Get Adobe Flash player

Kepala Dinas Pendidikan Dra. Zubaidah, MM
KALENDER
April 2018
M T W T F S S
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
AFILIANSI


Author Archive

MENGUATKAN PILAR-PILAR PENDIDIKAN

WhatsApp Image 2018-04-26 at 18.07.21

Oleh

Qomaruddin, M.Pd

Kepala SMP Islam Ma’arif 03 Malang

Kandidat Doktor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pendidikan adalah media yang  strategis dalam membangun peradaban bangsa, peradaban dan budaya sebuah bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikannya. Bangsa dengan  kualitas pendidikan yang baik, mengantarkan pada peradaban dan budaya yang maju. Sebaliknya kualitas pendidikan yang rendah sebuah bangsa, akan menentukan peradaban dan budaya yang rendah pula. Pendidikan dan budaya akan selalu berjalan beriringan dalam sejarah hidup umat manusia. Ikhtiar yang telah dilakukan oleh pemerintah dan bangsa ini luar biasa dalam menjaga, merawat pendidikan dan budaya, seluruh komponen perlu mengapresiasi dengan tindakan-tindakan dan amal yang nyata, khususnya lembaga pendidikan, sebagai wadah membina, melatih, membiasakan dan mengajarkan kharakter dan nilai-nilai luhur bangsa. Pendidikan harus kuat, dinamis, inovatif, berkharakter dan berdaya saing, sebagai upaya menjaga peradaban dan tatanan kehidupan umat manusia. Pendidikan yang kuat akan mampu menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Ikhtiar-ikhtiar dan berbagai bentuk inovasi pendidikan selalu diharapkan dalam menjawab persoalan bangsa yang dinamis, meningkat dan kompleks.

Lompatan teknologi informasi yang sangat dahsyat telah merubah kharakter dan tatanan kehidupan umat manusia disemua lapisan dan golongan, tidak terkecuali generasi muda bahkan anak-anak. Teknologi informasi dalam bentuk media sosial seolah telah menjadi penentu, pengendali masa depan generasi muda saat ini, hingga semua aspek kehidupan mereka gantungkan pada dinamika teknologi informasi dalam bentuk media sosial. Menjadi sesuatu yang luar biasa apabila media sosial mendorong terjadinya perubahan sosial yang lebih baik, memberi kemudahan akses komunikasi, efektivitas dan efisiensi serta kemudahan mendapatkan informasi. Namun disisi yang lain generasi muda terjebak pada perilaku hedonis, konsumtif dan egois melalui kemudahan teknologi informasi (media sosial), hingga pornografi, pornoaksi, ujaran kebencian, provokasi, bully, menjadi sesuatu yang biasa bahkan membudaya di beberapa kalangan muda, bahkan anak-anak yang tidak sepatutnya. Bahkan generasi muda yang lemah secara mental dan pola pikir, dengan mudah terbodohi oleh berita-berita palsu yang kemudian mereka jadikan sandaran dan pedoman dalam kenyataan sehari-hari. Disisi yang lain bangsa ini masih memiliki pekerjaan rumah yang membutuhkan solusi dan penyelesaian yang tepat, baik itu korupsi, konflik dan perpecahan, narkoba, kebodohan, kemiskinan, dan kriminalitas. Menguatkan pendidikan menjadi solusi yang tepat terhadap berbagai permasalahan tersebut, tanpa menguatkan pendidikan, mustahil permasalahan tersebut akan mudah diselesaikan. Pendidikan menjadi bagian yang sangat penting dalam upaya mengontrol, mengendalikan dan memperbaiki generasi muda, upaya pendidikan yang kuat tidak dapat dilakukan secara instan, butuh proses dan kerjasama berbagai pihak untuk mewujudkan pendidikan yang kuat dan berkualitas.

Menguatkan pendidikan berarti memperkokoh pilar-pilarnya, meminjam konsepnya Ki Hajar Dewantara, penguatan pendidikan perlu menguatkan pilar-pilar itu sendiri. pertama keluarga, keluarga menjadi pandasi dan kekuatan bagi berkembangnya mental, pola pikir dan jiwa generasi muda, orang tua sebagai manajer keluarga tidak boleh alpha dalam membangun mental dan jiwa anak, dengan cara terus mendidik, membina dan melatih mereka menuju masa depan yang baik dengan cara mengarahkan dan memilihkan lingkungan belajar dan pendidikan yang baik, yang lebih penting lagi dalam konteks kekinian, orang tua dituntut untuk memiliki tanggung jawab lebih, ketika semua serba digital dan instan. Orang tua yang mulai lupa akan tanggung jawab dan kewajiban sebagai ayah maupun ibu, bahkan tidak memberikan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anaknya, sesungguhnya itu adalah bencana yang luar biasa, dari situlah sebenarnya generasi muda mulai lemah dan tidak jelas arah dan tujuannya, wajar kemuadian ketika mereka melampiaskan kenakalannya karena kurang perhatian dan kasih sayang orang tua.

