Dinas Pendidikan Kota Malang

6 Sekolah Kota Malang Terima Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah BPOM Surabaya

IMG-20181212-WA0119

Malang – Selasa, 11 Desember 2018 bertempat di Hotel Harris Surabaya, enam sekolah Kota Malang terima Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya. Ke enam sekolah penerima piagam tersebut diantaranya SDN Model, SDN Lowokwaru 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 15, SMP Negeri 20 dan SMA Negeri 2 Malang.

IMG-20181212-WA0124

Pemberian Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya merupakan hasil akhir dari serangkaian kegiatan intervensi kemanan jajanan anak sekolah yang dilakukan secara bertahap mulai dari advokasi lintas sektor, bimbingan teknis di 1.382 sekolah jenjang SD, SMP maupun SMA/SMK sederajat se Propinsi Jawa Timur.

Proses selanjutnya BPOM Surabaya melakukan pemilihan melalui penilaian dengan metode pre-audit terhadap 45 sekolah se Propinsi Jawa Timur yang telah memenuhi syarat pelatihan Piagam Bintang Kemanan Kantin Sekolah. Dari 45 sekolah disaring menjadi 35 sekolah dan pada akhirnya ditentukanlah 32 sekolah layak memperoleh Piagam Bintang Kemanan Kantin Sekolah yang enam sekolah diantaranya berasal dari Kota Malang.

IMG-20181212-WA0123

Selain Kota Malang, daerah lainnya yang memperoleh Piagam Bintang Keamanan Kantin Sekolah dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya diantaranya berasal dari Gresik, Madiun, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Malang dan dari Kota Pasuruan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM mengapresiasi sekaligus berterima kasih atas kinerja jajaran SDN Model, SDN Lowokwaru 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 15, dan SMP Negeri 20 yang berupaya menciptakan lingkungan sehat, tidak terkecuali mengelola kantin sekolah sebagai bagian penunjang kelancaran proses belajar mengajar di satuan pendidikan.

Screenshot_20181212-193425_1

” Apa yang telah dilakukan oleh jajaran SDN Model, SDN Lowokwaru 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 15, dan SMP Negeri 20 perlu kiranya diikuti oleh sekolah – sekolah lainnya di Kota Malang. Dengan ketersediaan jajanan sehat yang bebas dari Pewarna Buatan, Pemanis Buatan, Pengawet, Pengenyal, dan Perasa Buatan anak didik dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan baik, yang pada akhirnya dapat menuntaskan kewajibannya sebagai siswa.” tutur Dra. Zubaidah, MM. (fandi harianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *