Get Adobe Flash player
KALENDER
October 2016
M T W T F S S
« Sep    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
AFILIANSI


Gugus V Klojen Matangkan Konsep GLS Agar Tidak Sekedar Asal Jalan Tanpa Konsep

Pertemuan anggota Gugus V Kecamatan Klojen membahas pelaksanaan GLS agar berjalan dengan efektif (fandi harianto)

Pertemuan anggota Gugus V Kecamatan Klojen membahas pelaksanaan GLS agar berjalan dengan efektif (fandi harianto)

Malang – Agar tidak hanya memenuhi kewajiban dan menjalankan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) secara asal – asalan, Gugus V Kecamatan Klojen mematangkan konsep implementasi GLS agar terlaksana dengan baik sesuai harapan semua pihak.

Untuk itulah pada Sabtu, 1 Oktober 2016 bertempat di SDN Bareng 2 Malang anggota Gugus V Kecamatan Klojen yang terdiri atas SDN Bareng 1, SDN Bareng 2, SDN Bareng 3, SDN Bareng 4, SDN Bareng 5, SDN Gading Kasri, SDK Santa Maria 2, dan SD Bina Budi Mulia melakukan pertemuan membahas secara konkret program kerja pelaksanaan GLS dilingkungan Gugus V Kecamatan Klojen yang diketuai oleh Anton Henawanto itu.

Ketua K3S Kecamatan Klojen yang juga merupakan kepala SDN Bareng 1 Malang, Drs. H. Samsul Arifin, MM mengatakan bahwasannya kegiatan ini merupakan imbas ilmu yang didapat oleh anggota Gugus V Kecamatan Klojen yang telah mengikuti pelatihan literasi yang digelar oleh USAID Prioritas Jawa Timur beberapa waktu yang lalu.

” GLS yang kami jalankan ini nantinya tidak hanya sekedar pada kegiatan membaca semata. Namun juga menumbuh kembangkan kemampuan anak didik untuk nerkomunikasi serta memahami isi atau muatan nilai – nilai budi pekerti luhur dari buku atau tulisan yang mereka baca maupun mereka susun ” terang Anton Henawanto.

Pada pertemuan persiapan GLS kali ini nampak hadir para kepala sekolah, guru kelas rendah dan guru kelas tinggi dilingkungan Gugus V Kecamatan Klojen.

Beberapa hal yang dibicarakan dalam pertemuan persiapan pelaksanaan GLS ini diantaranya konsep dasar literasi yang terdiri dari lima aspek yakni literasi dasar, literasi perpustakaan, literasi teknologi, literasi media, dan literasi visual.

Dari pertemuan ini ada beberapa point acuan yang digunakan dalam menjalankan program GLS dianataranya mengajak siswa untuk aktif dalam GLS, melakukan sosialisasi dan komunikasi yang baik dengan siswa, orang tua, guru, komite dan juga tenaga kependidikan yang ada disekolah masing – masing.

Point ketiga yakni menyediakan buku bacaan yang representatif serta aspiratif sesuai dengan kebutuhan serta usia anak didik, mengalokasikan waktu khusus antara 10 sampai 15 menit untuk melakukan kegiatan membaca bersama, mencanangkan program one child one book, dan adanya kebijakan target membaca.

Agar siswa bersemangat dan antusias menjalankan program GLS, Gugus V Kecamatan Klojen bakal menggelar reading award bagi siswanya hang telah membaca buku dengan jumlah tertentu dalam kurun waktu tertentu. Pelatihan menulis juga akan diberikan pada siswa untuk menumbuhkembangkan ketrampilan menulis pada diri peserta didik.

” Untuk mengefektifkan dan mencapai hasil yang diinginkan, point – point yang telah kami sepakati itu nantinya akan dibagi dalam beberapa tahapan. Ada tahapan harian, mingguan, bulanan, serta per semester. Dan dalam waktu dekat Gugus V Kecamatan Klojen akan menggelar gerakan membaca massal ribuan siswa yang merupakan anak didik anggota V sekaligus sebagai bentuk kegiatan memperingati bulan bahasa.” tutur Anton Henawanto.

Ketua K3S Klojen Drs. H. Samsul Arifin, MM menambahkan bahwasannya dalam waktu dekat ini akan kembali menggelar pertemuan dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidang literasi, agar anggota Gugus V Kecamatan Klojen lebih paham dan mengerti apa yang dimaksud dengan literasi yang baik dan benar. (fan)

FIP UM Ajak Guru Gugus V Kecamatan Klojen Tingkatkan Kompetensi Diri Melalui Workshop Penyusunan RPP.

Prof. Sa'dun didampingi Kepala SDN Bareng 4 Malang Isnaeni menyimak pemaparan narasumber workshop (fandi harianto)

Prof. Sa’dun didampingi Kepala SDN Bareng 4 Malang Isnaeni menyimak pemaparan narasumber workshop (fandi harianto)

Malang – Bertempat di aula SD Bareng 4 Malang kawasan jalan Simpang Kawi 11 Malang, sekitar 20 guru yang bertugas di Gugus V Kecamatan Klojen diajak Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (FIP UM) meningkatkan kompetensi diri melalui workshop penyusunan RPP tematik dengan pendekatan scientific.

