Get Adobe Flash player

Model Implementasi Kepramukaan SMA Kristen Charis Malang

           Sekolah Charis merupakan sekolah terpadu yang mewadahi siswa belajar dari usia dini (2 tahun) sampai usia SMA sehingga apabila berkunjung di sekolah ini maka akan nampak riuhnya anak-anak kecil bermain sampai siswa usia remaja yang melakukan kegiatan di dalam ataupun di luar kelas. Sekolah yang beralamat di jalan Telaga Bodas no 1-3 Malang ini memiliki visi “Shaping Future Leaders” yang diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran di mana para siswa dilatih untuk menjadi pemimpin yang kreatif dan berkarakter berdasarkan keimanan Kristiani. Pembelajaran dilakukan secara kreatif melalui berbagai proyek, presentasi dan studi ilmiah di luar sekolah. Pada saat kelas 12 siswa melakukan tugas akhir melalui penelitian ilmiah dibawah asuhan guru pembimbing dan akan dipresentasikan di depan para guru penguji. Diharapkan para siswa akan belajar untuk menggunakan ilmunya untuk menyelesaikan permasalahan di kehidupan sehari-hari dan mampu mengkomunikasikannya secara lisan.

Selain melalui kegiatan intrakurikuler, para siswa juga dikembangkan melalui kegiatanmelalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti sepak bola putra dan putri, basket, science club, pecinta alam, dll. Prestasi yang baru saja diraih adalah juara 1 basket putri Wesley Cup, juara 2 sepak bola putra MYC (Malang Youth Center) Cup, dan juara 2 lomba rally business UK Petra Surabaya.

          Salah satu program untuk membina karakter siswa adalah Mission Trip (Bakti Sosial) yang dilakukan setiap tahun. Pada tanggal 24-27 Februari 2015 para siswa kelas 10 – 12 yang berjumlah 120 siswa, berangkat ke Dusun Cuntel dan Tayeman di Kabupaten Semarang Jawa Tengah untuk melakukan kegiatan live in tinggal di rumah warga, belajar budaya dan bersosialisasi. Di samping itu para siswa mengadakan bazar sembako dan alat tulis murah dan juga mengaplikasikan keilmuan mereka melalui layanan kesehatan gratis diantaranya adalah cek tekanan darah, kadar gula, kolesterol dan asam urat. Para warga yang sebagian besar adalah petani dengan antusias mengikuti setiap kegiatan dengan semangat. Setiap siswa mengikuti setiap kegiatan mengenal warga setempat dengan belajar bercocok tanam, mencari rumput untuk kambing dan sapi, dan tentu saja bersyukur atas hidup dan keluarga yang Tuhan sudah berikan.

Workshop Pembelajaran Antikorupsi Bagi Guru oleh KPK

      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka meIaksanakan kegiatan pencegahan korupsi pada sektor Kepentingan Nasional (Pendidikan) mengadakan Workshop Pembelajaran Antikorupsi Bagi Guru yang dilaksanakan pada hari selasa – rabu tanggal 12 – 13 Mei 2105 bertempat di Hotel Swiss-Belinn Malang.Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan focus group discussion (FGD) antara KPK dengan Dinas Pendidikan Kota Malang Sebagai langkah awal kegiatan pencegahan korupsi pada sektor Kepentingan Nasional (Pendidikan) melakukan dengan piloting 21 Sekolah di Kota Malang, dengan rincian sekolah sebagai berikut :

  • TK PEMBINA 1
  • TK PEMBINA 2
  • TK PEMBINA 3
  • TK PEMBINA 5
  • SDN PANDANWANGI 1
  • SDN PERCOBAAN 1
  • SDN BLIMBING 3
  • SDN KAUMAN 1
  • SMPN 1 MALANG
  • SMPN 3 MALANG
  • SMPN 5 MALANG
  • SMPN 20 MALANG
  • SMAN 1 MALANG
  • SMAN 3 MALANG
  • SMAN 4 MALANG
  • SMAN 8 MALANG
  • SMKN 1 MALANG
  • SMKN 2 MALANG
  • SMKN 4 MALANG
  • SMKN 3 MALANG
  • SMKN 6 MALANG

Materi Pelatihan :

th_animated119

klik di sini => Workshop Pembelajaran Antikorupsi Bagi Guru

Progam Indonesia Pintar

Kota Malang Bertabur Prestasi Di Peringatan Hardiknas

Klojen, MC – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah ke-19 di halaman Balai Kota Malang berlangsung khidmat. Setelah menggelar upacara bendera, Wali Kota Malang, H. Moch. Anton menyerahkan berbagai penghargaan secara simbolis, Sabtu (2/5).

