Get Adobe Flash player
KALENDER
September 2017
M T W T F S S
« Aug    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
AFILIANSI


Archive for September 6th, 2017

Cerdiknya K3S Klojen Manfaatkan Sosialisasi PMP Gandeng Penerbit

P_20170906_082215

Malang – Puluhan Kepala Sekolah lembaga pendidikan jenjang SD baik negeri maupun swasta se Kecamatan Klojen pada Rabu, 5 September 2017 menghadiri sosialisasi Peningkatan Mutu Pendidikan (PMP) di aula SDN Kauman 1 Malang sebagai langkah menyikapi adanya aplikasi PMP versi terbaru keluaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Momentum pelaksanaan sosialisasi PMP yang digelar oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Klojen inipun disisipi pemaparan pihak Erlangga sebagai badan usaha yang bergerak dibidang percetakan dan perbukuan pendidikan.

P_20170906_082050

” Kami menerima ajakan kerjasama dari pihak Erlangga terkait program literasi PMP sesuai Permendikbud No. 26 Tahun 2017 dan Undang Undang No. 43 Tahun 2007 tentang pengembangan perpustakaan. Pemaparan yang disampaikan oleh penerbit ini sifatnya hanyalah sosialisasi program mereka yang dinilai K3S Klojen dapat memperlancar program literasi. Apalagi kerjasama yang ditawarkan memiliki nilai manfaat bagi sekolah maupun anak didik ” terang Ketua K3S Kecamatan Klojen Drs. Samsul Ma’arif, MM.

P_20170906_084035_1

Dalam pemaparannya marketing Penerbit Erlangga Rangga GB ada beberapa program penawaran yang disampaikan diantaranya kegiatan one day school dengan mendatangkan trainer berkompeten untuk melaksanakan pelatihan penilaian autentik agar potensi serta kompetensk pendidik dapat dimaksimalkan.

” Kami juga memiliki program kegiatan motivasi spritual untuk kepala sekolah sebagai upaya pembekalan motivasi kerja melalui penerapan konsep success unlimited. Bagi peserta didik kami juga memiliki program workshop bedah kisi – kisi 2017 dan tips n trik menjawab soal dengan cepat dan tepat. Yang kesemua kegiatan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab Erlangga, dalam artian gratis tanpa ada biaya. ” terang Rangga GB, marketing penerbit Erlangga.

Sebagai wujud nyata mensukseskan gerakan literasi, Erlangga juga memiliki program kegiatan reading day, dimana pihak penerbit akan mendatangi sekolah dengan membawa buku sejumlah siswa yang dimiliki. Siswa membaca buku kurang lebih 15 menit kemudian diajak bermain games dan akan diberikan reward baik berupa piala maupun merchandise lainnya secara gratis.

P_20170906_085429_1

Usai memberikan kesempatan pada pihak Erlangga mensosialisakan program kerjasamanya, Ketua K3S Klojen Drs. Samsul Ma’arif, MM mempersilahkan pengawas TK SD Dinas Pendidikan Wilayah Klojen yang terdiri atas Dra. Ninit Sunarsih, Drs. Basori, M.Pd., dan Dr. Hj. Idayu Astuti, M.Pd untuk memberikan pemaparan terkait PMP pada puluhan Kepala SD Negeri dan Swasta se Kecamatan Klojen.

IMG-20170906-WA0048_1

Dalam pemaparannya Drs. Basori, M.Pd berharap agar kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah dan juga operator saling bersineergi untuk menyusun data sesuai dengan fakta yang ada tanpa dikurangi atau ditambahi. Sebab berdasarkan data yang nantinya di input oleh operator aekolah ke dalam Aplikasi PMP ini menjadi sumber informasi bagi Kemdikbud, Dinas Pendidikan dan pihak terkait lainnya untuk menyusun program kerja sekaligus anggaran yang dibutuhkan guna memberikan bantuan sesuai kebutuhan yang tertera dalam aplikasi PMP.

