Get Adobe Flash player
KALENDER
July 2016
M T W T F S S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
AFILIANSI


Halal Bi Halal K3S Lowokwaru Ajang Perkenalan dan Juga Asah Kreasi

Anggota K3S Lowokwaru bersama Kepala Dinas Pendidikan dan kepala UPT Pendas Lowokwaru berfoto bersama (winarto/fandi harianto)

Anggota K3S Lowokwaru bersama Kepala Dinas Pendidikan dan kepala UPT Pendas Lowokwaru berfoto bersama (winarto/fandi harianto)

Malang – Bertempat di Gedung Graha Tirta, Jl. Bendungan Sengguruh, Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu, 30 Juli 2016 berlangsung Halal Bi Halal tenaga pendidik dan tenaga Kependidikan di lingkungan Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Ketua Panitia, Drs. H.M. Shodiq, M.Si menuturkan bahwa halal bi halal yang digelar oleh Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Kelompok Kerja kepala sekolah (K3S) Kecamatan Lowokwaru menuturkan bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaaan kepada Allah SWT serta mempererat tali silaturahmi insan pendidikan di lingkungan Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Halal bi halal inipun tidak hanya diikuti oleh insan pendidikan semata, namun juga turut dihadiri pula oleh Camat, Kapolsek, Kepala KUA. Sedangkan unsur insan pendidikan yang hadir diantaranya jajaran UPT Kecamatan Lowokwaru, Pengawas SD, Kepala Sekolah dan 850 pendidik dan tenaga kependidikan dari jenjang SD/MI Negeri dan swasta.

Sementara itu Kepala UPT Kecamatan Lowokwaru Rasmanuddin, SE, M.Pd, dalam sambutannya berharap dengan adanya halal bi halal ini akan terjalin keakraban di antara pendidik dan tenaga kependidikan sekecamatan Lowokwaru. Selain sebagai ajang silaturahmi, gelaran halal bi halal inipun sejaligus sebagai wadah perkenalan Kepala UPT Pendidikan Dasar Kecamatan Lowokwaru yang baru aktif menjabat mulai tanggal 11 Juli 2016.

Halal bi halal keluarga besa Pendas Lowokwaru ini juga di isi dengan taisiyah yang dibawakan oleh KH. Nur Wachid atau biasa disapa Gus Wahid yang merupakan Kyai asli Arema asal Sumbersari Kota Malang.

Selain itu halal bi halal inipun juga dipergunakan sebagai wahana mengasah kemampuan anak didik dilingkungan kecanatan lowokwaru dengan menampilkan dai cilik Mohammad Rizky Romadhon As Syafi’i siswa asal SDN Percobaan 1 yang merupakan pemenang lomba Dai Cilik se Malang Raya 2016 yang diselenggarakan oleh SMPN 3 Kota Malang beberapa waktu lalu. Tidak ketinggalan tabuhan dan alunan grup Hadrah SDN Ketawanggede serta lantunan Asmaul Husna SDN Tunjungsekar 3 Malang turut ditampilkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM dalam sambutannya mengajak dai Cilik Rizky turut mendampingi disisinya saat menyampaikan pesan . Zubaidah berharap agar guru sabar dalam menunaikan tugasnya, tidak bermain hp pada saat mengajar serta menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

Sedangkan dalam tausiyahnya Kyai Arema Gus Wahid mengatakan bahwa guru adalah profesi terbaik. Karena dari guru akan lahir tentara, walikota, Presiden dan bahkan kyai. Guru adalah profesi yang paling mulia, oleh karena itu pantas kalau mendapatkan kesejahteraan yang baik. Karena amal ilmunya, guru layak mulia di dunia dan akhirat, dengan catatan melaksanakan kewajibannya dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Agar guru dapat hidup mulia dunia akhirat, Gus Wahid menyampaikan ada lima kunci. Yakni ikhlas dan yakin, rajin dan disiplin, menjadi tauladan, cinta pimpinan dan taat perintah serta kompak dan rukun. (winarto/fan)

Percepat Pemahaman Pembelajaran K3S Lowokwaru Adakan Workshop K13 Revisi

Peserta workshop K13 Revisi Kecamatan Lowokwaru melakukan selingan atasi kebosanan dalam pembelajaran (Ist. Winarto)

Peserta workshop K13 Revisi Kecamatan Lowokwaru melakukan selingan atasi kebosanan dalam pembelajaran (Ist. Winarto)

Malang – Seperti halnya Kecamatan lainnya yang ada di Kota Malang, pun demikian pula di Kecamatan Lowokwaru pada Selasa 26 Juli 2016 hingga 1 Agustus 2016 melaksan akan Pelatihan revisi K13 yang bertempat di SDN Tlogomas 2 Malang.

