Get Adobe Flash player
KALENDER
May 2016
M T W T F S S
« Apr    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
AFILIANSI


Belajar Mandiri Antarkan Sentot Juarai Berbagai Kompetisi.

Sentot Hariyanto saat memberikan materi  pembelajaran di kelas V - A SDN Kauman 1 Malang (fandi harianto)

Sentot Hariyanto saat memberikan materi pembelajaran di kelas V – A SDN Kauman 1 Malang (fandi harianto)

Malang – Meski berlatar belakang lulusan Psikologi, tidak membuat Sentot Hariyanto, S.Psi patah arang dalam menggali ilmu diluar bidang pendidikannya. Itu terbukti dari berbagai torehan prestasi yang berhasil diraih pria kelahiran Malang 29 Maret 1970 silam itu. Usai menjuarai kompetisi inovasi pembelajaran yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Guru Kementrian Pendidikan Nasional melalui metode Kataka (katak bercerita perkalian) pada tahun 2014 lalu, guru kelas V-A SDN Kauman 1 Malang itupun diberi kepercayaan untuk mengikuti lomba olimpiade MIPA SD sekota Malang bagi guru.

Kepercayaan yang di diberikan pada pria yang telah mengabdikan dirinya pada dunia pendidikan sejak tahun 1988 di mulai SD Sriwedari itupun dijawab dengan tuntas oleh Sentot. Hal itu dibuktikan dengan raihan nilai maksimal yang diperoleh ayah dua putra ini yang menobatkan dirinya menjadi juara 1 lomba Olimpiade MIPA SD se Kota Malang tahun 2016. Dengan demikian maka pria yang diangkat menjadi PNS tahun 2008 lalu itupun bakal mewakili kota Malang maju ke tingkat propinsi Jawa Timur untuk lomba serupa.

” Awalnya saya diajukan Dra. Anita Rosemaria, M.Pd selaku pimpinan SDN Kauman 1 Malang pada Bulan Maret lalu. Salah satu syarat mengikuti lomba ini yaitu diwajibkan membuat Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP) dan juga vidio pembelajaran. Dan itu telah saya lakukan semuanya.” tutur Sentot.

Lebih lanjut mantan pendidik di SDN Madyopuro 3 Malang tahun 2008 hingga September 2015 itupun menuturkan, salah satu kendala yang dihadapinya yakni dirinya tidak memiliki bacground pendidikan MIPA. Namun Sentot berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menguasai bidang ilmu diluar kompetensinya itu.

Salah satu kunci kesuksesan yang diraih Sentot saat ini yaitu prinsip mengajarnya yang memudahkan hal hal sulit dengan selalu membuat alat peraga agar materi pembelajaran yang disampaikannya dapat diterima dengan baik oleh anak didiknya.

Saat ditanya dukanya kala menjadi seorang guru, pria berkacamata itu menuturkan jika anak didiknya tidak dapat menangkap materi yang diberikan sehingga dirinya merasa kurang mampu memberikan atau menjalankan metode pembelajaran. Disitulah kemudian timbul tantangan bagaimana siswanya dapat menerima materi.

Sedangkan kebahagiaan dirinya adalah manakala anak didiknya sukses baik dalam bidang akademik, non akademik serta sukses melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (fan)

Duta Olimpiade Guru MIPA SD Kota Malang Ditetapkan.

Para pemenang lomba Olompiade MlPA SD berpose bersama sri Sutrisnawati, Jianto sekaligus dengan   para penilai dan juga dewan juri. (fandi harianto)

Para pemenang lomba Olompiade MlPA SD berpose bersama sri Sutrisnawati, Jianto sekaligus dengan para penilai dan juga dewan juri. (fandi harianto)

Malang – Usai menggelar serangkaian seleksi yang dimulai sejak awal bulan Maret 2016 lalu, akhirnya Dinas Pendidikan Kota Malang menetapkan duta olimpiade guru MIPA SD yang akan maju ke tingkat Propinsi Jawa Timur. Hal itu diketahui dari hasil pengumuman seleksi yang digelar Bidang Fungsional Pendidikan di Aula Dinas Pendidikan Kota Malang pada Kamis, 26/5.

