Get Adobe Flash player
KALENDER
September 2016
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
AFILIANSI


Arga Laras Seto Dalang Cilik Kebanggaan SDN Bareng 3 Malang.

Aksi Arga (berbusana merah muda) mendalang pada sebuah kesempatan di Jasa Tirta (fandi harianto)

Aksi Arga (berbusana merah muda) mendalang pada sebuah kesempatan di Jasa Tirta (fandi harianto)

Malang – Gencarnya terjangan arus globalisasi yang merubah segala hal termasuk kecintaan pada budaya negeri sendiri ternyata tidak melanda Arga Laras Seto. Dikala teman seusianya asyik bermain dengan gadget atau game – game virtual lainnya, putra pasangan Kateno dan Ni Nyoman Sri ini malah asyik dengan wayang kulit.

Arga yang kini tercatat sebagai siswa kelas III – A SDN Bareng 3 Malang itu sangat gemar dan mencintai warisan leluhurnya itu. Bocah cilik kelahiran Malang, 30 Agustus 2007 silam itu tidak bergeming manakala dirinya diolok olok ndesit dan tidak kekinian (modern) oleh teman – teman sebayanya. Arga tetap rajin dan bersemangat latihan mendalang setiap hari Rabu di Jasa Tirta Kawasan jalan Surabaya.

Olok – olok temannya pudar seiring dengan kegigihan Arga dalam mendalang. Dirinya kini menjadi idola sekaligus kebanggaan SDN Bareng 3 Malang. Hal itu tidak terlepas dari peranan Anton Henawanto sang kepala sekolah serta dewan guru SDN Bareng 3 Malang yang tiada henti memberikan dukungan pada bocah lulusan TK Dharma Wanita Kedung Kandang itu.

” Saya sangat senang sekali dengan cerita wayang Marifat Dewa Ruci. Suatu saat nanti saya ingin memainkan lakon itu pada sebuah pagelaran wayang kulit ” tutur Arga polos layaknya bocah seusianya.

Saat ditanya pernah mendalang pada acara apa saja, Arga sekali lagi menjawab dengan polos dirinya tidak ingat event apa saja yang pernah dilakoninya. Namun dirinya ingat telah mendalang dibeberapa tempat seperti di Jasa Tirta, Mergan dan beberapa tempat lainnya.

Arga mengaku senang mendalang meski dirinya tidak mendapatkan imbalan atau uang saku. Arga hanya mengaku gembira saat diberi kesempatan untuk tampil. Biasanya Arga tampil mulai pukul 19.00 hingga pukul 24.00.

Kegemaran dan kecintaan Arga pada dunia dalang ternyata menurun dari sang Ayah Kateno yang notabene merupakan guru dalang. Dari seringnya diajak mengajar wayang itulah, sejak usia tiga tahun Srga mulai gemar pada wayang dan dunia dalang.

” Jika besar nanti saya bercita – cita ingin menjadi guru seni dan mengajar wayang pada murid – murid ” tutur Arga

Saat ini Arga memiliki beberapa koleksi tokoh wayang kulit diantaranya Anoman kecil, Snoman besar, gunungan wayang, dan Werkudoro. Arga mengaku dirinya akan terus menambah koleksi wayang kulitnya agar lengkap seperti yang dimiliki dalang – dalang lainnya seperti Ki Enthus dan Ki Manteb Sudarsono yang merupakan dalang favoritnya.

Potensi yang dimiliki Arga memang luar biasa. Di usianya yang masih belia ini, dirinya telah mampu mengenal serta jafal jalan cerita lakon wayang kulit Wisang Geni Lahir, Cakilan , Werkudoro memanggil putra putranya, Dewi Amral
maupun Wisang geni gugat (godho inten)

Sementara itu, Kepa SDN Bareng 3 Malang Anton Henawanto mengaku sangat bangga terhadap potensi yang dimiliki oleh anak didiknya itu. Dirinya beserta jajaran SDN Bareng 3 Malang sangat mengapresiasi bakat luar biasa Arga.

