Get Adobe Flash player

SDN Bandulan 5 Malang Dulu SD Pinggiran Kini SD Idaman.

Suharsono membudayakanvmengapresiasi prestasi siswa untuk memotivasi siswa lainnya agar dapat berbuat serupa (fandi harianto)

Suharsono membudayakanvmengapresiasi prestasi siswa untuk memotivasi siswa lainnya agar dapat berbuat serupa (fandi harianto)

Malang – Keberadaannya yang diapit kawasan persawahan di daerah jalan Bandulan Baru No. 152 Malang, membuat sekolah yang dikepalai oleh Drs. Suharsono, M.Pd sejak tahun 2014 silam itupun dipandang sebelah mata oleh masyarakat sekitar.

Hal itulah yang mendorong Suharsono untuk mengikis mindset warga bahwa SD yang dipimpinya itu merupakan sekolah pinggiran dan buangan bagi siswa yang tidak diterima di SD pilihan utamanya. Dengan berbekal niatan meningkatkan kualitas pendidikan yang ada, seluruh elemen SDN Bandulan 5 Malang bahu membahu mulai melakukan penataan baik secara fisik maupun non fisik.

Sekolah yang berdiri sejak tahun 1993 itupun kini memiliki sarana prasarana yang tidak kalah dengan sekolah lainnya. Diantaranya terdapat mushola bagi pembinaan sisi religius siswa siswinya yang kini berjumlah 166 siswa,  taman sekolah yang asri, hingga pendukung sarana pembelajaran yang memadai.

” Kalau dulu kami sangat susah untuk mencari murid, namun kini masyarakat yang berbondong – bondong menyekolahkan buah hati mereka disini. Sampai – sampai kami kewalahan karena overload dari kapasitas yang kami sediakan ” tutur Suharsono, Kepala SDN Bandulan 5 Malang.

Lebih lanjut kepala sekolah yang energik dan penuh dengan semangat itupun menuturkan bahwa kondisi saat ini sangat bertolak belakang pada dua tahun silam. Namun berkat kerjasama dan bantuan dari berbagai pihak yang berkepentingan, termasuk komite sekolah, orang tua siswa, pendidik, maupun Dinas Pendidikan kota Malang, lambat laun eksistensi SDN Bandulan 5 Malang mendapatkan apresiasi tersendiri dari masyarakat.

” Keterbatasan, kekurangan dan juga kelemahan suatu sekolah tidak harus dijadikan alasan oleh kepala sekolah untuk tidak mengembangkan sekolah yang dikepalainya. Justru dengan adanya kelemahan maupun kekurangan yang ada, kepala sekolah harus berinovasi dan berkreasi untuk menutupi kekurangan yang ada dan dapat meningkatkan kuliatas sekolah yang dipimpinnya ” tutur Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM menanggapi kemajuan yang telah diraih oleh SDN Bandulan 5 Malang.

Lebih lanjut, Zubaidah berharap agar kepala sekolah lainnya dapat mengikuti langkah – langkah inovatif yang telah diterapkan oleh SDN Bandulan 5 Malang dalam mengatasi keterbatasan maupun kekurangan yang ada.

SDN Bandulan 5 Malang tidak hanya melakukan pembinaan dan pengembangan bakat minat anak didiknya melalui ekskul pramuka, paskib , tari, banjari, dan  karate saja. Namun SDN Bandulan 5 Malang juga melakukan program pembelajaran dengan sistem high – medium – low. Dengan adanya sistem pembelajaran tersebut pendidik memiliki peta kemampuan siswa dalam tingkatan akademiknya. Maka berdasarkan penetaan itulah kemudian pendidik dan kepala sekolah bersinergi menentukan langkah antisipasi.

Jika siswa masuk dalam kategori high maka akan dimantapkan penguasaan materinya. Sedangkan jika siswa masuk dalam kategori medium akan dilakukan pembimbingan khusus. Bagi siswa yang masuk dalam zona low, maka akan dilakukan pembimbingan, pembinaan dan optimalisasi pada siswa bersangkutan melalui jam pelajaran tambahan. Hasilnya dapat dilihat output yang dihasilkan oleh SDN Bandulan 5 Malang itupun mengalami peningkatan yang signifikan. (fan)

Kreatifitas ala SDN Bareng 3 Malang Rayakan Hardiknas.

Salah satu siswa SDN Bareng 3 Malang tampil pada lomba menyanyi tunggal dengan memakai busana tradisional nusantara (fandi harianto)

Salah satu siswa SDN Bareng 3 Malang tampil pada lomba menyanyi tunggal dengan memakai busana tradisional nusantara (fandi harianto)

Malang – Banyak jalan menuju roma, banyak ragam pula kegiatan yang dilaksanakan dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2016 ini. Begipun adanya dengan SDN Bareng 3 Malang yang saat ini dikepalai oleh Anton Henawanto, S.Pd., M.Pd. Kreatifitas ala SDN Bareng 3 Malang Rayakan Hardiknas diantaranya dengan menggelar berbagai lomba diantaranya lomba menyanyi tunggal, fashion show busana daerah nusantara, dan lomba menganyam.

Kegiatan yang diikuti oleh 544 siswa – siswi sekolah yang berada dikawasan jalan Kawi Selatan No. 20 itupun berlangsung semarak. Halaman SDN Bareng 3 Malang bagai mozaik indah gambaran Nusantara yang kaya akan ragam budayanya. Busana daerah nusantara dari sabang hingga merauke dikenakan dengan apik oleh para siswa siswinya.

” Kegiatan ini tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dari komite sekolah , orang tua , tenaga pendidik dan kependidikan. Kegiatan ini merupakan sebuah wadah untuk mengekspresikan bakat dan minat anak didik kami melalui berbagai gelaran lomba yang kami adakan ” tutur Anton Henawanto, Kepala SDN Bareng 3 Malang.

Lebih lanjut, Anton mengatakan bahwasannya dalam kesempatan inipula digelar acara tasyakuran penggunaan ruang kepala sekolah yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja seluruh elemen yang ada di SDN Bareng 3 Malang.

Gelaran ekspresi kreatifitas siswa siswi SDN Bareng 3 Malang inipun juga dihadiri olek ketua kelompok kerja kepala sekolah (K3S) kecamatan Klojen,  kepala sekolah yang ada diwilayah gugus 5 Klojen, kepala SDN Bandungrejosari 2, kepala SDN Balearjosari 1, Kepala SDN Bandulan 5 dan beberapa perwakilan orang tua.

Tidak hanya menggelar kegiatan yang hanya bersifat euforia semata, padavperingatan Hardiknas tahun 2016 ini, SDN Bareng 3 Malang juga menggelar aksi peduli dalam bentuk turut serta memberaihkan jalan kampung yang ada disekitar SDN Bareng 3 Malang. (fan)

Keluarga Ulet Tekun dan Sabar Tema Utama Perayaan Paskah SD se – Klojen

Wakil Ketua K3S Kecamatan Klojen Drs. HM. Bambang Susilo Bekti memberikan sambutan dan sangat mengapresiasi atas digelarnya perayaan Paskah ini (foto oleh SD Kristen Petra)

Wakil Ketua K3S Kecamatan Klojen Drs. HM. Bambang Susilo Bekti memberikan sambutan dan sangat mengapresiasi atas digelarnya perayaan Paskah ini (foto oleh SD Kristen Petra)

Malang – Menyadari betapa pentingnya peranan keluarga dalam membina, membentuk, memelihara dan menumbuh kembangkan generasi yang berkualitas sebagai calon pemimpin dimasa mendatang, menjadi titik perhatian tersendiri bagi keluarga besar pendidik dan karyawan Katolik serta Nasrani di lingkup SD se – Kecamatan Klojen.

Hal itu nampak pada pengambilan tema perayaan Paskah yang dihelat pada Sabtu, 30/4 di SDK Santa Maria 2 Malang jalan Panderman.  Dengan keluarga yang ulet, tekun dan sabar diharapkan mampu menciptakan anak didik yang tidak hanya sukses pada sisi akademis nya saja namun juga pada sisi religiusnya.

Gelaran perayaan Paskah inipun dihadiri tidak kurang dari 250 orang pendidik dan tenaga kependidikan yang mengabdi di sekolah dasar sewilayah kecamatan Klojen. Nampak pula beberapa tamu kehormatan juga turut larut dalam kegembiraan perayaan Paskah. Beberapa diantaranya kepala bidang pendidikan dasar dan PKLK dindik kota Malang, Suyitno, SH., kepala UPT. Pendas Klojen Muflikh Adhim, SE., MM., pengawas Kristen dan Katolik dari Kantor Kementrian agama kota Malang serta jajaran kepala SD baik negeri maupun swasta yang ada diwilayah Klojen.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) kecamatan Klojen sekaligus kepala SDN Kidul Dalem 2 Malang Drs. Hm. Bambang Susilo Bekti mengatakan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi sebuah wadah pemersatu dan menjadi sarana motivasi untuk peningkatan prestasi yang lebih baik.

