Get Adobe Flash player

Archive for the ‘Berita Terkini’ Category

Perkusi SMPN 19 Malang Tidak Hanya Sekedar Menabuh

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah MM menikmati alunan perkuai SMPN 19 pada sebuah acara beberapa waktu lalu (ekskul perkusi SMPN 19)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah MM menikmati alunan perkuai SMPN 19 pada sebuah acara beberapa waktu lalu (ekskul perkusi SMPN 19)

Malang – Sejak diadakannya ekstrakurikuler (ekskul) perkusi pada 5 Oktober 2014 silam, prestasi dan apresiasi terhadap keberadaan salah satu ekskul binaan sekolah yang dikepalai Drs. Sukarji, M.Pd itu terus mengalir. Ekskul dibawah tanggung jawab Fitriningsih itu kerap kali memboyong trophi juara dan diminta untuk turut memeriahkan event yang diselenggarakan baik itu oleh Pemerintah Kota Malang maupun oleh Dinas Pendidikan serta pihak lainnya.

” Jika kita amati secara seksama, dalam permainan perkusi itu tidak hanya sekedar menabuh. Ada unsur pembinaan mental, karakter maupun intelektual didalamnya. Pembinaan mental disini dimana para pemain percaya diri tampil pada setiap lomba maupun setiap kegiatan. Sekalipun harus tampil dihadapan para pejabat. ” tutur Sukarji

Lebih lanjut pria ramah itupun menuturkan dari segi pembinaan karakter, dalam permainan perkusi kekompakan, kebersamaan dan saling menempatkan ketukan atau tabuhan sesuai dengan irama sehingga dapat menghasilkan alunan musik yang rancak sangat diperlukan. Pada segi intelektual secara tidak sadar anak didik belajar secara cepat untuk menyesuaikan antara ketukan , tabuhan dengan lirik yang dimainkan.

Dalam permainan perkusi di SMPN 19 Malang yang berada di kawasan jalan Belitung No. 1 ini alat – alat musik yang digunakan diantaranya bonang, kendang, saron, trantam, tar – tar, gong, tong sebagai rytem dan bass. Sedangkan personil yang terlibat dalam ekskul perkusi ini sekarang dikhususkan untuk kelas 7 saja karena kelas atas disibukkan dengan ujian.

” Untuk saat ini kami fokus pada pembinaan kelas 7. Karena kelas atas sedang menempuh ujian. Kami bersyukur keberadaan kami sangat diapresiasi berbagai pihak. Beberapa acara yang digelar oleh Pemkot, Dindik maupun instansi lainnya selalu meminta partisipasi kami untuk memeriahkannya ” jelas penanggung jawab perkusi SMPN 19 Malang Fitriningsih, S.Pd.

Lebih lanjut wanita berjilbab yang akrab disapa Fitri itupun mengatakan bahwa beberapa kegiatan yang telah disemarakan oleh perkusi sekolah yang saat ini memiliki 994 siswa itupun diantaranya penilaian keluarga siaga tingkat propinsi Jatim di Kelurahan Kasin, mengisi acara pada pembukan O2SN, LFS2N dan berbagai kegiatan tingkat RW hingga tingkat kota. (fan)

SMP Negeri 23 Malang Lolos Adiwiyata Propinsi Jatim.

Siswa Siswi SMP Negeri 23 Malang melakukan penanaman sekaligus perawatan tanaman demi kelestarian lingkungan (tim Adiwiyata SMPN 23 Malang)

Siswa Siswi SMP Negeri 23 Malang melakukan penanaman sekaligus perawatan tanaman demi kelestarian lingkungan (tim Adiwiyata SMPN 23 Malang)

Malang – meski terletak dipinggiran kota Malang tepatnya di Jalan Raya Tlogowsru yang merupakan perbatasan Kota Malang dan Kabupaten Malang tidak menyurutkan semangat dan juga kreatifitas SMP Negeri 23 Malang dibawah komando Slamet Udadi untuk meraih prestasi.

Salah satu prestasi yang membangakan  yakni lolos penilaian Adiwiyata tingkat Propinsi Jawa Timur. Usai melalui berbagai tahapan dan juga usaha yang dimulai sejak tahun ajaran 2013/2014 silam, SMPN 23 Malang itupun langsung tancap gas demi meraih predikat sekolah Adiwiyata tingkat propinsi.

Berbagai kegiatan pun diadakan untuk mendukung terwujudnya sekolah Adiwiyata. Diantaranya menggelar workshop bertemakan ” Sekolah Sistemik dan Berkarakter, Mensinergikan jalinan kerjasama antara pihak sekolah dengan masyarakat utamanya orang tua dengan secara rutin mengadakan parenting day, serta aktif mengadakan studi banding salah satunya ke SMPN 1 Wlingi Blitar.

