Get Adobe Flash player
KALENDER
September 2016
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
AFILIANSI


Archive for the ‘Berita Terkini’ Category

SDN Klojen Malang Racik Budaya Bangsa dan Budaya Manca Dengan Apik.

Berbagai kegiatan siswa SDN Klojen Malang bermuatan budaya terporet indah sebagai wujud menumbuhkan kecintaan pada Nusantara (fandi harianto)

Berbagai kegiatan siswa SDN Klojen Malang bermuatan budaya terporet indah sebagai wujud menumbuhkan kecintaan pada Nusantara (fandi harianto)

Malang – Ditengah terjangan kemajuan teknolgi dan perubahan pola pikir serta budaya perilaku khususnya pada siswa sekolah utamanya pada sisi gadget serta internet, permainan tradisional menjadi salah satu solusi menumbuhkan kembali kecintaan pada Nusantara. Hal itulah yang dilakukan SDN Klojen Malang yang kini dikepalai oleh Drs. Sunarto.

Dibawah arahan dan komando Sunarto, SDN Klojen Malang Racik Budaya Bangsa dan Budaya Manca Dengan Apik. Hal itu nampak dari pembinaan dan pelaksanaan beberapa legiatan yang dilakukan secara kontinue dan berkelanjutan.

Di sekolah yang terletak dikawasan Jalan Patimura No. 1 Malang itupun kita akan menemui dan menyaksikan ratusan siswa bermain permainan tradisional yang saat ini jarang ditemui dikampung – kampung. Terdapat siswa yang memainkan permaianan rangku alu, engklek, egrang dan loncat tali. Pada jam olahraga maupun saat istirahat.

Gelak tawa, sorak sorai kegembiraan, kebersamaan, sportifitas, dan lantunan lagu nusantara menjadi potret tersendiri betapa indahnya kebudayaanNusantara yang ingin ditanamkan oleh SDN Llojen Malang pada 550 anak didiknya.

Kecintaan pada budaya sendiri juga diiringi dengan memberikan pengetahuan ragam budaya mancanegara. Salah satunya melalui ekskul Barongsai yang merupakan salah satu budaya negeri tirai bambu. Sehingga khazanah pengetahuan anak didik semakin luas tidak hanya terbatas pada lingkup diri sendiri.

” Kami sangat prihatin dengan perubahan perilaku dan budaya yang saat ini menerpa anak didik akibat dari derasnya arus kemajuan teknoligi tanpa pendampingan yang semestinya. Hal itulah yang mendasari SDN Klojen Malang menggelar berbagai kegiatan bermuatan budaya. ” terang Sunarto.

Lebih lanjut pria yang akarab disapa Narto itupun menjelaskan pihaknya juga turut aktif dalam berbagai gelaran seni budaya yang diadakan oleh pihak – pihak yang berkompeten. Salah satunya selalu aktif ikut serta dalam ajang Malang Flower Carnival yang setiap tahun diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang.

Untuk seni barongsai sensiri, pihak SDN Klojen Malang mendatangkan secara khusus pelatih untuk membina anak didiknya setiap hari sabtu. Barongsai binaan SDN Klojen inipun telah tampil diberbagai ajang sebagai penyemarak kegiatan yang diselenggarakan oleh berbagai pihak.

” Melalui pembinaan budaya ini, kami ingin agar anak didik SDN Klojen Malang dapat mengimplementasikan nilai – nilai luhur yang terdapat didalam permainan tradisional itu. Diantaranya mampu bekerjasama dengan temanya, menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas, berani tampil didepan umum serta memiliki budi pekerti yang luhur yang diajarkan oleh para nenek moyang kita ” jelas Narto

Tidak hanya pada tataran permainan tradisional maupun pembinaan ekskul yang bermuatan nilai budaya nusantara semata yang dilakukan oleh SDN Klojen Malang. Penanaman budaya cinta pada lingkungan juga tak luput dari sentuhan SDN Klojen Malang. Setiap siswa diajak untuk turut menjaga kebersihan dan juga keindahan lingkungan dengan selalu mengajak ikut kerja bakti merawat lingkungan. (fan)

Budayakan Gemar Membaca Gugus 6 dan Gugus 7 Gelar Workshop GLS

Ketua Gugus 7 Kecamatan Blimbing Dra. R. Kartini, M.Pd (mengenakan jilbab kuning) tutur menyimak materi yang diberikan narasumber (fandi harianto)

Ketua Gugus 7 Kecamatan Blimbing Dra. R. Kartini, M.Pd (mengenakan jilbab kuning) tutur menyimak materi yang diberikan narasumber (fandi harianto)

Malang – Bertempat di Aula SDN Purwodadi 1 Malang, belasan Kepala Sekolah dan Pustakawan yang tergabung dalam Gugus 6 dan Gugus 7 Kecamatan Blimbing gelar workshop Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada Selasa 27 September 2016.