” Mewakili Dinas Pendidikan Kota Malang kami ucapkan selamat merayakan Paskah semoga apa yang diharpkab dapat terwujud. Dan kegiatan seperti ini secara tidak labgsung menunjukkan kebersamaan dan soliditas antar tenaga pendidikan maupun tenaga kependidikan khususnya di Wilayah Klojen. Dengan kebersamaan yang kuat maka hal – hal negatif dapat dihindari, karena masing – masing person saling mengingatkan dan saling membantu ” tutur Suyitno dalam kata sambutannya mewakili Kepala Dinas Pendidikan kota Malang.

Kebahagiaan dan kemeriahan perayaan Paskah semakin lengkap manakala hadirin serta undangan disuguhi penampilan atraktif anak didik sekolah – sekolah Kristen maupun Katolik. Ada penampilan paduan suara , tari modern dan tari tradisional, penampilan unjuk suara emas, serta permainan grup  band.

Nuansa religi semakin lekat terasa manakala Romo Agustinus Sulistiono O. Carm memberikan khotbah renungan paskah pada para hadirin.

” Perayaan Paskah untuk SD diwilayah kecamatan Klojen ini baru dapat dilaksanakan pada hari ini karena jadwalnya agenda pendidikan terlebih lagi persiapan menjelang digelarnya Ujian sekolah bagi siswa siswi SD.”   tutur ketua pelaksana perayaan Paskah yang juga merupakan kepala SD Kristen Brawijaya Eva Tulak Pongtiku (fan)

Guru Mau Kaya Rajinlah Menulis.

Dedik Kurniawan Guru yang Kaya berkat Rajin Menulis (fandi harianto)

Dedik Kurniawan Guru yang Kaya berkat Rajin Menulis (fandi harianto)

Malang – .Kehidupan memang benar sebuah rahasia Tuhan. Hal itulah yang dialami oleh Dedik Kurniawan. Siapa sangka pria kelahiran Sidoarjo 6 Oktober 1982 silam yang dulunya hanya penjual es buah di pasar itupun kini menjelma menjadi seorang penulis yang mapan akan materi. Guru MTs Nurul Huda Sedati Sidoarjo yang dulunya penjual es, bermertamorfosis menjadi guru dan sukses menjadi penulis dengan royalti yang sangat besar

Dedik yang mengaku tertarik menulis karena sering membaca buku bekas yang dibelinya di bedak pasar tempatnya berjualan itu mengawali mencoba menulis buku pada tahun 2005. Ide dan gagasannyabitupun dituangkan dalam sebuah buku dengan judul The Master of 3 Joomla WordPress Aura CMS.

Kegigihan, kerja keras dan niatan Dedik harus diuji manakala dirinya ditolakvoleh dua penerbit. Baru pada penerbit ketiga tulisan Dedik mendapatkan apresiasi dengan catatan harus bersedia mengeditnya.

” Sebelum menjadi guru saya dulunya seorang penjual buah. Sambil menunggu pelanggan dan pembeli, untuk mengusir rasa bosan saya selalu membaca buku yang saya belu di pasar tempat saya menggelar dagangan ” kenang Dedik.

Lebih lanjut, pria yang kini memiliki seorang putri itupun mengatakan bahwa saat ini dirinya telah berhasil menelurkan 54 judul buku. Dan dua diantaranya menjadi super best seller bahkan penerbit asal Negeri jiran pun berkenan membeli dan menerbitkan hasil karya pria yang tidak tamat kuliah meski tiga kali pindah kampus.

Dedik yang menjadi guru MTs sejak tahun 2007 silam itupun kini menikmati hasil kerja kerasnya dari rajinnya dia menghasilkan tulisan. Rumah yang layak huni, kendaraan yang memadi merupakan bukti nyata keberhasilannya.

” kendala utama guru dalam memulai menulis karena alasan tidak adanya waktu, tidak adanya ide dan yang paling parah yakni rasa malas yang menghinggapi diri para pendidik. ” jelas Dedik saat ditanya kendala guru dalam memulai menulis.

Buku hasil karya Dedik yang masuk best seller dan membuatnya bergelimang materi berkecukupan diantaranya buku dengan judul buku sakti teknik hiking yang merupakan tulisan bukunya yang ke – 16. Sedangkan buku pintar teknik hiking hasil karya tulisnya yang ke – 18 masuk deretan super best seller hingga penerbit asal Malaysia membelinya dan menerbitkan dalam bahasa Melayu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah MM sangat mengapresiasi kreatifitas Dedik. Dirinya berharap agar guru – guru yang ada fi Kota Malang dapat mengikuti jejak Fedik Kurniawan (fan)