” Awalnya kami menyeleksi 150 orang guru SD untuk ikut serta dalam olimpiade MIPA ini. Kemudian setelah dilaksanakan serangkaian tes dan ujian tersaring 60 guru. ” terang Kabid Fungdik Dra. Sri Sutrisnawati, M.Pd.

Lebih lanjut wanita berjilbab yang akrab disapa bu Tris itupun mengatakan pihaknya mengandeng kaum akademisi dari Universitas Negeri Malang sebagai narasumber sekaligus juri.

Tim juri yang beranggotakan empat orang dari akademisi dan empat orang pengawas SD Kota Malang akhirnya memutuskan tiga orang pemenang dengan raihan nilai tertinggi.

Para pemenang Olimpiade MIPA Guru SD itu diantaranya Muhammad Ihrom Guru SDN Kasin yang berhasil menjadi juara 3 usai meraup nilai 6.550 point. Juara 2 diraih oleh Esti Rahmawati pendidik SD Plus Al Kautsar yang berhasil mengimpilkan nilai 6.570 point. Sedangkan jawara pemuncak atau juara 1 Olimpiade MIPA guru SD diraih oleh Sentot Harianto guru SDN Kauman 1 Malang dengan nilai mencapai 6.600 point

Pada kata penutupnya, bu Tris berharap agar Sentot Harianto terus dapat mengembangkan potensi dirinya sehingga siap melaju ke tingkat propinsi dan mendapatkan hasil yang maksimal yakni lolos ke tingkat Nasional mewakili Propinsi Jawa Timur. (fan)

Empat Tahun Eksistensi PLA Dengan Kebersamaan Kunci Tangani Autis

Malang – Masih dalam rangkaian Hari Kesadaran Autis, Pusat Layanan Autis Kota Malang yang berada di kawasan

Siswa siswi PLA Tlogowaru unjuk kebolehan

Siswa siswi PLA Tlogowaru unjuk kebolehan pada gelaran pentas seni (fandi harianto)

Jalan Raya Tlogowaru kecamatan Kedung Kandang menyelenggarakan berbagai kegiatan. Puncaknya pada Kamis, 26/5 instansi yang kini dikepalai oleh Ade Dian Firdiana, S.Pd itupun menggelar pentas seni sebagai penutup rangkaian peringatan kesadaran Autis Se-dunia.

Pentas Seni inipun dihadiri secara langsung oleh Kepela Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah , MM pengiat dan aktivis Autis DR. Ida Yuastutik, M.Pd, dan kasie. Fungdik Dinas Pendidikan Kota Malang Jianto.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah MM sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh PLA ini. Penanganan Autis tanpa kebersamaan semua pihak tidak dapat berjalan dengan baik. Bagaimanapun Autis adalah anak bangsa, generasi penerus yang memiliki keistimewaan dibandingkan dengan anak lainnya. Untuk mengasah dan membimbing keistimewaan itu hanya satu kuncinya yakni kebersamaan.

Sementara itu kepala PLA Ade Dian Firdiana, S.Pd mengatakan selain sebagai puncak peringatan kesadaran Autis Sedunia, kegiatan ini juga merupakan wahana merayakan hari jadi PLA yang pada tahun 2016 ini memasuki usia yang ke empat tahun.

” Kami telah mengadakan beberapa kegiatan yang telah berlangsung beberapa waktu lalu. Diantaranya Lomba ketangkasan yang diikuti 8 siswa , lomba fotogenik yang pesertanya mencapai 28 anak, lomba mewarnai dengan 32 peserta, dan lomba fashion show diikuti 33 kontenstan. Puncaknya pada hari ini yakni pentas seni sekaligus penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba. ” terang kepala PLA Ade Dian Firdiana, S.Pd

Kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya serta para tamu undangan disuguhi atraksi siswa – siswi PLA, diantaranya
Sekedar diketahui, PLA Tlogowaru saat ini telah memiliki 43 siswa dengan 15 Guru Pendamping Khusus (GPK)

