikan karakter yang dimaksud itu diantaranya penanaman pentingnya nilai kerjasama, saling toleransi antar teman serta jiwa sportifitas ” Imbuh Sriasih.

Sriasih menjabarkan, tanpa adanya kerjasama yang baik antar pemain karawitan niscaya suguhan permainan dapat berjalan dengan baik. Pun demikian halnya dengan nilai toleransi yang dapat diadaptasi dari permainan karawitan ini. Sesama teman akan saling memaklumi , saling memaafkan dan saling membantu manakala ada salah satu pemain yang salah atau kurang seirama dalam memainkan alat musiknya.

Sudah selayaknya anak – anak diperkenalkan dan kemudian ditanamkan rasa kecintaan mereka pada budaya asli Indonesia yang sarat akan nilai nilai budi pekerti luhur. Sehingga dimasa mendatang kita masih bisa menemui permainan maupun pertunjukkn budaya bangsa di negeri kita sendiri. Dan untuk mewujudkan semua itu doperlukan kerjasama semua pihak pihak yang terkait didalamnya. (fan)

Raffa Jagonya Matematika dan Cas Cus Bahasa Inggris SD Muhammadiyah 1 Malang.

Raffa didampingi Wakasek Kesiswaan Sahran berfoto bersama piala yang diraihnya (fandi harianto)

Raffa didampingi Wakasek Kesiswaan Sahran berfoto bersama piala yang diraihnya (fandi harianto)

Malang – Pertama melihat sosok pemilik nama lengkap Muhammad Raffa Andara Putra sekilas kita dapat menyimpulkan siswa SD Muhammadiyah 1 Malang yang kini duduk di kelas V-A itupun merupakan anak yang memiliki kelebihan dan keunggulan. Dengan kacamata minus dan tatapan matanya yang penuh kepercayaan diri jelas sekali siswa kebanggaan SD yang berada dikawasan jalan Kawi itu bukanlah siswa biasa.

Putra pasangan Sumariaji dan Henny Suciati itupun telah banyak mengoleksi berbagai belasan medali dan trophi dari kejuaraan maupun olimpiade matematika dan bahasa inggris yang diikutinya. Dari siswa yang akrab disapa Raffa itu meluncur pengakuan beberapa trophi dan medali yang telah diraihnya. Beberapa yang diinggatnya yakni Juara 2 olimpiade bahasa inggris se Jawa Timur, Juara harapan 1 gelaran olimpiade Matematika tingkat Malangraya di kota Batu dan juga Juara 2 olimpiade bahasa inggris Batu.

Raffa yang lahir di Malang 6 Desember 2004 silam itupun menuturkan dirinya telah menyukai bahasa inggris dan matematika semenjak dirinya duduk di jenjang Taman Kanak Kanak. Alasan sederhanapun diutarakan dari bocah penghobby kerajinan daur ulang berbahan kardus bekas itu. Dirinya menyukai bahasa inggris karena ingin kuliah di negeri Ratu Elizabeth guna mewujudkan cita – citanya.

” Kelak saya ingin menjadi programmer seperti ayahku saat ini. Dengan menjadi programmer saya akan dapat membantu orang banyak meringankan beban pekerjaan mereka.” tutur Raffa.

Lebih lanjut Raffa mengatakan bahwa dirinya selain menyukai bahasa inggris juga menyukai matematika. Alasannya, saat membuat sebuah program dibutuhkan pula keahlian berhitung.

Raffa mengaku sangat senang sekaligus berterimakasih pada kepala sekolah, dewan guru, teman temannya terutama pada guru pembimbingnya Agustina Permatasari, S.Pd.

Sementara itu Wakasek Kesiswaan SD Muhammadiyah 1 Malang , Sahran, M.Pd.I menuturkan bahwasannya Raffa merupakan salah satu siswa unggulan sekaligus kebanggaan SD Muhammadiyah 1 Malang. Berkat siswa seperti Raffa inilah sekolah kami dapat dikenal secara luas dalam hal yang positif.

” Kami memberikan pembinaan pada siswa berdasarkan hasil seleksi dan penjaringan potensi yang dimiliki oleh siswa sejak tahun pertama masuk sekolah. Penjaringan itu kami lakukan melalui tahapan test tulis maupun wawancara serta pengamatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran yang terkoordinasi antara guru kelas dengan guru pembina ekstrakurikuler yang ada. Sehingga ketia ada lomba kami tinggal menunjuk salah satu siswa untuk berpartisipasi dan menjalani tahapan pendalaman materi secara khusus ” terang Sahran. (fan)

Peduli Keselamatan Siswanya, SDN Kasin Gandeng Dealer Gelar Sosialisasi.

