Get Adobe Flash player

Keluarga Ulet Tekun dan Sabar Tema Utama Perayaan Paskah SD se – Klojen

Wakil Ketua K3S Kecamatan Klojen Drs. HM. Bambang Susilo Bekti memberikan sambutan dan sangat mengapresiasi atas digelarnya perayaan Paskah ini (foto oleh SD Kristen Petra)

Wakil Ketua K3S Kecamatan Klojen Drs. HM. Bambang Susilo Bekti memberikan sambutan dan sangat mengapresiasi atas digelarnya perayaan Paskah ini (foto oleh SD Kristen Petra)

Malang – Menyadari betapa pentingnya peranan keluarga dalam membina, membentuk, memelihara dan menumbuh kembangkan generasi yang berkualitas sebagai calon pemimpin dimasa mendatang, menjadi titik perhatian tersendiri bagi keluarga besar pendidik dan karyawan Katolik serta Nasrani di lingkup SD se – Kecamatan Klojen.

Hal itu nampak pada pengambilan tema perayaan Paskah yang dihelat pada Sabtu, 30/4 di SDK Santa Maria 2 Malang jalan Panderman.  Dengan keluarga yang ulet, tekun dan sabar diharapkan mampu menciptakan anak didik yang tidak hanya sukses pada sisi akademis nya saja namun juga pada sisi religiusnya.

Gelaran perayaan Paskah inipun dihadiri tidak kurang dari 250 orang pendidik dan tenaga kependidikan yang mengabdi di sekolah dasar sewilayah kecamatan Klojen. Nampak pula beberapa tamu kehormatan juga turut larut dalam kegembiraan perayaan Paskah. Beberapa diantaranya kepala bidang pendidikan dasar dan PKLK dindik kota Malang, Suyitno, SH., kepala UPT. Pendas Klojen Muflikh Adhim, SE., MM., pengawas Kristen dan Katolik dari Kantor Kementrian agama kota Malang serta jajaran kepala SD baik negeri maupun swasta yang ada diwilayah Klojen.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) kecamatan Klojen sekaligus kepala SDN Kidul Dalem 2 Malang Drs. Hm. Bambang Susilo Bekti mengatakan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi sebuah wadah pemersatu dan menjadi sarana motivasi untuk peningkatan prestasi yang lebih baik.

” Mewakili Dinas Pendidikan Kota Malang kami ucapkan selamat merayakan Paskah semoga apa yang diharpkab dapat terwujud. Dan kegiatan seperti ini secara tidak labgsung menunjukkan kebersamaan dan soliditas antar tenaga pendidikan maupun tenaga kependidikan khususnya di Wilayah Klojen. Dengan kebersamaan yang kuat maka hal – hal negatif dapat dihindari, karena masing – masing person saling mengingatkan dan saling membantu ” tutur Suyitno dalam kata sambutannya mewakili Kepala Dinas Pendidikan kota Malang.

Kebahagiaan dan kemeriahan perayaan Paskah semakin lengkap manakala hadirin serta undangan disuguhi penampilan atraktif anak didik sekolah – sekolah Kristen maupun Katolik. Ada penampilan paduan suara , tari modern dan tari tradisional, penampilan unjuk suara emas, serta permainan grup  band.

Nuansa religi semakin lekat terasa manakala Romo Agustinus Sulistiono O. Carm memberikan khotbah renungan paskah pada para hadirin.

” Perayaan Paskah untuk SD diwilayah kecamatan Klojen ini baru dapat dilaksanakan pada hari ini karena jadwalnya agenda pendidikan terlebih lagi persiapan menjelang digelarnya Ujian sekolah bagi siswa siswi SD.”   tutur ketua pelaksana perayaan Paskah yang juga merupakan kepala SD Kristen Brawijaya Eva Tulak Pongtiku (fan)

Guru Mau Kaya Rajinlah Menulis.

Dedik Kurniawan Guru yang Kaya berkat Rajin Menulis (fandi harianto)

Dedik Kurniawan Guru yang Kaya berkat Rajin Menulis (fandi harianto)

Malang – .Kehidupan memang benar sebuah rahasia Tuhan. Hal itulah yang dialami oleh Dedik Kurniawan. Siapa sangka pria kelahiran Sidoarjo 6 Oktober 1982 silam yang dulunya hanya penjual es buah di pasar itupun kini menjelma menjadi seorang penulis yang mapan akan materi. Guru MTs Nurul Huda Sedati Sidoarjo yang dulunya penjual es, bermertamorfosis menjadi guru dan sukses menjadi penulis dengan royalti yang sangat besar

Dedik yang mengaku tertarik menulis karena sering membaca buku bekas yang dibelinya di bedak pasar tempatnya berjualan itu mengawali mencoba menulis buku pada tahun 2005. Ide dan gagasannyabitupun dituangkan dalam sebuah buku dengan judul The Master of 3 Joomla WordPress Aura CMS.

Kegigihan, kerja keras dan niatan Dedik harus diuji manakala dirinya ditolakvoleh dua penerbit. Baru pada penerbit ketiga tulisan Dedik mendapatkan apresiasi dengan catatan harus bersedia mengeditnya.

” Sebelum menjadi guru saya dulunya seorang penjual buah. Sambil menunggu pelanggan dan pembeli, untuk mengusir rasa bosan saya selalu membaca buku yang saya belu di pasar tempat saya menggelar dagangan ” kenang Dedik.

Lebih lanjut, pria yang kini memiliki seorang putri itupun mengatakan bahwa saat ini dirinya telah berhasil menelurkan 54 judul buku. Dan dua diantaranya menjadi super best seller bahkan penerbit asal Negeri jiran pun berkenan membeli dan menerbitkan hasil karya pria yang tidak tamat kuliah meski tiga kali pindah kampus.

Dedik yang menjadi guru MTs sejak tahun 2007 silam itupun kini menikmati hasil kerja kerasnya dari rajinnya dia menghasilkan tulisan. Rumah yang layak huni, kendaraan yang memadi merupakan bukti nyata keberhasilannya.

” kendala utama guru dalam memulai menulis karena alasan tidak adanya waktu, tidak adanya ide dan yang paling parah yakni rasa malas yang menghinggapi diri para pendidik. ” jelas Dedik saat ditanya kendala guru dalam memulai menulis.

Buku hasil karya Dedik yang masuk best seller dan membuatnya bergelimang materi berkecukupan diantaranya buku dengan judul buku sakti teknik hiking yang merupakan tulisan bukunya yang ke – 16. Sedangkan buku pintar teknik hiking hasil karya tulisnya yang ke – 18 masuk deretan super best seller hingga penerbit asal Malaysia membelinya dan menerbitkan dalam bahasa Melayu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah MM sangat mengapresiasi kreatifitas Dedik. Dirinya berharap agar guru – guru yang ada fi Kota Malang dapat mengikuti jejak Fedik Kurniawan (fan)

SMAK St. Albertus Gelar Semnas Bahas Kurikulum.

Malang – SMAK St. Albertus Malang yang berada di kawasan jalan Dempo tahun ini genap memasuki usia yang ke-80 tahun. Berbagai kegiatan digelar untuk merayakan sekolah yang dikepalai oleh Br. Antonius Sumardi O. Charm. Salah satunya dengan menggelar seminar nasional yang bertajuk ” Kurikulum Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Bagi Pengembangan Kader Bangsa.”  pada Sabtu, 30/4 di aula sekolah setempat.

Kepala Balitbang Kemendiknas Totok Suprayitno memberikan wawasan penerapan dan harapan implementasi K-13 pada Seminar Nasional di SMAK St. Albertus Malang (fandi harianto)

Kepala Balitbang Kemendiknas Totok Suprayitno memberikan wawasan penerapan dan harapan implementasi K-13 pada Seminar Nasional di SMAK St. Albertus Malang (fandi harianto)

Hadir sebagai narasumber dalam seminar nasional ini diantaranya Totok Suprayitno, Ph.D ., yang saat ini menjabat sebagai  kepala Balitbang Kemendiknas, DR. Ninik Kristiani Dirjen Kurikulum Dikdasmen Kemendiknas, Doni Koesoemo Albertus kolumnis sekaligus pemerhati pendidikan dan

KH. Abdul Muhaimin pimpinan Ponpes Bahrul Ulum Yogyakarta.

Pada akhir acara nantinya, 435 peserta semnas yang terdiri dari kepala sekolah se Malang Raya, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta itupun bakal dihibur oleh penampilan Ian Antono salah satu pentolan grup band legendaris Ian Antono yang juga sekaligus alumni SMAK St. Albertus Malang.

Beberapa materi yang disampaikan oleh narasumber diantaranya kerangka pengembangan pendidikan, perbaikan dokumen kurikulum 2013, implikasi revisi K-13, kerangka sistem pembelajaran, dan tahapan implementasi K-13 di masing masing sekolah.

Dalam sambutannya, kepala SMAK St. Albertus Malang, Br. Antonius Sunardi mengatakan bahwa perubahan kurikulum yang saat ini terjadi membawa dampak tersendiri. Banyak yang belum dapat beradaptasi dengan kebijakan baru itu. Maka perlu adanya kreatifitas sekolah untuk berinovasi tiada henti namun jangan sampai kebablasan.