” Setiap anak memiliki potensi maupun bakat yang istimewa dan perlu dikembangkan. Tidak hanya pada Arga saja kami menberikan apresiasi dan juga dukungan. Namun pada semua peserta didik kami memberikan perlakuan yang sama istimewanya. Kami mmemberika dispensasi waktu, mempermudah izin peserta didik untuk mengikuti kegiatan pengembangan diri dan hal hal lain seperti turut hadir secara langsung melihat penampilan anak didik kami. Seperti misalnya saat Arga tampil mendalang saya menyempatkan diri untuk menyaksikannya secara langsung ” jelas Anton Henawanto (fan)

Luncuran Sepatu Roda Ninda Sukses Boyong Berbagai Medali.

Ninda dengan berbagai medali yang telah diperolehnya dalam beberapa kejuaraan sepatu roda (fandi harianto)

Ninda dengan berbagai medali yang telah diperolehnya dalam beberapa kejuaraan sepatu roda (fandi harianto)

Malang – Pembawaanya sekilas nampak kalem layaknya anak seusianya. Namun jangan ditanya jika gadis cilik yang memiliki nama Aninda Rizka Cholilla Istiqomah itu berseluncur diatas sepasang sepatu rodanya. Gadis kelahiran Malang 13 April 2002 itupun menjelma menjadi pribadi yang trengginas. Berkat luncuran sepatu roda nya itulah gadis yang sehari hari disapa Ninda itu sukses boyong berbagai medali di beberapa ajang kompetisi baik level lokal, regional hingga level nasional.

Putri kedua pasangan M.Cholil dan Ika Hardini yang kini tercatat siswi kelas IX SMPN 23 Malang itupun tidak hanya mampu membawa nama harum keluarganya semata namun juga membawa nama harum Kota Malang. Beberapa deretan prestasi dalam berbagai bentuk dan jenis medali acapkali hinggap dileher gadis yang belajar bersepatu roda sejak kelas dua Sekolah Dasar itu.

Beberapa kejuaraan dan juga medali yang pernah diraih Ninda diantaranya Kejurnas Piala Bupati Sidoarjo tahun 2011 dengan hasil akhir memperoleh medali perunggu, Kejurnas V3 di Jakarta tahun 2011 raih perak. Dan prestasi terakhir yakni kejurnas Hamengku Buwono tahun 2016 berhasil meraik perunggu di kelas Relly 3000 meter speed D Putri.

” Sepatu roda itu sangat seru dan sangat menantang keberanian. Apalagi saat memacu kecepatan mendahului rival saat berlatih terlebih lagi saat terjun pada sebuah kejuaraan. Halbitu menjadi hal yang membuat saya sangat suka dengan sepatu roda ” tutur Ninda.

Lebih lanjut Ninda mengatakan meski tidak selalu mendapatkan hasil terbaik dalam sebuah kejuaraan tidak menyurutkan langkahnya untuk menekuni olahraga sepatu roda ini. Kegagalan itu malah dijadikan evaluasi dan pembelajaran kenapa dirinya sampai tidak mendapatkan hasil yang terbaik.

Sementara itu ayah Ninda, M. Cholil sangat berbangga pada putri keduanya itu. Meski tidak jarang jatuh bangun dan seringkali cidera tidak menyurutkan semangat putrinya itu untuk terus menggeluti dunia sepatu roda.

” Senyampang niatan dan juga keinginannya positif, kita sebagai orang tua hanya dapat memberikan support serta membantu mewujudkan keinginannya . ” tutur M. Cholil yang selalu setia menemani dan mengantar putrinya itu baik pada saat mengikuti latihan ataupun kejuaraan sepatu roda.