Kepala SDN Kasin Sulasnoko memberikan sambutan pada gelaran sosialisasi keselamatan berkendara (fandi harianto)

Kepala SDN Kasin Sulasnoko memberikan sambutan pada gelaran sosialisasi keselamatan berkendara (fandi harianto)

Malang – Masih rendahnya tingkat kesadaran orang tua wali murid terhadap keselamatan buah hati mereka saat berkendara memantik inisiatif pihak SDN Kasin 1 Malang untuk melakukan sosialisasi keselamatan berkendara (Safety Ridding) pada anak didiknya.

Inisiatif itupun bagai gayung bersambut dengan salah satu dealer produsen sepeda motor terkemuka. Dan pada Jum’at 23 September 2016 ratusan siswa mendapatkan sosialisasi SR salah satunya dengan menggunakan helm berstandard SNI saat berkendara.

” Setiap hari saya menemui masih banyaknya orangtua siswa yang mengatar maupun menjemput buah hati mereka ke sekolah tidak memakaikan helm pada anaknya. Padahal helm merupakan sebuah instrumen pendukung keselanatan dalam berkendara ” tutur kepala SDN Kasin Sulasnoko, S.Pd., M.Pd.I

Gelaran SR yang dilakukan di sekolah yang berada dikawasan jalan Yulius Usman 58 – 60 Malang itupun berlangsung semarak dan juga berjalan dengan baik. Berbagai game dengan iming – iming doorprize pun disambut antusias oleh kurang lebih 519 siswa SDN Kasin.

” Kegiatan ini nantinya akan kami tindak lanjuti dengan mensosialisakan materi keselanatan berkendara ini kepada orang tua sisswa saat pemberian raportan sisipan. Kami akan menghimbau kepada para orang tua siswa untuk memberikan dan memakaikan helm saat berkendara termasuk saat mengantar atau menjemput putra putrinya sekolah ” jelas Sulasnoko yang telah mengepalai SDN Kasin sejak tahun 2010 silam itu. (fan)

Ayo Belajar! Segera Daftarkan Kartu Indonesia Pintar

img-20160922-wa0028

Kemendikbud – Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program prioritas Presiden Joko Widodo, yang dirancang khusus untuk membantu anak dari keluarga miskin/tidak mampu agar tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah/sederajat. Selain itu, PIP ditujukan untuk membantu meringankan biaya personal pendidikan, mencegah agar siswa tidak putus sekolah, serta mendorong siswa putus sekolah dapat melanjutkan pendidikan di satuan pendidikan formal maupun non formal.

Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014 mengamanatkan agar Kartu Indonesia Pintar (KIP) diberikan kepada anak-anak yang berusia 6 sampai dengan 21 tahun dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), sebagai identitas untuk mendapatkan manfaat PIP. Bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah kepada pemegang KIP di tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Paket A sebesar Rp225.000,-/semester (Rp450.000,-/tahun), tingkat Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Paket B sebesar Rp375.000,-/semester (Rp750.000,-/tahun), dan tingkat Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah/Paket C sebesar Rp500.000,-/semester (Rp1.000.000,-/tahun), serta Rp1.000.000,- untuk Peserta Kursus selama mengikuti kursus terstandar dalam satu periode kursus dalam satu tahun.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa Program Indonesia Pintar penting untuk mencegah generasi putus sekolah.

“Melalui PIP ini kita ingin memutus kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Tidak ada lagi alasan anak Indonesia untuk tidak sekolah. Saya mengajak semua pihak untuk ikut mendorong agar KIP betul-betul sampai ke tangan siswa yang berhak,” ujar Mendikbud saat memantau penyaluran KIP beberapa waktu yang lalu.