Sementara itu ketua pelaksana Lustrum ke-80 SMAK St. Albertus Malang Yosef Widaryanto, S.Pd mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk aksi nyata sebagai usaha memberikan sumbangsih pada dunia pendidikan.Kerena tidak dapat dipungkiri bahwa kurikulum yang saat ini menjadi dasar pelaksanaan pembelajaran terjadi kesimpangsiuran Informasi antara sekolah dan instansi yang terkait sangat beragam. Dengan kegiatan melalui seminar nasional ini diharapkan ada penyelarasan pandangan,  serta pemahaman yang jelas mengenai kurikulum 13.

Seminar Nasional inipun digelar berkat kerjasama apik antara SMAK Albertus Malang dengan para alumninya yang tergabung dalam Ikesa. (fan)

USAID PRIORITAS Harapkan Ilmu Guru Jangan Disimpan Sendiri.

 

 

Dedik Kurniawan narasumber penulisan yang baik membagikan teik, tips fan pengalamannya falam melakukan penulisan (fanfi harianto)

Dedik Kurniawan narasumber penulisan yang baik membagikan teik, tips fan pengalamannya falam melakukan penulisan (fandi harianto)

MALANG – Ratusan ribu tenaga pendidik yang ada di Jawa Timur pada semua jenjang pendidikan yang ada , diakui atau tidak memiliki banyak keahlian dan juga kelebihan pada berbagai bidang. Banyaknya pengalaman yang dimiliki oleh para pendidik itu sayangnya tidak dapat diimbaskan pada rekan guru lainnya. Jika transfer ilmu dilaksanakan secara face to face, secara personal tentunya memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Hal itulah yang mendasari USAID  PRIORITAS menggelar workshop bertajuk Penulisan Yang Baik untuk Fasilitator Daerah pada Sabtu, 30/4 di Kantor Terpadu Pemerintah Kota Batu. Wirkshop inipun diikuti oleh 34 fasda yang berasal dari jenjang pendidikan SD dan SMP.

 ” Workshop ini salah satunya untuk mengatasi kesulitan guru dalam menuangkan ide, gagasan dan pemikiran dalam bentuk tulisan. Sehingga ke depan pendidik tidak menemui kendala dan juga masalah baik itu bagi sistem pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik yang bersangkutan maupunbkendala lainnya. Karena saat ini ada kebijakan yang mensyaratkan kenaikan pangkat dan golongan pendidik yang berstatus PNS dapat dilakukan apabila telah melalui serangkaian syarat. Salah satunya melalui penulisan karya ilmiah ataupun sejenisnya dan yelah dipublikasikan ” tutur Dian Kusumadewi Spesialis komunikasi USAID PRIORITAS Jatim

Lebih lanjut wanita berjilbab yang akrab disapa Dian  itupun mengatakan bahwa dalam workshop ini tidak hanya diisi dengan materi biasa. Namun juga memberikan wawasan dan pengetahuan kepada peserta mengenai seluk beluk penulisan.

Beberapa diantaranya langkah  mudah dalam menulis, bagaimana menjaring penerbit agar bersedia mempublikasikan karya tulis yang telah dibuat, serta langkah awal menentukan sistem pembelian hasil karya. Baik itu kontan maupun dalam bentuk sistem royalti.

Workshop ini menghadirkan narasumber Dedik Kurniawan yang juga merupakan guru MTs Nurul Huda Kalanganyar Sedati Sidoarjo. Pria berkacamata yang akrab disapa Dedik itupun sengaja dihadirkan karena sepak terjangnya yang sungguh memukau. Dalam kurun waktu 2009 hingga 2016 ini dirinya mampu menghasilkan 56 judul buku. Enam judul buku diantaranya masuk dalam best seller.

” Dalam menulis hindarkan mindset uang atau mencari materi atau bahkan royalti. Namun utamakan pada niat membagi ilmu dan menularkan pengetahuan. Rejeki itu akan datang dengan sendirinya. ” tutur Dedik

Lebih lanjut Dedik mengatakan dari niatan ikhlasnya menulis untuk menularkan ilmu dan membagi pengetahuan dirinya kini dianugerahi materi yang berkecukupan.

Pada akhir sesinya, Dedik menekankan jangan menunda untuk menulis jika memiliki ide atau gagasan. Jangan sampai terjebak pada rasa takut salah, jangan merasa tidak bisa. Ingat penulis penulis hebat yang inspiratif seperti Agnes Jessica, Andrea Hirrata maupun Habibur Rahman awalnya menulis karena iseng dan tergelitik oleh keadaan yang ada disekitarnya. (fan)