Gelaran workshop tahap pertama inipun dilaksanakan pada Sabtu 1 Oktober 2016. Dan rencananya akan dilanjutkan pada tahap 2 yang bakal digelar 8 Oktober 2016 dan ditutup dengan pelaksanaan workshop yang dilaksanakan pada 22 Oktober 2016 mendatang.

Workshop inipun menghadirkan beberapa narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya yakni Prod. Sa’dun Akbar, M.Pd dosen FIP dan juga dosen Pasca Sarjana UM, Ni Luh Sakinah Nur Aini, S.Pd., M.Pd, Yuaniawatika, S.Pd, M.Pd yang merupakan dosen FIP.

” Workshop ini merupakan sebuah upaya nyata dari pengabdian UM pada masyarakat terutama pada sektor pendidikan. Selain itu workshop ini sengaja kami adakan melihat masih banyaknya pendidik yang belum menemukan formulasi yang tepat mengenai integrasi karakter pada proses pembelajaran ” terang Prof. Sa’dun Akbar , M.Pd yang juga merupakan penanggung jawab kegiatan workshop ini.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Prof. Sa’dun itupun menjelaskan bahwasannya workshop ini terbagi atas tiga tahap. Tahap awal yakni koreksi serta evaluasi terhadap RPP yang telah dibuat oleh para guru berdasarkan instrumen yang telah ditentukan oleh Kemendikbud. Pada pelaksanaan workshop tahap dua, guru akan dibimbing untuk membuat/menyusun RPP yang sesuai dengan instrumen yang ada.

Sedangkan pada pelaksanaan ketiga, peserta workshop akan melakukan presentasi sekaligus juga evaluasi dan revisi. Sehingga harapannya setelah mengikuti workshop ini guru memiliki kemampuan menyusun RPP yang sesuai dengan instrumenbyang digariskan oleh Kemendikbud.

Untuk mencapai tujuan yang diharapkan itulah maka materi materi yang disajikan dalam workshop ini diantaranya tata cara serta strategi menyusun RPP sesuai dengan kaidah Kurikulum 2013, sehingga harapannya tumbuh kesadaran dalam diri guru untuk terus melakukan koreksi diri demi peningkatan kompetensinya.

Sementara itu Isnaeni, S.Pd., M.Pd selaku tuan rumah sekaligus Kepala SDN Bareng 4 Malang menguraikan bahwasannya peserta workshop ini berasal dari anggota Gugus V Kecamatan Klojen yang terdiri atas SDN Bareng 1, SDN Bareng 2, SDN Bareng 3, SDN Bareng 4, SDN Bareng 5, SDN Gading Kasri, SDK Santa Maria 2, dan SD Bina Budi Mulia.

Pada awal pemberian materinya, Prof. Sa’dun Akbar, M.Pd menekankan bahwasannya tujuan mulia daripada penerapan Kurikulum 2013 oleh Kemendikbud tidak lain adalah menyiapkan generasi penerus bangsa yang kreatif dan juga produktif. Sehingga dimasa mendatang bangsa Indonesia tidak hanya sebagai konsumen semata namun beralih sebagai negara produsen. (fan)

Kembali Pelajar Kota Pendidikan Harumkan Nama Kota Malang Tingkat Nasional.

Shevia Widi (kiri) dan Nessa Adinda ( kanan) berpose bersama Walikota Malang HM. Anton (fandi harianto)

Shevia Widi (kiri) dan Nessa Adinda ( kanan) berpose bersama Walikota Malang HM. Anton (fandi harianto)

Malang – Wajah sumringah sekaligus bangga tidak dapat disembunyikan dari wajah dua pelajar Kota Malang. Lewat Lomba Festival Keroncong Muda Pilar Indonesia tingkat Nasional Shevia Widi yang kini duduk di kelas X SMAN 3 Malang dan Nessa Adinda pelajar SMPN 4 Malang yang kini duduk di kelas VIII kembali harumkan nama Kota Malang dengan menyabet juara 2.

Ekspresi sumringah Shevia Putri pasangan dari Putut Wijanarko dan Almh. Dina Harining itu tidak lepas dari apresiasi Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan yang menghadirkannya di upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Sabtu, 1 Oktober 2016 di Halaman Balaikota Malang.

” Sungguh sebuah moment yang sangat berarti bagi saya. Ini juga merupakan penghargaan tersendiri bagi saya dihadirkan dan bertemu secara langsung dengan Walikota Malang HM. Anton.” tutur dara kelahiran Malang 19 Oktober 2000 silam itu

Sementara itu Nessa Adinda putri pasangan Eddy Prijono dan Sundari Ningsih itu merasa ada kebanggaan tersendiri saat mampu mempersembahkan sesuatu yang dapat membawa nama baik kota Malang.