Penampilan gerak dan lagu topi saya bundar, Senam pom pom, Menyanyikan lagu berjudul guruku tersayang. Pembacaan puisi untukmu tersayang, Gerakan senam otak, Menyanyikan bangun tidur serta Permainan pianika membawakan lagu berjudul si semut

PLA yang salah satunya melakukan kegiatan terapi untuk menyiapkan anak agar dapat bersekolah, bersosialisasi dan dapat melakukan hal – hal umum yang dapat dilakukan teman sebayanya. Kegiatan pembelajaran di PLA ini sendiri dilakukan dalam dua sesi yakni sesi pagi dan sesi siang. Sesi pagi diperuntukan bagi peserta didik yang nelum sekolah sedangkan pada sesi kedua atau siang harinya untuk peserta didik yang bersekolah dilembaga pendidikan formal.

” Lomba dan pentas seni yang digelar oleh PLA ini sangat bagus sekali. Karena dapat menunjukkan eksistensi dan juga bakat dari anak autis. Selain itu mampu menumbuhkan rasa percaya diri pada anak Autis. ” tutur DR. Ida Yuastutik, M.Pd. (fan)

Bunda PAUD Farida Anton Senam Bersama 1000 Siswa PAUD.

Bunda PAUD Umi Farida Anton senam ceria bareng 1.000 siswa PAUD didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang dan Jajarannya (fandi harianto)

Bunda PAUD Umi Farida Anton senam ceria bareng 1.000 siswa PAUD didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang dan Jajarannya (fandi harianto)

Malang – Bertempat di Sasana Krida Budaya Jawa Timur kawasan jalan Soekarno Hatta Rabu, 25/5 Bunda PAUD Hj. Dewi Farida Suryani yang juga merupakan Istri Walikota Malang HM. Anton membuka gebyar PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) tahun 2016 se-Kota Malang.

Pada kesempatan ini, Bunda PAUD yang akrab disapa Umi Farida itupun memberikan perhatian khusus pada kreativitas siswa. Seakan tidak ingin mengecewakan siswa siswi PAUD yang telah menanti kehadirannya, Umi Farida didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah MM dan juga kepala Bidang PNFI Drs. Didi Hidayat menyaksikan penampilan marching band yang dipersembahkan oleh TK Negeri Pembina Negeri 1 Malang.

Usai menikmati sajian permainan apik marching band TK Negeri Pembina 1 Malang Bunda PAUD dan Kepala Dinas Pendidikan tanpa disangka turut serta ikut melakukan senam ceria bersama 1.000 siswa – siswi PAUD.

Gebyar PAUD tahun 2016 kali ini mengambil tema ” Dengan Semangat Gebyar PAUD 2016
Kita Sukseskan Gerakan Anak Jujur Berbasis Keluarga Menuju PAUD Berkualitas” juga ditandai dengan pencanangan beberapa program terkait PAUD.

Pencanangan ditandai dengan pengalungan selempang oleh bunda PAUD Hj. Dewi Farida Suryani kepada duta Program Gerakan Aku Anak Jujur, Program Gerakan Pendidikan Keluarga dan Progran Pendidikan Berkualitas.
berkualitas.

Dalam sambutannya, istri Walikota HM. Anton itupun mengatakan bahwa Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang harus dikembangkan serta memiliki karakteristik, kebutuhan dan bakat yang perlu dikembangkan.

” Dengan adanya kegiatan ini kami berharap dapat membangun wahana kebersamaan dan kekeluargaan antar siswa dan pendidik PAUD untuk mewujudkan generasi emas yang cerdas, ceria, cemerlang dan bermartabat. ” tutup Umi Farida dalam sambutannya

Usai memberikan sambutan, Umi Farida beserta pejabat dilingkungan Dinas Pendidikan menyempatkan diri mengunjungi stand – stand pameran kreatifitas PAUD yang ada di lima Kecamatan. Banyak pengunjung yang menyempatkan diri berfoto bersama dengan Istri Walikota itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah sangat berterima kasih atas partisipasi tenaga pendidik PAUD yang telah bekerja secara maksimal meski mereka belum mendapatkan gaji yang layak. Sedangkan tanggung jawab serta beban kerja pendidik PAUD sangat berat. (fan)