Get Adobe Flash player

Lagi – Lagi SMAN 2 Malang Wakili Kota Malang Tingkat Propinsi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang didampingi dengan Kepala SMAN 2 Malang berpose dengan tim juri usai menandatangani pakta integritas (fandi harianto)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang didampingi dengan Kepala SMAN 2 Malang berpose dengan tim juri usai menandatangani pakta integritas (fandi harianto)

Malang – Kerap kali berprestasi di berbagai gelaran lomba baik tingkat Kota Malang , Propinsi Jawa Timur hingga tingkat Nasional dalam bidang akademik maupun non akademik, menjadikan SMA Negeri 2 Malang selalu dipercaya oleh Pemkot Malang dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk mewakili kota yang kini dipimpin oleh Walikota HM. Anton dalam berbagai ajang lomba.

Kali ini SMA yang dikepalai oleh Dra.Rr.  Dwi Retno Udjian Ningsih, M.Pd itu pun dipercaya mewakili Kota Malang dalam ajang lomba perpustakaan tingkat SMA se-Jawa Timur tahun 2016. Untuk menentukan duta sekolah untuk majubketingkat Nasional mewakili Jawa Timur  pada Rabu, 4/5 tim juri yang berjumlah tiga orang diantaranya RM  Purba yang kesehariannya menjabat Kasub SDM perpustakaan propinsi , Tri Herry I dari dinas pendidikan propinsi , dan Purwatiningsih yang merupakan pustakawan madya itupun melakukan visitasi lomba perpustakaan tingkat Jawa Timur di SMA yangvterletakvdi kawasan jalan Laksamana Martadinata itu.

Seakan tidak ingin mengecewakan pihak – pihak yang memberikan kepercayaannya, SMA Negeri 2 Malang pun mempersiapkan diri menyongsong lomba ini. Beberapa hal yang telah dilakukan diantaranya tersedianya lima ribu judul buku, penataan letak rak buku dan pengaturan sirkulasi yang sesuai dengan kaidah yang berlaku, tersedianya pojok baca di beberapa sudut sekolah, serta dilaksanakannya pengadministrasian tata kelola perpustakaan sesuai dengan aturan yang ada.

Dalam sambutannya, ketua tim juri penilaian lomba perpustakaan tingkat propinsi Jawa Timur RM. Purba mengatakan ada empat point yang akan dilihat, diamati sekaligus dinilai sebagai tolak ukur penilaian diantaranya ketersediaan sarana prasarana, adanya SDM yang menangani tata kelola perpustakaan, ketersediaan anggaran yang cukup, kondisi fisik perpustakaan serta raihan prestasi warga SMAN 2 Malang sebagai implementasi dari budaya baca.

Sementara itu, kepala SMAN 2 Malang yang akrab disapa Retno itupun menuturkan, sebagai bentuk apresiasi terhadap perkembangan jaman dan penyesuaian teknologi informasi pihaknya menyediakan fasilitas digital library yang berjumlah 21 unit dan digital park berupa gazebo dihalaman depan sekolah.

” Melihat persiapan, ketersediaan sarana prasarana dan juga kerapian pengelolaan perpustakaan seluas 218 meter persegi inipun saya merasa sangat bangga dan memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada warga SMAN 2 Malang yang berusaha mewujudkan ini semua. ” tutur kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM

Visitasi lomba perpustakaan tingkat propinsi Jawa Timur di SMAN 2 Malang inipun juga berlangsung semarak dengan tampilnya atraksi tari, ekskul pramuka, paduan suara, gamelan dan ekskuk bahasa yang menarik minat tim juri dan undangan yang hadir. (fan)

Genjot Prestasi, Dinas Pendidikan Adakan Mutasi.

17 orang yang dikukuhkan sebagai kepala sekolah mengikuti jalannya acara (fandi harianto)

17 orang yang dikukuhkan sebagai kepala sekolah mengikuti jalannya acara (fandi harianto)

Malang – Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Malang kawasan Jalan Veteran 19, digelar pengukuhan pejabat fungsional guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah dilingkungan Dinas Pendidikan. Tidak kurang dari 17 tenaga fungsional guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah dikukuhkan secara langsung oleh Walikota Malang HM. Anton.

17 orang yang dikukuhkan dan menempati tempat tugas atau sekolah yang baru diantaranya Supriyono SDN Jatimulyo 1, Kurniati SDN Kauman 2,  Sutarjo SDN Bakalan Krajan 2, Budi Hartono SDN Kedungkandang 2, Sutiono SDN Tlogomas 2, Kismiati SDN Mojolangu 3,

Sumaryati SDN Tunggulwulung 3, Heri Susanto SdN Gadang 1, Sunyoto SDN Tanjungrejo 5, M  Rifai SDN Buring, Jumain SDN Sukun 2, Supriyadi SDN Polehan 3, Jupri SDN Percobaan 2,

Handay SDN Bumiayu 1, Bandungrejosari 4,  Jumali SDN Pisang Candi 3, Mulyoto SDN Oro Oro Dowo, dan Sri Mamura yang dipercaya memimpin SMPN 9 Malang.

Dalam sambutannnya usai mengukuhkan ke 17 orang diatas, Walikota Malang HM. Anton berharap agar guru yang dipercaya dan diamanati tugas tambahan kepala sekolah itu menjalankan tugas dengan sepenuh hati, menjalankan tugas sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku dan menjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak.

” Pemerintah Kota Malang fokus dalam melakukan pembinaan dan pendidikan dengan gelontoran dana yang tidak sedikit. Saya berharap agar kepala sekolah mampu menterjemahkan program – program kerja pemerintah, sehingga program kerja itu dapat terlaksana dengan baik. ” pesan Walikota Malang yang akrab disapa Abah Anton itu pada akhir sambutannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah MM. yang mendampingi Abah Anton dalam pengukuhan menjelaskan bahwa mutasi yang dilakukan pada hari ini tidak lain sebagai upaya untukvlebih meningkatkan prestasi dan juga kualitas pendidikan yang ada di Kota Malang. (fan)

Tari Resik – Resik Sambut Tim Juri Adiwiyata Propinsi di SMPN 23 Malang.

Siswa siswi SMPN 23 Malang membawakan tari resik resik dihadapan tim juri Adiwiyata tingkat propinsi (fandi harianto)

Siswa siswi SMPN 23 Malang membawakan tari resik resik dihadapan tim juri Adiwiyata tingkat propinsi (fandi harianto)

Malang – Kedatangan tiga orang tim juri Adiwiyata tingkat Propinsi Jawa Timur disambut dengan meriah oleh civitas SMPN 23 Malang yang berada di kawasan jalan Tlogowaru Kota Malang pada Selasa 3/5. Berbagai atraksi dan kreatifitas siswa ditampilkan dengan sangat atraktif. Salah satunya dengan tarian resik – resik (bersih – bersih ). Tarianvyang menggambarkan betapa pentingnya menjaga kebersihan itu dibawakan secara rancak oleh lima orang siswa sekolah yang kini dikepalai oleh Slamet Udadi, S.Pd, SH, M.Pd.

Selain disambut dengan tarian resik – resik, tim juri Adiwiyata Propinsi Jawa Timur itu pun disuguhi dengan tetabuhan gamelan dan juga musik patrol serta atraksi lainnya.

SMPN 23 Malang dinyatakan lolos dalam tahapan verifikasi administrasi dan dokumen lomba Adiwiyata tingkat Propinsi Jawa Timur. Kehadiran tim juri itupun bakal melakukan visitasi dan juga kunjungan untuk memastikan kebenaran fakta yang ada dilapangan dengan apa yang disajikan dalam dokumen.

Satu persatu  komponen penunjang perwujudan  Adiwiyata yang terdiri dari kebijakan, kurikulum, kegiatan partisipatif, dan ketersediaan sarana dan prasarana dilihat serta diamati dengan seksama oleh tim juri yang berasal dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi Jawa Timur, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Propinsi dan dari PT. PLN unit Paiton.

SMPN 23 Malang merupakan salah satu dari 241 sekolah jenjang SMP yang diyantakan lolos seleksi administrasi sekolah Adiwiyata.

” Dengan adanya program  Adiwiyata yang tidak hanya bersifat ceremonial dan isidentil semata namun benar benar diwujudkan dan dilaksanakan dengan baik maka prestasi – prestasi lannya baik segi akademis maupun non akademis dapat diraih. ” tutur Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut Zubaidah mengatakan bahwa setelah melihat secara langsung antusiasme warga SMPN 23 Malang bahkan sampai menampilkan budaya kentongan yang saat ini telah punah  merupakan salah satu bentuk niatan baik SMPN 23 Malang. Pihak Pemerintah Kota Malang dalam hal ini Dinas Pendidikan akan berusaha semaksimal mungkin demi terwujud dan terlaksananya sekolah Adiwiyata di SMPN 23 Malang.

SMPN 23 Malang menyandang sekolah Adiwiyata tingkat Kota dan maju ke tahap Propinsi Jawa Timur usai ditetapkan oleh BLH Kota malang berdasarkan sertifikat bernomor 002/29/53.73.406/2015.

Beberapa program kerja yang telah dijalankan diantaranya menggelar workshop bertemakan ” Sekolah Sistemik dan Berkarakter, Mensinergikan jalinan kerjasama antara pihak sekolah dengan masyarakat utamanya orang tua dengan secara rutin mengadakan parenting day, serta aktif mengadakan studi banding salah satunya ke SMPN 1 Wlingi Blitar.

SMP yang kini memiliki jumlah siswa sebanyak 614 anak itupun memiliki berbagai program unggulan diantaranya pemanfaatan limbah air wudhu yang digunakan untuk budidaya ikan hias, pembuatan makanan khususnya mie yang bebas dari 5P,  pemanfaatan limbah plastik, kertas koran, botol dan sejenisnya untuk didaur ulang menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis, pembuatan pupuk organik melalui proses komposting, budidaya tanaman sayuran dengan sistem hidroponik, pembuatan resapan air, pengadaan biopori, pembinaan dan pengawasan kantin sehat bebas 5 P, green house, serta makanan sehat untuk dikonsumsi seluruh warga sekolah.

Tidak berpuas diri hanya pada 10 bidang itu saja, pihak tim Adiwiyata SMPN 23 Malang dibawah koordinasi Budi Sungkowo, M.Pd juga melaksanakan kegiatan – kegiatan yang mendukung Adiwiyata diantaranya lomba kebersihan kelas, lomba mading kelas, aktif dalam gerakan penghijauan, menghadiri seminar kelestarian lingkungan hidup, seminar pencegahan pencemaran dari limbah cair, kimia dan padat yang diadakan di kebun raya Purwodadi, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar khususnya disepanjang jalan Raya Tlogowaru, serta secara rutin melakukan pengumandangan Dasa Darma Pramuka dan Renungan Lingkungan Hidup pada setiap hari Sabtu pagi.

” Untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata tingkat propinsi Jawa Timur ini, seluruh komponen yang ada di SMPN 23 Malang dimotivasi untuk selalu berperan aktif dalam bidang pencegahan , pencemaran, dan kerusakan lingkungan ”  tutur kepala SMPN 23 Malang, Slamet Udadi, S.Pd., SH., MM

Tim juri Adiwiyata tingkat propinsi itupun terkesan dengan kreasi dan inovasi permen serta jelly berbahan dasar kencur.

” Kami sengaja memilih Kencur sebagai bahan dasar permen dan jelly karena selain bahannya mudah didapat juga memiliki keberagaman manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Apalagi generasi muda saat ini lebih suka minuman kemasan daripada jamu – jamuan yang merupakan peninggalan budaya bangsa ” jelas Kepala SMPN 23 Malang Slamet Udadi S.Pd., SH., M.Pd

Visitasi penilaian oleh tim juri Adiwiyata di SMPN 23 Malang inipun selain dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang juga dihadiri jajaran pimpinan Badan Lingkungan Hidup dan juga Bidang Pendidikan Non Formal Dindik Kota Malang (fan)

Hardiknas Kota Malang Dimeriahkan Tari Topeng Kolosal 1000 Siswa SD.

Ribuan siswa SD se Kota Malang membawakan tari kolosal tari topeng bapang Malangan pada upacara peringatan Harrdiknas tahun 2016 (fandi harianto)

Ribuan siswa SD se Kota Malang membawakan tari kolosal tari topeng bapang Malangan pada upacara peringatan Harrdiknas tahun 2016 (fandi harianto)

Malang – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kota Malang ditandai dengan gelaran upacara pada Senin, 2/5 di halaman balaikota Malang. Upacara yang dipimpin langsung oleh Walikota Malang HM. Anton itupun berlangsung khidmat dan berjalan lancar.

Kemeriahan nampak pada saat upacara usai. Seribu siswa Sekolah Dasar dengan rapi berjalan memasuki halaman balaikota. Dengan menggunakan atribut layaknya penari, ribuan siswa SD itupun menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik membawakan tari topeng bapang Malangan.

” Selain untuk memeriahkan Hardiknas, gelaran tari topeng bapang Malangan ini sebagai salah satu bentuk untuk memperkenalkan dan membudayakan kesenian khas Malangan pada generasi muda ” tutur Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM

Lebih lanjut Zubaidah mengatakan pihak Pemkot Malang dalam hal ini Dinas Pendidikan menanamkan budi pekerti luhur melalui budaya menari. Dengan demikian visi Kota Malang yang dicanangkan Abah Anton dalam menciptakan generasi yang cerdas, ceria dan bermartabat dapat terwujud.

Walikota Malang HM. Anton selaku pembina upacara menyampaikan sambutan Menteri Pendidikan Anies Bawesdan, P.hd yang berisi harapan agar pendidikan benar-benar berperan sebagai pelita bagi setiap anak Indonesia yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya.

” Atas nama Pemerintah Kota Malang saya mengucapkan selamat Hari Pendidikan Kota Malang. Semoga pendidikan Kota Malang semakin berkualitas dimasa mendatang. Dan pada kesempatan ini pula, saya haturkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada insan pendidikan yang dengan usahanya mencerdaskan generasi muda Kota Malang. ” tutup Walikota Malang yang akrab disapa Abah Anton usai membacakan sambutan Menteri Pendidikan Nasional.

Upacara peringatan Jardiknas tahun 2016 inipun turut dihadiri unsur Forum Pimpinan Daerah Kota Malang, Pimpinan dan Segenap Anggota DPRD, Wakil Walikota Malang, Sekretaris Daerah, Asisten dan Staf Ahli, seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang,  pimpinan Perguruan Tinggi, Pengawas, Kepala Sekolah serta para pelajar dan mahasiswa.

Pada kesempatan inipula, Walikota Malang didampingi Kepala Dinas Pendidikan menyerahkan piagam penghargaan  secara simbolis kepada 83 orang yang telah mengharumkan nama Kota Malang dengan torehan prestasi yang mereka raih.

Puluhan prestasi yang telah diraih 83 insan pendidikan Kota Malang itupun terdiri dari 11 prestasi tingkat internasional , tujuh prestasi tingkat nasional, 57  prestasi tingkat regional, dan delapan lembaga berprestasi.  Sebelum rangkaian kegiatan upacara peringatan Hardiknas diakhiri Abah Anton  mencanangkan Bulan Bakti Gotong Royong  ditandai dengan pelepasan balon ke udara (fan)