Pada gelaran Pelatihan revisi K13 se Kecamatan Lowokwaru kali ini diikuti oleh 93 peserta dari 68 SD/MI. Pelaksana teknis kegiatan inipun sepenuhnya ditangani oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Lowokwaru yang diketuai oleh Adi Susilo.

” Hari ini merupakan gelaran hari keempat pelatihan revisi K13 guru kelas empat se Kecamatan Lowokwaru. Dari pelatihan ini diharapkan guru kelas empat langsung dapat mengaplikasikannya pada metode pembelajaran di sekolah masing-masing sesuai dengan aturan yang telah dikeluarkan oleh Kementian Pendidikan dan Kebudayaan”, tutur Adi.

Lebih lanjut, pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala SDN Percobaan 1 Malang itupun menjelaskan bahwasannya mayoritas guru kelas empat sangat menyukai kebijakan baru ini, terutama pada bidang penilaian. Karena seperti yang kita ketahui bersama, metode penilaian K13 sebelum direvisi menggunakan parameter angka 1 hingga angka 4.

Pada revisi K13 ini, metode penilaian dikembalikan pada parameter angka 1 hingga angka 100. Selain mempermudah guru memberikan penilaian, para orang tua siswa pun tidak binggung menganalogikan nilai yang didapat putra putri mereka.

Pada Pelatihan revisi K13 Kecamatan Lowokwaru yang dibuka sehari sebelumnya oleh Rasmanuddin, SE, M.Pd, Kepala UPT Pendas Lowokwaru itupun menghadirkan para narasumber yang berkompeten. Beberapa narasumber tersebut diantaranya S. Sujono, M.Pd, Dra. Wahyuni Ismiatie, M.Pd, Dra. Indah Warniati dan Dra. Nur Duhati, M.PdI, kesemuanya Pengawas SD Kecamatan Lowokwaru.
Sedangkan dari unsur Kepala Sekolah menghadirkan Drs. Supriadi, M.Pd, Drs. Winarto, M.Pd dan Drs. Suyanto, M.KPd.

USAID PRIORITAS JATIM Tiada Henti Tingkatkan Mutu Pendidikan.

Sesi interaktif pelatihan USAID PRIORITAS Jawa Timur (fandi harianto)

Sesi interaktif pelatihan USAID PRIORITAS Jawa Timur (fandi harianto)

Malang – Untuk sekian kalinya USAID PRIORITAS JAWA TIMUR menggelar workshop sekaligus bimtek pada para pendidik yang ada di wilayah Propinsi Jawa Timur. Kali ini workshop yang digelar NGO pimpinan Silvana Erlina otupunbmenggelar workshop bertajuk keterampilan menyimak mengantarkan sekolaah menjadi sukses. Gelaranbyang diadakan di Atria Hotel pada 28 hingga 30 Juli itupun diikuti oleh 60 peserta dari 6 kabupaten dan kota mitra USAID PRIORITAS Jawa Timur.

Pada workshop kali ini peserta diajari ketrampilan menyimak dengan permainan peran. Dua orang peserta memerankan kepala sekolah dan seorang peserta memerankan anak didik untuk saling berkomunikasi dengan berbagai posisi. Posisi pertama yang diperagakan yakni berkomunikasi dengan saling membelakangi, duduk berjajar dan posisi terakhir aaling berhadapan.

Usau menjalani komunikasi peran, peserta kemudian diajak untuk evaluasi manakah posisi yang tepat dan mendapatkan hasil maksimal. Dari hasil evaluasi komunikasi peran, ternyata keterampilan menyimak akan mendapatkan hasil yangmaksimal manakala terdapat tatap muka, saling berkomunikasi, saling terbuka dan saling mendukung.