” Perhatian Walikota Malang HM. Anton terhadap apa yang saya kerjakan menjadi sebuah kebanggan dan dapat mengikis pandangan negatif terhadap musik keroncong. Karena teman – teman sebaya kebanyakan masih menganggap keroncong musik yang kurang modern dan tidak kekinian. ” tutur dara kelahiran Bandung 4 Maret 2003 silam itu.

Saat ditanya mengapa Shevia dan juga Dinda gemar akan musik keroncong yang notabene identik dengan golongan tua, keduanya kompak menjawab selain kedua orang tua mereka gemar akan musik keroncong, ada ketenangan jiwa saat mendengarnya dan ada sebuah tantangan tersendiri saat mengeluti dunia musik keroncong.

Kedua pelajar itupun mampu menjadi jawara 2 dalam Lomba Festival Keroncong Muda Pilar Indonesia tingkat Nasional yang digelar pada 3 September 2016 lalu di sekolah Cibubur Jawa Barat dengan menyisihkan ratusan konstestan asal penjuru nusantara. (fan)

Bayar SPP di SMKN 6 Malang Cukup Dengan Sampah.

Nampak siswa siswi SMKN 6 Malang memilah sampah di Bank Sampah (fandi harianto)

Nampak siswa siswi SMKN 6 Malang memilah sampah di Bank Sampah (fandi harianto)

Malang – Tidak hanya berkomitment pada gerakan peduli lingkungan dan juga peduli pada wong cilik dalam konteks teori semata. Namun SMK Negeri 6 Malang yang kini dikepalai oleh Dra. Dwi Lestari, M.M melakukan aksi nyata dengan mengandeng Bank Sampah Kota Malang. Dengan adanya kerjasama ini siswa SMKN 6 Malang uang berjumlah ratusan itu dapat membayarkan SPP mereka cukup dengan sampah uang mereka tabung.

Launching Bank Sampah di SMKN 6 Malang itupun dihadiri secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM serta Kasie Kurikulum Bidang SMP, SMA dan SMK Drs. Ec Budiono dilakukan pada Jum’at 30 September 2016.

” Program Bank sampah dengan gerakan menabung aampah ini tidak hanya sekedar upaya untuk mengolah sampah semata sehingga kebijakan ramah lingkungan dapat diwujudkan. Namun melalui program ini sampah yang sebelumnya dianggap tida berguna bernilai ekonomis. Sampah yang dikumpulkan para siswa ini selanjutnya dicatat dibuku tabungan sampah yang telah disediakan oleh Bank sampah sehingga diharapkan setelah terkumpul uangnya dapat dipergunakan memenuhi kebutuhn sekolah salah satunya membayar SPP. ” jelas Kepala SMKN 6 Malang, Dra. Dwi Lestari, M.M

Lebih lanjut wanita berkacamata yang sebelumnya mengepalai SMKN 11 Malang itupun mengatakan bahwasannya gerakan menabung sampah ini sudah dimulai sejak dua bulan lalu. Dan baru hari ini secara resmi dilaunching oleh Ibu Zubaidah selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang.

Prosedur menabung sampah di Bank Sampah SMKN 6 Malang inipun sangat sederhana. Sampah yang dibawa siswa dari rumah disetorkan kepada petugas Bank Sampah untuk selanjutnya ditimbang beratnya.

Setelah itu petugas bank sampah akan mencatat nilai nominal dari sampah yang disetorkan di buku tabungan masing masing siswa. Seperti misalnya sampah plastik yang satu kilo harganya delapan ribu akan dicatat sesuai berat sampah plastik yang disetorkan siswa.

Lebih hebatnya lagi, kegiatan menabung sampah di SMKN 6 Malang ini dipastikan tidak mengganggu atau bahkan mengurangi jam pembelajaran. Karena pihak SMKN 6 Malang memberikan jadwal menabung yakni pada saat istirahat.

” Dengan program yang dicanangkan ini saya berharap dapat menumbuh kembangkan jiwa kemandirian siswa, jiwa kewirausahaan, serta rasa peduli pada lingkungan. Sehingga tidak akan lagi ditemui sampah yang dapat membahayakan kehidupan di masa mendatang karena semua dimanfaatkan dengan baik. Apalagi dari hasil menabung sampah ini dapat digunakanbuntuk membayar sampah. ” tutur Zubaidah dalam sambutannya.

Sementara itu, Drs. Ec. Budiono, Kasi Kurikulum SMP, SMA SMK Dindik Kota Malang menambahkan, kegiatan ini juga sangat mendukung adanya upaya peningkatan pertumbuhan karakter siswa dalam budaya bersih. Gerakan ini setidaknya dapat memberi contoh konkrit bagi masyarakat untuk menciptakan kota Malang sebagai kota bebas dari sampah. (fan)