Usaha keras yang dilakukan itupun akhirnya berbuah manis. Berdasarka. Sertifikat yang dikeluarkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Malang dengan nomor 002/29/53.73.406/2015 SMPN 23 Malang dinyatakan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Kota Malang.

Dengan keluarnya sertifikat tersebut, maka SMPN 23 Malang berhak mewakili Kota Malang untuk maju ketahap selanjutnya, yakni penilaian Adiwiyata tingkat Propinsi Jawa Timur.

Usai ditetapkannya sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Malang, SMPN 23 terus berupaya dan meningkatkan kualitas hidup dan juga pembelajaran berwawasan lingkungan. Sekolah yang kini memiliki jumlah siswa sebanyak 614 anak itupun memiliki berbagai program unggulan.

Beberapa program unggulan tersebut diantaranya pemanfaatan limbah air wudhu yang digunakan untuk budidaya ikan hias, pembuatan makanan khususnya mie yang bebas dari 5P,  pemanfaatan limbah plastik, kertas koran, botol dan sejenisnya untuk didaur ulang menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis, pembuatan pupuk organik melalui proses komposting, budidaya tanaman sayuran dengan sistem hidroponik, pembuatan resapan air, pengadaan biopori, pembinaan dan pengawasan kantin sehat bebas 5 P, green house, serta makanan sehat untuk dikonsumsi seluruh warga sekolah.

Tidak berpuas diri hanya pada 10 bidang itu saja, pihak tim Adiwiyata SMPN 23 Malang dibawah koordinasi Budi Sungkowo, M.Pd juga melaksanakan kegiatan – kegiatan yang mendukung Adiwiyata diantaranya lomba kebersihan kelas, lomba mading kelas, aktif dalam gerakan penghijauan, menghadiri seminar kelestarian lingkungan hidup, seminar pencegahan pencemaran dari limbah cair, kimia dan padat yang diadakan di kebun raya Purwodadi, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar khususnya disepanjang jalan Raya Tlogowaru, serta secara rutin melakukan pengumandangan Dasa Darma Pramuka dan Renungan Lingkungan Hidup pada setiap hari Sabtu pagi.

” Untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata tingkat propinsi Jawa Timur ini, seluruh komponen yang ada di SMPN 23 Malang dimotivasi untuk selalu berperan aktif dalam bidang pencegahan , pencemaran, dan kerusakan lingkungan ”  tutur kepala SMPN 23 Malang, Slamet Udadi, S.Pd., SH., MM

Lebih lanjut, mantan kepala SDN Penangungan Malang itupun menambahkan untuk mencapai hasil maksimal maka empat komponen program Adiwiyata yang terdiri dari kebijakan, kurikulum, kegiatan partisipatif, dan ketersediaan sarana dan prasarana menjadi titik perhatian khusus dan benar benar dijalankan.

Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam bentuk taman halaman depan, taman seputar lapangan upacara, lapangan basket dan sebidang tanah kosong yang ada di belakang sekolah serta berbagai tanaman pohon keras diharapkan mampu menjadi magnet produksi kelestarian lingkungan.

Perlu diketahui saat ini di SMPN 23 Malang telah tumbuh dan berkembang berbagai macam tanaman. Beberapa diantaranya pohon jambu, mangga, kelapa, akasia, klengkeng, sengon, mentega, jambu darsana, jambu jamaika, coklat, nangka, cemara, asam jawa, markisah, kenanga, palm dan dadap merah.

Lingkungan yang ada di SMPN 23 Malang semakin indah dengan hadirnya berbagai macam tanaman hias seperti kol banda, andong merah, andong hijau, sri rejeki, aneka bonsai, kuping gajah dan berbagai tanaman hias lainnya. Selain itu juga ada tanaman obat diabtaranya sambiloto, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, sirih, meniran, jarak dan adas.

Sekolah Adiwiyata yang tidak hanya semata pada ketersediaan lingkungan yang asri dan hijau namun juga harus diimbangi dengan perilaku positif , oleh pihak SMPN 23 Malang disikapi dengan adanya program pembiasaan dianataranya jabat tangan pada bapak ibu guru, berbaris didepan kelas sebelum masuk, berdoa dan pembacaan asmaul husna sebelum dimulainya pelajaran, menyanyikan lagu Indonesia raya, pengumpulan infaq atau amal tiap hari senin, rabu, dan jum’at, sholat dhuha, dhuhur, sholat jumlat budaya mengucapkan maaf dan terima kasih, budaya hemat energi dan beberapa kebiasaan lainnya (fan)

Anak Miskin Bisa Sekolah, Perlukah Kebijakan Khusus

imam

Drs. IMAM KHAMBALI, M.Pd

Anak keluarga miskin yang tidak mengenyam pendidikan akan tetap berada dalam kemiskinan. Menurut Nurkse , anak yang terlahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga miskin rentan mengalami kekurangan gizi dan stimulasi dini sehingga  berpengaruh  pada pertumbuhan fisik dan psikisnya . Dengan kondisi seperti itu , anak-anak tersebut akan kesulitan mendapatkan pendidikan yang baik dan mudah terjerumus pada perilaku menyimpang. Akibatnya , saat usia dewasa , mereka tidak bisa bekerja di sektor formal dan mempunyai pendapatan rendah. Sehingga ketika mereka berkeluarga , mereka akan tetap berada dalam keadaan miskin , bahkan mewarisinya pada keturunannya. Inilah menurut Nurse Lingkaran Setan Kemiskinan (Vicios Cycle of Pooerty).