PIP tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik di sekolah, namun juga berlaku bagi peserta didik Pendidikan Kesetaraan Paket A/B/C yang belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan juga Peserta Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). PIP juga dapat digunakan untuk mengikuti program yang diselenggarakan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kementerian Ketenagakerjaan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) telah melakukan sosialisasi penggunaan KIP kepada masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki target jumlah penerima KIP terbanyak, diantaranya propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Banten. Namun demikian, masih ditemukan cukup banyak pemegang KIP yang belum memahami cara penggunaan KIP serta mengalami kesulitan dalam mencairkan dana manfaat.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad mengatakan, ada dua syarat yang harus dipenuhi pemegang KIP, yaitu berstatus sebagai peserta didik di sekolah, atau pendidikan kesetaraan, atau di lembaga kursus dan pelatihan, dan namanya terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Untuk segera mendapatkan manfaat PIP, Pemilik KIP dapat mendatangi sekolah/lembaga pendidikan non formal untuk dapat mendaftarkan KIP-nya ke dalam aplikasi dapodik. Setelah itu, Kemendikbud melakukan verifikasi untuk dapat menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Penerima Manfaat PIP. SK yang berisi daftar nama penerima manfaat PIP tersebut dikirimkan ke bank penyalur manfaat (BRI dan BNI), Dinas Pendidikan, dan lembaga pendidikan. Setelah data sesuai dan lengkap, lembaga pendidikan memberikan surat keterangan kepada pemilik KIP untuk pencairan manfaat PIP di bank yang ditunjuk. Pencairan dapat dilakukan secara individu maupun kolektif.

Pendaftaran dan pendataan KIP pada aplikasi Dapodik diperpanjang hingga 30 September 2016. Perpanjangan waktu pendaftaran KIP di Dapodik tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud nomor 19/D/SE/2016, tentang Percepatan Penyaluran KIP dan Penerimaan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Pelajaran 2016/2017.

Kemendikbud memperpanjang batas waktu pendaftaran KIP setelah melakukan evaluasi mengenai penyaluran KIP tahun 2016 ini. Dalam Surat Edaran Dirjen Dikdasmen dijelaskan, terdapat dua hasil evaluasi yang menjadi landasan perpanjangan waktu pendaftaran KIP. Pertama, hingga batas waktu 31 Agustus 2016 yang lalu, data KIP yang masuk dalam Dapodik baru mencapai 40 persen. Kedua, dari hasil pemantauan Kemendikbud, ditemukan sejumlah KIP yang masih tertahan di kantor desa/kelurahan dan belum disalurkan kepada anak usia sekolah di wilayahnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah menginstruksikan perangkat daerah di Propinsi dan Kabupaten/Kota untuk dapat melakukan sosialisasi tentang tata cara penggunaan dan pencairan dana manfaat KIP, segera melakukan aktivasi data pemilik KIP pada aplikasi Dapodik, serta menyelesaikan masalah pendataan anak yang berhak mendapatkan KIP untuk mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan aturan. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 420/3019/SJ tentang Pelaksanaan Penggunaan Kartu Indonesia Pintar Untuk Mendapatkan Layanan Pendidikan Formal dan Non Formal yang disampaikan untuk mendukung pelaksanaan Program Indonesia Pintar.

Bagi anak usia 6 sampai dengan 21 tahun yang berasal dari keluarga miskin/tidak mampu yang belum memiliki KIP dapat mendaftarkan diri sebagai Calon Penerima KIP di satuan pendidikan formal/non formal. Sekolah/PKBM/SKB/LKP melakukan seleksi Calon Penerima KIP sesuai dengan petunjuk pelaksanaan PIP Tahun 2016, diantaranya memprioritaskan calon yang berasal dari peserta Program Keluarga Harapan (PKH), pemegang KKS, dan berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin dengan pertimbangan khusus. Usulan tersebut disampaikan ke Dinas Pendidikan setempat untuk diteruskan melalui aplikasi pengusulan PIP kepada Kemendikbud.

Berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang berasal dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), di tahun 2016 Kemendikbud menargetkan 17,9 juta anak Indonesia untuk mendapatkan KIP dan menerima manfaat bantuan pendidikan PIP. Target untuk peserta didik di jenjang SD/Paket A sebanyak 10.360.614 orang, untuk SMP/Paket B sebanyak 4.369.968 orang, sementara untuk SMA/Paket C sebanyak 1.367.559 orang, dan untuk SMK/Kursus dan Pelatihan sebanyak 1.829.167 orang. Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemdikbud dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo
Ayo daftarkan KIP-mu sebelum 30 September 2016!
#AyoBelajar #DaftarkanKIPmu

Informasi, pertanyaan dan pengaduan seputar PIP dan KIP dapat dilakukan melalui laman indonesiapintar.kemdikbud.go.id, hotline (021) 5703303, 57903020, SMS 0857 7529 5050 dan 0811 976 929.