Sementara itu, Kepala SMPN 23 Malang Drs. Slamet Udadi, SH, M.Pd mengaku sangat bangga dengan apa yang dilakukan salah satu anak didiknya itu. Dengan capaian prestasi yang diraih Ninda secara tidak langsung juga mengangkat nama baik sekolah yang dikepalainya itu. Sehingga image sekolah pinggiran yang minim akan prestasi lambat laun akan terkikis dengan sendirinya. (fan)

Tim Juri Budaya Mutu Tingkat Nasional Visitasi SDN Lowokwaru 2 Malang

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM memberikan sambutan pada visitasi tim juri lomba budaya mutu tingkat nasional di SDN Lowokwaru 2 Malang (fandi harianto)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM memberikan sambutan pada visitasi tim juri lomba budaya mutu tingkat nasional di SDN Lowokwaru 2 Malang (fandi harianto)

Malang – Usai melakukan visitasi di SDN Kauman 1 Malang dalam rangka lomba Budaya Mutu tingkat Nasional kategori sekolah pembina atau rujukan, kini giliran SDN Lowokwari 2 Malang yang di visitasi oleh tim juri pada Rabu, 31 Agustus 2016.

Sama halnya di SDN Kauman 1 Malang, tim juri yang melakukan visitasi pengecekan portofolio dengan apa yang ada dilapangan terdiri atas Dr. Gufron’l, Dr. Sukardi, .Prof. Dr. Zaenuri, dan Prof Bambang juga mendatangi SDN Lowowaru 2 Malang.

Sekolah yang kini dikepalai oleh Agus Wahyudi, S.Pd, M.Pd itupun masuk dalam barisan kontestan Lomba Budaya Mutu tingkat Nasional usai lolos pada penilaian tingkat propinsi Jawa Timur. Itu artinya sekolah yang berada di kawasan jalan Tretes 03 Malang itupun tidak hanya sekedar mewakili Kota Malang semata, namun juga mewakili Propinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM mengatakan, jika saat ini tim juri melakukan visitasi mengenai budaya mutu, namun Dinas Pendidikan Kota Malang memiliki Budaya Prestasi. Sehingga setiap jenjang pendidikan yang ada selalu berusaha untuk berprestasi.

” Jika juri menunjuk SDN Lowokwaru 2 Malang ini ditetapkan sebagai juara, Kota Malang siap menjadi sekolah percontohan tingkat nasional. Kami akan berusaha semaksimal mungkin tidak hanya sebagai penggembira semata namun juga mengimplementasikannya dengan baik sesuai dengan aturan yang ada. ” tutur Zubaidah.

Lebih lanjut Zubaidah mengatakan bahwasannya saat ini Dinas Pendidikan Kota Malang melakukan berbagai upaya untuk menciptakan serta mewujudkan generasi yang berbudaya. Melalui slogan Cerdas, Ceria, Cemerlang dan bermartabat, Dinas Pendidikan menggelar berbagai program diantaranya operasi sayang yang bekerjasama dengan pihak kepolisian, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan juga BNN untuk meminimalisir kenakalan pelajar, pemberian penghargaan, pelatihan, workshop, green School Festival, sekolah sehat serta berbagai upaya lainnya.

Sementara itu ketua tim juri visitasi Lomba Budaya Mutu Dr. Gufron Amrulloh mengatakan dirinya aangat terkesan dengan keguyuban yang ditunjukkan insan pendidikan Kota Malang dalam menghadapi aebuah moment layaknya seperti saat ini.

” Kehadiran kami melakukan crosschek terhadap portofolio yang diserahkan ke kemendikbud. Apakah seindah dengan tulisannya ataukah hanya sebuah karangan belaka. Untuk itulah kami melakukan pengecekan lapangan ini. ” turur Gufron.

Kehadiran tim visitasi Lomba Budaya Mutu inipun disambut meriah oleh keluarga besar SDN Lowokwaru 2 Malang. Selain dihadiri secara langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, moment inipun juga dihadiri pula oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di lingkungan kecamatan Lowokwaru, Kepala UPT Pendas Lowokwaru serta suguhan atraksi marching band, tarian serta nyanyian yang dibawakan dengan apik oleh siswa SDN Lowokwaru 2 Malang (fan)

SDN Rampal Celaket 2 Malang Pungkasi HUT RI ke-71 Dengan Jalan Sehat.

Kebersamaan keluarga besar SDN Rampal Celaket 2 Malang Dengan  Komite tampak pada pemberangkatan peserta gerak jalan (fandi harianto)

Kebersamaan keluarga besar SDN Rampal Celaket 2 Malang Dengan Komite tampak pada pemberangkatan peserta gerak jalan (fandi harianto)

Malang – Usai menggelar rangkaian peringatan HUT RI ke-71 dengan berbagai kegiatan seperti lomba pitulasan, lomba keindahan kelas dan gebyar makanan sehat, Senin 1 September 2016 SDN Rampal Celaket 2 Malang gelar gerak jalan sehat sebagai pamungkas HUT Kemerdekaan.

Suasana heroik dan nasionalisme tampak di area sekolah yang nerada dikawasan jalan WR. Supratman 11 A Malang itu. 370 peserta didik dan 30 tenaga pendidik sekolah yang kini dikepalai oleh Dra. Umi Kulsum, M.Pd itupun kompak mengenakan busana berniansa merah putih lengkap dengan ikat kepala.

” Gerak jalan sehat ini merupakan puncak acara peringatan HUT RI tahun 2016 dan mendapat dukungan penuh dari segenap keluarga besar SDN Rampal Celaket 2 Malang. Orang tua siswa sangat antusias dengan kegiatan ini. Hal itu dibuktikan dari 420 buah doorprize yang merupakan hasil partisipasi orang tua siswa dan juga guru ” terang Umi Kulsum.

Lebih lanjut, Umi Kulsum menambahkan bahwasannya pda peringatan HUT RI ke 71 tahun 2016 ini SDN Rampal Celaket 2 Malang juga menggelar gebyar makanan sehat sebagai salah satu upaya menghadapi lomba Adiwiyata Nasional.

” Pada gebyar makanan sehat yang diadakan pada pekan lalu itu, merupakan wadah sosialisasi sekaligus sarana komunikasi antara pihak sekolah, siswa dan juga orang tua tentang makanan sehat. Makanan sehat yang dikonsumsi harus bebas dari 5 P (pewarna buatan, pemanis buatan, plastik, pengenyal dan pengawet) ” tutur Umi Kulsum.

Usai mengikuti gerak jalan sehat, sambil menunggu undian doorprize peserta dihibur dengan berbagai atraksi dan juga unjuk kebolehan siswa maupun tenaga pendidik SDN Rampal Celaket 2 Malang.

” Kami juga menggunakan moment gerak jalan ini sebagai media mengasah kemampuan, percaya diri dan unjuk kebolehan potensi yang dimiliki anak didik kami. Beberapa kebolehan dan unjuk potensi yang tampil dipanggung yang disediakan diantaranya baca puisi, menyanyi, permainan band, tari dan juga penampilan lainnya” terang Umi Kulsum.

Kebersamaan dan hamonisasi yang terjalin antara SDN Rampal Celaket 2 Malang dengan pihak orang tua nampak manakala ketua Drs. Nopendi, SH, MM didampingi Kepala SDN Rampal Celaket 2 Malang memberangkatkan peserta gerak jalan sehat.

” Kepemimpinan Umi Kulsum selama mengepalai SDN Rampal Celaket 2 Malang ini sangat kami apresiasi dengan baik. Beliau selalu memberikan kesempatan pada pihak lain untuk mengembangkan diri. Mengedepankan komunikasi dan juga kekeluargaan dalam segala hal sehingga situasi yang ada di SDN Rampal Celaket 2 Malang ini sangat kondusif dan harmonis ” jelas Ketua Komite SDN Rampal Celaket 2 Malang Drs. Nopendi, SH, MM.

Lebih lanjut Nopendi mengatakan Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari orangtua karena kami menyadari dan juga sangat mengapresiasi langkah dan program kerja agustusan ini karena ini merupakan wujud nyata pembelajaran nasionalisme dan juga pembelajaran perjuangan bangsa. (fan)