Alinia diatas terdapat dalam latar belakang Diskusi bersama Ahli Bidang Pendidikan yang dilaksanakan tanggal 16 Maret 2016 di Hotel Swis Bellin dengan judul seperti tertulis di Atas. Diskusi yang di hadiri Kepala Sekolah SMAN 10, SMPN 1, SMPN 16, Comunity Center, DPKM, Komite Sekolah, Dinas Pendidikan, FKKS, DPR Kota Malang, Pattiro dan Article 33. Dan Pengawas SMA.

Diskusi berlangsung gayeng, Mas Luqman dari Article 33 presentasi tentang hasil studi tentang keberlanjutan pendidikan bagi siswa miskin di 3 Kota. Yaitu Kota Bogor, Read the rest of this entry »

Izzy Dwifaiva Hefrisyanthi Perenang SDN Kasin Yang Bercita – cita Jadi Wartawan.

Izzy Dwifaiva  Hefrisyanthi Perenang SDN Kasin Yang Bercita – cita Jadi Wartawan.

Izzy Bersama piala juaranya berpose dengan kepala SDN Kasin Malang (fan)

Izzy Bersama piala juaranya berpose dengan kepala SDN Kasin Malang (fan)

Malang – Meski passionnya sangat kuat pada bidang olahraga renang,  Izzy Dwifaiva  Hefrisyanthi  ternyata kelak tidak ingin menjadi atlet renang. Cita – cita siswi kelas V – A SDN Kasin itupun ingin menjadi wartawan. Alasan unik pun terlontar dari bibir dara kelahiran Malang 25 Januari 2005 silam itu. Izzy ingin nenjadi wartawan karena dapat menyampaikan informasi penting maupun pengetahuan kepada masyarakat.

Saat ditemui di ruang Kepala SDN Kasin dengab didampingi kepala sekolah Soelasnoko, M.PdI, Izzy menungkapkan bahwa ketertarikan dirinya pada olehraga air itu dikarena pengaruh kakaknya. Setiap Sukranandya Afiva Putra dan Vrisyanthi Budi Welasani mengajak dirinya menemani kakaknya renang, rasa ketertarikannya pada olahraga air itu mulai tumbuh dan bersemayam dihatinya.

Melihat potensi dan bakat yang dimiliki putrinya,  Izzy akhirnya diikutkan klub renang oleh kedua orang tuanya. Meski jadwal latihan renang yang harus dijalaninya sangat padat. Nanum hal itu tidak membani Izzy . Malah dirinya sangat enjoy. Izzy yang mulai ikut klub renang pada awal dirinya masuk di kelas satu SDN Kasin itupun tidak bosan berlatih pada setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, sabtu dan minggu baik dikolam renang jasdam maupun kolam renang gajayana.

” semua gaya renang saya pelajari, saya latihan, dan dievaluasi oleh pelatih. Saya ingin bisa semua gaya renang. Baik itu gaya dada, gaya kupu – kupu maupun gaya lainnya.” jelas Izzy yang ditemani Kepala SDN Kasin Soelasnoko.

Lebih lanjut Izzy mengatakan lomba yang paling berkesan adalah saat dirinya mengikuti lomba antar klub renang indonesia skala nasional di Jakarta. Karena meskipun tidak meraih juara, dirinya merasa bangga bisa berkompetisi dengan para atlit – atlit renang terbaik seluruh Indonesia

Sementara itu, kepala SDN Kasin Malang, Soelasnoko, M.PdI menungkapkan bahwa dirinya berencana pada tahun ajaran 2016/2017 mendatang akan lebih mengintensifkan ekskul renang disekolah yang dipimpinya ini mulai dari kelas bawah.

” Dengan pembinaaan sejak dini dimulai dari pengenalan kolab renang, teknik berenang, macam gaya renang muncul antusiasme dan kecintaan anak didik pada olah raga air ini. ” tutur Mantan  guru Bahasa Inggris SMPN 8 Malang itu.

Selain itu pria yang pernah meraih gelar kepala sekolah berprestasi itupun mengatakan bahwasannya ekskul renang menjadi salah satu perhatian dikarenakan ekskuk ini memiliki wadah lomba berjenjang. Sehingga pembinaan yang dilakukan dapat menghadilkan output yang baik dan berkualitas. (fan)