” Sosialisasi PMP ini kami laksanakan dalam dua sessi. Sessi pertama untuk Kepala Sekolah dan sessi kedua untuk tenaga operator input data aplikasi PMP. Pembagian ini dimaksudkan agar materi yang disampaikan dalam sosialisasi ini dapat maksimal diserap oleh peserta ” tutur Ketua K3S Kecamatan Klojen Drs. Samsul Ma’arif, MM.

P_20170906_085356

Peningkatan Mutu Pendidikan (PMP) ini tidak lepas dari elemen maupun indikator yang ada pada Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dan RKAS (Rencana Kerja Anggaran Sekolah) sehingga diperlukan partisipasi seluruh elemen yang ada disekolah agar tersaji informasi yang benar – benar valid. (fandi harianto)

MKKS SMP Negeri Samakan Persepsi Diskusi Bareng Operator Dapodik

IMG-20170906-WA0042

Malang – Tidak semua pihak mengerti terhadap kompleksnya indikator yang harus diinput pada aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Padahal melalui aplikasi Dapodik inilah nafas dan jalan hidup sebuah satuan lembaga pendidikan ditentukan.

Aplikasi yang bersifat online dan terus mewajibkan insan pendidikan untuk mengupdate setiap waktu membuat tugas yang diemban oleh operator Dapodik semakin berat, ditambah lagi oleh ketidak mengertian beberapa pihak yang menyerahkan sepenuhnya penyelesaian data mereka pada operator tanpa diimbangi dengan ketersediaan data yang seharusnya dipenuhi.

Agar tercipta persepsi yang sama terhadap tugas serta kewenangan operator Dapodik dimasa mendatang, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se Kota Malang menggelar diskusi bareng dengan pengurus Forum Operator Dapodik (FOD) Kota Malang yang diketuai oleh Susanto Ferdhi yang juga merupakan operator Dapodik SMP Negeri 12 Malang.

Kegiatan yang dihadiri oleh 27 Kepala SMP Negeri se – Kota Malang inipun dilangsungkan di aula SMP Negeri 9 Malang kawasan jalan pada Rabu, 5 September 2017. Susanto Ferdhi yang didapuk menjadi narasumber dalam diskusi ini menyampaikan beberapa hal urgent berkaitan dengan Dapodik.

” Ada beberapa tugas operator untuk memasukkan data pada aplikasi Dapodik. Diantaranya verifikasi dan validasi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, satuan pendidikan, pembelian buku secara elektronik, laporan BOS online, calon peserta ujian nasional, pendaftaran sertifikasi, peberima Program Indonesia Pintar, tunjangan profesi guru, raport online, dan absensi online guru dan tenaga kependidikan ” terang Susanto Ferdhi.

IMG-20170906-WA0039

Lebih lanjut pria muda energik yang akrab disapa oleh rekan sejawatnya dengan panggilan Danto (Komandan Santo) itupun menambahkan, dengan banyaknya indikator yang dinasukkan dalam aplikasi Dapodik, perlu kiranya komunikasi yang harmonis antara pihak sekolah dengan operatornya.

” Banyak keluhan dari rekan kami bahwasannya mereka acapkali dipressure oleh guru yang mayoritas dikarenakan tunjangan profesi guru ataupun sertifikasinya tidak cair menyalahkan operator. Padahal banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Seperti belum terpenuhinya jumlah jam mengajar, belum liniernya mata pelajaran yang diampu bersangkutan atau karena kendala lainnya. Sedangkan saat tunjangan telah cair, operator begitu saja dilupakan tanpa ada apresiasi. Meski sebenarnya operator telah mendapatkan insentif. ” tambah Danto.

IMG-20170906-WA0043 IMG-20170906-WA0044

Sementara itu, Muhammad Yusuf Sekretaris Forum Operator Dapodik Kota Malang yang juga merupakan operator Dapodik SMPN 1 Malang sangat menyambut baik kegiatan diskusi ini. Dirinya berharap usai melakoni kegiatan ini dihasilkan satu kesepahaman serta keharmonisan antara operator Dapodik dengan pihak sekolah. (fandi harianto)