” Program yang dicanangkan sekolah sebaik dan sesempurna apapun akan banyak menemui kendala manakala adanya ketidak lancaran ataupun kebuntuan komunikasi. Cara penyampaian dan juga cara berkomunikasi yang kurang tepat dapat mengakibatkan pencapaian hasil yang diinginkan tidak dapat berjalan maksimal” terang koordinator USAID PRIORITAS Jawa Timur Silvana Erlina.

Silvana menambahkan bahwasannya beberapa fakta dan juga pengalaman yang ada, kelancaran komunikasi yang melahirkan rasa saling dukung, saling pengertian dan juga keterbukaan akan mampu mewujudkan sekolah menuju kesuksesan. Karena program yang dicanangkan atau disusun didukung sepenuhnya oleh pihak pihak yang terkait.

Selain menyajikan keterampilan menyimak, dalam gelaran workshop USAID PRIORITAS Jawa Timur kali ini juga menyajikan pemaparan materi penguatan budaya baca di sekolah dengan empat point penekanan. Diantaranya evaluasi dan observasi berjalannya program budaya baca disekolah, inovasi dan kreasi demi penongkatan budaya baca, penyusunan rencana pengembangan budaya baca, serta komunikasi intensif antar keluarga besar yang ada di masing masing sekolah dalam mendukung dan mensukseskan budaya baca.

” Untuk kota Malang saat ini budaya baca sudah mulai dikembangkan dan dilakukan melalui pembiasaan. Ada waktu khusus bagi siswa secara bergiliran diwajibkan mendatangi perpustakaan yang ada disekolah dan para siswa memilih buku yang mereka sukai. ” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah MM.

Zubaidah juga berharap intensitas kerjasama antara Dinas Pendidikan Kota Malang dengan Pihak USAID PRIORITAS Jawa Timur dalam rangka mewujudkan pendidikan yang berkualitas dapat ditingkatkan. Sehingga Kota Malang tidak hanya dijadikan tempat pelatihan semata, namun insan pendidikan Kota Malang juga diajak turut serta dalam pelatihan. (fan)

M. Kholidun Tumbuhkan Budaya Baca Nekat Keluarkan SK

M. Kholidun menunjukkan buku hasil program budaya membaca disekolahnya (fandi harianto)

M. Kholidun menunjukkan buku hasil program budaya membaca disekolahnya (fandi harianto)

Malang – Mungkin langkah Kepala Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Sabilillah (MIUS) Kabupaten Lamongan dapat ditiru oleh para kepala sekolah yang ada di Kota Malang. Demi mewujudkan budaya membaca pada tenaga pendidik, tenaga kependidikan terutama pada anak didiknya, Kepala MIUS nekat keluarkan Surat Keputusan demi mewujudkan budaya baca di sekolah yang dipimpinnya itu.

Surat Keputusan bernomor 178/SK.Kep/P.1/III/2016 itupun berisikan program teras baca, one day one sheet, waqaf buku, gerakan MIUS menulis baik untuk siswa maupun bagi guru, membaca massal, membaca buku cerita fiksi dan non fiksi sebelum jam pembelajaran.

” Program ini sebenarnya berawal dari kegemaran saya membaca. Namun sebelum bergabung dan dibina oleh USAID Prioritas Jawa Timur saya belum mengerti teknik membaca yang baik fan benar sehingga dapat menjadi budaya yang baik. ” tutur Kepala MUIS M. Kholidun, M.PdI saat di temui disela sela pelatihan oleh USAID Prioritas Jatim.

Lebih lanjut pria yang memimpin MUIS sejak awal tahun pendirian 200i lalu itupun menambahkan, dari Surat Keputusan yang dia keluarkan membuahkan hasil dengan terbitnya empat buku hasil karya siswa dan guru yang diterbitkan secara swadana oleh pihak sekolah, pendirian gubug baca, dan juga wisata edukasi.

Pria kelahiran 51 tahun silam itupun mengatakan kesuksesan budaya baca pada 631 siswanya tidak terlepas dari dukungan serta kerjasama dari pihak paguyuban orangtua walimurid. MUIS pun juga berupaya membuka kerjasama dengan pihak perusahaan yang ada di Lamongan.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM terkesan dengan inovasi Kholidun. Dirinya berharap kreasi dan juga inovasi Kholidun dapat ditiru dan dijalankan oleh para kepala sekolah yang ada di Kota Malang (fan)