Gelaran yang sejatinya untuk merumuskan formulasi program GLS agar terimplementasi dengan baik di sekolah – sekolah yang tergabung dalam Gugus 6 dan Gugus 7 Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Hadir sebagai pemateri dalam workshop ini yakni Susanto ya.g kesehariannya bertugas di Perpustakaan Kota Malang.
Sekolah – Sekolah yang tergabung dalam Gugus 6 diantaranya SDN Arjosari 1, SDN Arjosari 2, SDN Arjosari 3, SDN Balearjosari 1, SDN Balearjosari 2, SD Al Ya’lu, dan SD Bina Bangsa.

Sedangkan sekolah peserta workshop GLS dari Gugus 7 terdiri atas SDN Purwodadi 1, SDN Purwodadi 2, SDN Purwodadi 3, SDN Purwodadi 4 , SDN Polowijen 1, SDN Polowijen 2, SDN Polowijen 3, SD KH Mas Mansyur, dan MI NU Polowijen.

Dalam materi yang diberikan Susanto dalam workshop GLS ini diantaranya bagaimana menjalankan program GLS dengan baik. Sebab pelaksanaan GLS dapat dinilai sukses apabila mampu menumbuhkembangkan budaya melek huruf pada keluarga besar sebuah sekolah dan lebih bagus lagi jika kemudian terbit sebuah buku yang mana isi dari buku tersebut merupakan hasil karya tulis para siswa, dewan guru, staff ataupun karyawan sekolah.

Sementara itu Dra. R. Kartini, M.Pd ketua Gugus 7 Kecamatan Blimbing yang juga merupakan kepala SDN Purwodadi 1 Malang sekaligus tuan rumah workshop ini mengatakan bahwasannnya tujuan diadakannua kegiatan ini tidak lain guna mendukung suksesnya pelaksanaan GLS khususnya di Gugus 6 dan Gugus 7 Kecamatan Blimbing.

” Untuk mewujudkan kesuksesan pelaksanaan GLS ini perlu kiranya didukung oleh sarana, prasarana serta sumber daya manusia yang memadai. Apalagi pelatihan bagi pustakawan sd belum ada. Sehingga melalui kegiatan ini nantinya pustakawan bersama kepala sekolah dapat menimbuhkembangkan budaya membaca pada peserta didik dengan menghadirkan perpustakaan yang representatif diiringi dengan pelayanan prima ” tutur R. Kartini disela – sela workshop.

Lebih lanjut Dra. R. Kartini, M.Pd mencontohkan saat ini di SDN Purwodadi 1 Malang dirinya bersama dengan dewan guru telah menjalankan GLS sesuai dengan pakem yang ada. Hal itu melalui program merangkum isi buku yang usai dibaca anak didiknya.

Rangkuman isi buku yang usai dibaca itupun dituangkan dalam buku tulis tersendiri serta akan dipresentasikan olwh siswa bersangkutan secara berkelanjutan di kelas masing – masing.

” Merangkum isi buku ini juga sebagai upaya menumbuhkan keberanian dan juga melatih peserta didik SDN Purwodadi 1 Malang agar tidak takut untuk menyampaikan ataupun menuangkan ide yang ada dalam pikiran mereka dalam bentuk tulisan. ” pungkas Dra. R. Kartini, M.Pd

Selain dihadiri dan juga dibuka secara langsung oleh Kepala UPT Pendidikan Dasar Kecamatan Blimbing juga dihadiri pula oleh pengawas SD khususnya Gugus 6 dan Gugus 7. (fan)

SD Kristen Petra Tetap Kosisten Uri Uri Budaya Lewat Ekskul Karawitan.

Kepala SD Kristen Petra Sriasih, S.Pd selalu menyempatkan diri menyaksikan latihan karawitan anak didiknya (fandi harianto)

Kepala SD Kristen Petra Sriasih, S.Pd selalu menyempatkan diri menyaksikan latihan karawitan anak didiknya (fandi harianto)

Malang – Ditengah gempuran budaya asing dan juga serbuan gadget secara sadar atau tidak sadar sedikit banyak mempengaruhi pola pikir dan juga budaya perilaku anak usia sekolah. Hal itulah menjadi salah satu dasar SD Kristen Petra yang berada di kawasan jalan Prof. Moh. Yamin No. 53 Malang itu tetap konsisten melakukan upaya uri – uri budaya asli Indonesia melalui ekstrakurikuler karawitan.

Seperti yang nampak pada Sabtu, 24 September 2016 belasan siswa SD yang kini dikepalak oleh Sriasih, S.Pd itu serius menyimak instruksi pelatih karawitan di ruang musik.

Rasa haru sekaligus bangga akan menyeruak dihati siapa saja yang melihat kepiawaian siswa kelas 3, 4, 5 dan 6 yang dengan tekun terampil memainkan seperangkat alat musik gamelan yang sudah sangat jarang hinggap ditelinga kita.

” Selain ekskul karawitan, upaya uri b uri budaya asli Indonesia khususnya budaya jawa kami juga melakukannya melalui ekskul tari. Untuk ekskul karawitan ini diperuntukkan bagi siswa kelas tiga hingga siswa kelas enam. Sedangkan untuk ekskul tari wajib bagi siswa kelas satu hingga kelas enam ” terang kepala SD Kristen Petra Sriasih, S.Pd.

Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Asih itupun mengatakan bahwasannya untuk ekskul tari diadakan setiap hari Jum’at usai jam pembelajaran. Sedangkan untuk ekskul karawitan dilaksanakan secara rutin pada tiap hari sabtu.

Selain sebagai wahana uri uri budaya jawa, pembinaan ekskul tari dan karawitan ini juga sebagai upaya untuk mengeksplorasi potensi, bakat, dan minat anak didik SD Kristen Petra dibidang seni.

” Dalam proses pelaksanaan ekskul tari dan karawitan ini ada beberapa pendidikan karakter yang secara tidak sadar tumbuh dan berkembang pada diri anak didik. Pendidikan karakter yang dimaksud itu diantaranya penanaman pentingnya nilai kerjasama, saling toleransi antar teman serta jiwa sportifitas ” Imbuh Sriasih.

Sriasih menjabarkan, tanpa adanya kerjasama yang baik antar pemain karawitan niscaya suguhan permainan dapat berjalan dengan baik. Pun demikian halnya dengan nilai toleransi yang dapat diadaptasi dari permainan karawitan ini. Sesama teman akan saling memaklumi , saling memaafkan dan saling membantu manakala ada salah satu pemain yang salah atau kurang seirama dalam memainkan alat musiknya.

Sudah selayaknya anak – anak diperkenalkan dan kemudian ditanamkan rasa kecintaan mereka pada budaya asli Indonesia yang sarat akan nilai nilai budi pekerti luhur. Sehingga dimasa mendatang kita masih bisa menemui permainan maupun pertunjukkn budaya bangsa di negeri kita sendiri. Dan untuk mewujudkan semua itu doperlukan kerjasama semua pihak pihak yang terkait didalamnya. (fan)

Raffa Jagonya Matematika dan Cas Cus Bahasa Inggris SD Muhammadiyah 1 Malang.

Raffa didampingi Wakasek Kesiswaan Sahran berfoto bersama piala yang diraihnya (fandi harianto)

Raffa didampingi Wakasek Kesiswaan Sahran berfoto bersama piala yang diraihnya (fandi harianto)

Malang – Pertama melihat sosok pemilik nama lengkap Muhammad Raffa Andara Putra sekilas kita dapat menyimpulkan siswa SD Muhammadiyah 1 Malang yang kini duduk di kelas V-A itupun merupakan anak yang memiliki kelebihan dan keunggulan. Dengan kacamata minus dan tatapan matanya yang penuh kepercayaan diri jelas sekali siswa kebanggaan SD yang berada dikawasan jalan Kawi itu bukanlah siswa biasa.

Putra pasangan Sumariaji dan Henny Suciati itupun telah banyak mengoleksi berbagai belasan medali dan trophi dari kejuaraan maupun olimpiade matematika dan bahasa inggris yang diikutinya. Dari siswa yang akrab disapa Raffa itu meluncur pengakuan beberapa trophi dan medali yang telah diraihnya. Beberapa yang diinggatnya yakni Juara 2 olimpiade bahasa inggris se Jawa Timur, Juara harapan 1 gelaran olimpiade Matematika tingkat Malangraya di kota Batu dan juga Juara 2 olimpiade bahasa inggris Batu.

Raffa yang lahir di Malang 6 Desember 2004 silam itupun menuturkan dirinya telah menyukai bahasa inggris dan matematika semenjak dirinya duduk di jenjang Taman Kanak Kanak. Alasan sederhanapun diutarakan dari bocah penghobby kerajinan daur ulang berbahan kardus bekas itu. Dirinya menyukai bahasa inggris karena ingin kuliah di negeri Ratu Elizabeth guna mewujudkan cita – citanya.

” Kelak saya ingin menjadi programmer seperti ayahku saat ini. Dengan menjadi programmer saya akan dapat membantu orang banyak meringankan beban pekerjaan mereka.” tutur Raffa.

Lebih lanjut Raffa mengatakan bahwa dirinya selain menyukai bahasa inggris juga menyukai matematika. Alasannya, saat membuat sebuah program dibutuhkan pula keahlian berhitung.

Raffa mengaku sangat senang sekaligus berterimakasih pada kepala sekolah, dewan guru, teman temannya terutama pada guru pembimbingnya Agustina Permatasari, S.Pd.

Sementara itu Wakasek Kesiswaan SD Muhammadiyah 1 Malang , Sahran, M.Pd.I menuturkan bahwasannya Raffa merupakan salah satu siswa unggulan sekaligus kebanggaan SD Muhammadiyah 1 Malang. Berkat siswa seperti Raffa inilah sekolah kami dapat dikenal secara luas dalam hal yang positif.

” Kami memberikan pembinaan pada siswa berdasarkan hasil seleksi dan penjaringan potensi yang dimiliki oleh siswa sejak tahun pertama masuk sekolah. Penjaringan itu kami lakukan melalui tahapan test tulis maupun wawancara serta pengamatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran yang terkoordinasi antara guru kelas dengan guru pembina ekstrakurikuler yang ada. Sehingga ketia ada lomba kami tinggal menunjuk salah satu siswa untuk berpartisipasi dan menjalani tahapan pendalaman materi secara khusus ” terang Sahran. (fan)