Get Adobe Flash player
TIME
Afiliasi


Posts Tagged ‘nisn’

Prosedur NISN

Format nomor :

aaaxxxyyyy (10 digit angka)
dengan makna sebagai berikut:

  • aaa : tiga digit tahun lahir
  • xxxyyyy : tujuh digit nomor urut yang dibagi dalam 2 bagian, yaitu:
    • xxx : tiga digit pengelompokan, dan
    • yyyy : empat digit nomor urut dalam pengelompokan xxx.

Pertimbangan format kodifikasi:

  1. NISN terdiri dari seluruhnya angka dengan jumlah digit seminimal mungkin agar mudah dihafal atau dituliskan untuk keperluan administrasi sekolah, misal ujian nasional atau pendaftaran sekolah.
  2. NISN tidak tergantung pada informasi atau data eksternal yang bisa berubah atau berganti sehingga format ini menjamin akan tetap dalam jangka waktu panjang. Sudah menjadi rahasia umum bahwa standarisasi yang berlaku di Indonesia masih sangat mungkin untuk berubah. Karena itu, satu-satunya informasi eksternal yang masuk dalam format NISN adalah tahun kelahiran siswa karena informasi ini (pasti) tetap dan tidak bergantung pada informasi di luar siswa itu sendiri.
  3. Pemilihan tahun kelahiran siswa adalah salah satu cara untuk mengefisienkan jumlah digit dalam NISN. Dengan asumsi pertumbuhan penduduk sebesar 1,49% maka hanya dibutuhkan 7 digit (maksimal 9.999.999) setelah informasi tahun kelahiran. Kemungkinan berkembang lebih dari 7 digit adalah sangat kecil karena pertumbuhan penduduk (di Indonesia) cenderung menurun dari tahun ke tahun.
  4. Jumlah digit urutan kode 4 digit terakhir bisa berubah (menjadi lebih atau kurang dari 4 digit), walaupun kemungkinan untuk itu sangat kecil.

Kelebihan format kodifikasi:

  1. Dengan kode yang isinya sangat umum dan bersifat nasional, NISN bisa digunakan siswa selama dia bersekolah, di jenjang apa pun, di kota/kabupaten mana pun, mulai TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, bahkan hingga perguruan tinggi. Bahkan, NISN bisa juga dimanfaatkan untuk kepentingan instansi lain di luar Dinas Pendidikan Nasional.
  2. Karena karakter yang digunakan seluruhnya berupa angka dan jumlahnya yang relatif sedikit, proses administrasi sekolah bisa menggunakan NISN dengan mudah. Misalnya dalam pengisian lembar jawaban komputer, pengajuan data BOS, nomor peserta Ujian Nasional, dll.
  3. Adanya pengelompokan memungkinkan adanya kode-kode khusus untuk keperluan khusus tanpa mengubah struktur dasar dari format NISN. Misalnya untuk kode “999″ untuk siswa yang masuk SD di luar negeri atau kode-kode khusus lainnya.

Konsekuensi format kodifikasi:

Karena proposal format NISN ini cenderung bersifat kode identitas tanpa makna (kecuali tahun kelahiran siswa) maka jumlah karakter yang dibutuhkan relatif sedikit. Namun demikian, format ini mempunyai konsekuensi di satu sisi, antara lain:

  1. Untuk mengetahui informasi lebih rinci tentang siswa (pemilik NISN) dibutuhkan sebuah sistem penyedia informasi yang bersifat publik, mudah diakses, dan selalu up-to-date.
  2. Pemberian NISN pada siswa tidak bisa dilakukan secara manual, melainkan harus disediakan oleh sebuah sistem manajemen yang terpadu dan terintegrasi secara nasional untuk menghindari kesalahan pemberian NISN.

Melihat 2 konsekuensi utama di atas, maka solusi paling tepat untuk mengatasinya adalah dengan membangun sebuah Sistem Informasi Manajemen NISN Departemen Pendidikan Nasional yang terpadu dan tersedia secara luas dengan memanfaatkan teknologi informasi, khususnya internet atau intranet. Sistem inilah yang akan bertugas sebagai penyedia informasi NISN lebih rinci sekaligus sebagai entry-point yang menjaga validitas NISN yang akan diberikan pada siswa. Walaupun demikian, sistem ini harus mampu menjaga kerahasiaan data siswa dan memastikan data siswa hanya bisa diakses oleh pihak-pihak yang memang berwenang dan berhak untuk mengetahuinya. Misal, guru di sekolah X hanya bisa melihat data siswa di sekolah X, dinas pendidikan kota/kabupaten hanya bisa melihat data siswa yang ada di kota/kabupatennya masing-masing, demikian seterusnya. Solusi ini sejalan dengan program kerja Depdiknas yang akan membangun Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional) yang akan menjangkau ke seluruh kota/kabupaten dan sekolah di Indonesia.

Alur Proses Mutasi
Alur Proses Mutasi
Aproval Mutasi

Sumber Data dari Situs ini

Download PDF

Sistem Dapodik v 2.0Beta

Mengutip dari situs NISN:

Untuk meningkatkan efektifitas serta memudahkan dalam melakukan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan Nasional (DAPODIK) terhitung sejak tanggal 2 Maret 2009 telah diluncurkan Sistem DAPODIK v 2.0beta dengan beberapa fitur baru sebagai berikut:

  1. Perluasan akses DAPODIK sampai ke tingkat sekolah dengan prosedur sebaai berikut :
    • Sekolah mengajukan permintaan akun operator Dapodik ke Dinas Pendidikan (unduh format surat)
    • Setelah disetujui, operator Dinas Pendidikan membuat akun baru operator Dapodik untuk sekolah dan menyerahkan kepada sekolah.
    • Operator sekolah melakukan aktifasi akun yang telah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan
    • Operator Sekolah dapat menggunakan akun tersebut di sekolah
  2. Pemutakhiran teknologi basis data (database) untuk meningkatkan kehandalan akses data.
  3. Tampilan antar muka aplikasi Dapodik yang lebih memudahkan operator dengan berbasis teknologi web 2.0
  4. Perubahan aturan dan prosedur (perubahan dapat dilihat pada bagian ATURAN DAN PROSEDUR pada situs ini)
  5. Layanan Aplication Programing Interface (API) dengan tujuan untuk keperluan interkoneksi antara sistem database Dapodik dengan sistem aplikasi ksternal lain yang dikembangkan mandiri oleh pihak sekolah atau pihak Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten tetap disedikan dengan manajemen yang lebih baik.
  6. Informasi rekapitulasi data siswa berdasarkan :
    • Jenjang sekolah (SD, SMP, SMA dan SMK)
    • Status sekolah (Swasta dan Negeri)
  • Jenis Kelamin (Laki-laki dan Perempuan)
  • Aturan dan Prosedur baru silakan langsung dilihat di situs, dengan tautan sebagai berikut:

    1. Mutasi Siswa
    2. Reset Mutasi/Pindah Siswa
    3. Approval Mutasi Siswa
    4. Reset Approval Mutasi Siswa
    5. Update Status Siswa Non-Aktif
    6. Reset Update Status Siswa Non-Aktif
    7. Update Status Siswa Tidak Naik Kelas
    8. Approval Kenaikan Kelas Siswa
    9. Approval Kelulusan Siswa
    10. Edit Biodata
    11. Daftar Siswa Baru/Uploader

    *) Semua kegiatan di atas juga bisa dilakukan melalui operator dinas pendidikan.

    Download PDF
    HUT KOTA MALANG
    PLA KOTA MALANG

    Galery PLA
    Statistik Pengunjung