Wali Kota Malang, H. Moch. Anton menyerahkan penghargaan kepada siswa berprestasi, Sabtu (2/5)
Wali Kota Malang, H. Moch. Anton menyerahkan penghargaan kepada siswa berprestasi, Sabtu (2/5)

Adapun tema Hardiknas kali ini yaitu ‘Pendidikan dan Kebudayaan Sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila’. Wali Kota Malang, H. Moch. Anton dalam sambutannya menyampaikan bahwa gerakan pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter Pancasila adalah sebuah ikhtiar untuk mengembalikan kesadaran tentang pentingnya karakter Pancasila dalam pendidikan kita.

“Sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. Itulah karakter Pancasila yang menjadi tujuan pendidikan nasional kita,” imbuh pria yang akrab disapa Abah Anton itu.

Sedangkan untuk tema Hari Otonomi Daerah ke-19 yaitu ‘Menghadirkan Pemerintahan Daerah Yang Demokratis Dan Melayani Masyarakat Dalam Mendorong Terbentuknya Daya Saing, Kreativitas Dan Inovasi Dengan Mengandalkan Kekhasan Daerah Demi Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat’.

Dalam hal ini Abah Anton mengajak segenap pemerintah daerah untuk merapatkan barisan dan bahu membahu menampilkan kinerja semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan publik guna mewujudkan masyarakat yang berdaya dan mandiri dalam menggapai kesejahteraan yang hakiki dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peringatan Hardiknas 2015 Kota Malang bertabur prestasi dengan diberikannya secara simbolis 61 prestasi dengan rincian tiga prestasi tingkat nasional, 53 prestasi tingkat regional, dan lima penghargaan lembaga berprestasi. Dalam kesempatan ini juga diserahkan enam bantuan sepeda angin dan juga demontrasi sepeda motor inovatif anti begal karya dari siswa-siswi SMK 6 Malang. (say/hms/yon)

SMA Bina Bangsa School Malang Telah Menerapkan Pembelajaran Saintfik

Sebelum diberlakukannya Kurikulum 2013, sebenarnya SMA Bina Bangsa Malang telah mengimplementasikan pembelajaran saintifik melalui model pembelajaran berbasis proyek, yang diberi nama Investigatory Project (IP). IP adalah sebuah kegiatan tahunan yang dilaksanakan di Bina Bangsa School Malang. Kegiatan ini masuk dalam serangkaian program yang digelar selama Science and Mathematics Week. Kegiatan ini bertujuan untuk merangsang minat siswa-siswi dalam menemukan masalah dan menyelesaikannya secara scientific. Program ini dimulai pada tahun ajaran 2012-2013.

Dengan program ini, seluruh siswa di tiap level, dikelompokkan and masing-masing kelompok akan merancang eksperimen sesuai dengan tema yang diberikan. Untuk Secondary 1, mereka diberi tema General Sciences”, Secondary 2 Biology”, Secondary 3 “ Chemistry”, dan Junior College 1 “Physics”. Tahapan-tahapan Investigatory Project adalah sebagai berikut. Setiap kelompok mengumpulkan 3 judul eksperimen kepada guru bidang studi yang sesuai dengan tema. Kemudian tiap kelompok harus mempresentasikan alasan di balik pemilihan judul. Setiap judul yang dikumpulkan harus disertai dengan tujuan dan hipotesis eksperimen. Jika guru telah menyetujui satu judul yang akan diteliti, siswa harus mulai merancang and melakukan eksperimen. Hal ini disebut sebagai pengambilan data. Setelah data dikumpulkan, siswa harus menganalisis hasil eksperimen and terus berkonsultasi dengan guru bidang studi. Akhirnya, setelah semua hasil diperoled, mereka akan mempresentasikan hasil atau laporan IP di hadapan teman-teman dan guru-guru selaku juri yang menilai. Berikut salah satu contoh hasil proyek yang dikerjakan siswa.