Kedua sekolah atau lembaga pendidikan, sekolah atau lembaga pendidikan menjadi rumah kedua bagi tumbuh dan berkembangnya mental, pola pikir dan jiwa anak, sebagai lingkungan yang strategis, sekolah harus memiliki komitmen yang kuat agar peserta didik benar-benar matang dalam perkembangnnya. Salah satunya adalah melalui pendidikan karakter yang baik, pendidikan karakter menjadi solusi yang tepat bagi peserta didik untuk memperbaiki akhlak dan moralnya, sekolah perlu mendesain model-model pelaksanaanya secara inovatif dan kontekstual. Utamanya melalui pembiasaan, pemberian contoh, nasihat yang baik, maupun motivasi yang membangun, dan hal itu tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah saja. Semua itu perlu dilakukan dengan melibatkan semua warga sekolah dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan terencana. Guru sebagai orang tua kedua disekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab mengajar saja, namun yang lebih penting adalah tanggung jawab untuk mendidik mereka, yaitu (1) dengan memaksimalkan dan membina potensi religius dan spritualnya, bagaimana siswa kemudian memiliki kesadaran akan agama dan keyakinannya, sehingga mereka memiliki pedoman dan pegangan hidup tentang benar dan salah, baik dan buruk serta boleh dan tidak boleh. Spiritual siswa tidak boleh hampa, harus terus terisi dengan nilai-nilai akhlak dan moral yang luhur melalui ikhtiar guru di sekolah dengan memaksimalkan model dan pendekatan pembelajaran pada semua mata pelajaran, tidak terbatas pada pelajaran agama saja. (2) guru juga memiliki tanggung jawab bagimana siswa memiliki kematangan sosial yang positif, baik sosial di keluarga, sosial di sekolah maupun sosial di masyarakat.  Siswa perlu diajarkan tentang nilai-nilai sosial, sehingga mereka perlu dikenalkan dan diajarkan tentang sopan santun, unggah ungguh, menghargai orang lain, kepedulian dan saling tolong menolong, dan bagaimana berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain dengan mengedepankan nilai-nilai sosial yang berlaku, mereka perlu disadarkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang keberadaannya tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. (3) guru juga memiliki tanggung jawab melatih potensi berupa ketrampilan dan kreatifitas anak di sekolah, kreatifitas dan ketrampilan itu perlu di tumbuh kembangkan melalui pemberian pelatihan-pelatihan, agar siswa memiliki pengalaman untuk bagaimana mengembangkan potensinya sendiri (4) dan yang juga penting adalah bagaimana keudian guru membangun pengetahuan siswa yang luas, mereka harus terbuka pikirannya, memahami dinamika kehidupan sosial, sehingga cerdas dalam berpikir dan bertindak. Budaya literasi perlu dibangun dan dikembangkan di sekolah, menjadikan literasi sebagai kebutuhan merupakan solusi terbaik dalam membangun kecerdasan intelektual siswa di sekolah.

Ketiga masyarakat, masyarakat menjadi pilar yang tidak kalah penting bagi generasi muda saat ini, di saat dinamika sosial semakin meningkat akibat dahsyatnya teknologi informasi, tidak jarang berakibat pada melemahnya tata sosial bagi generasi muda. Disaat generasi muda tidak mengenal budaya unggah ungguh, sopan santun dan gotong royong yang merupakan budaya luhur bangsa, maka ada yang salah pada diri generasi muda.  Maka lingkungan perlu ditata, khususnya keluarga. Keterlibatan masyarakat yang lebih tua dalam membangun generasi muda dapat diwujudkan melalui bagaimana mereka ikut terlibat dalam mendidik, memberikan nasihat, member contoh, mengawasi dan mengontrol kehidupan generasi muda dilingkungannya dengan cara mengenalkan dan mengajarkan tata nilai yang luhur. Lingkungan yang kondusif menjadi media yang efektif bagi kehidupan generasi muda untuk menata dan melanjutkan masa depannya, sebaliknya lingkungan yang gersang akan nilai-nilai budaya luhur menjadi ancaman bagi generasi muda saat ini dan masa yang akan datang. Adanya istilah bahwa generasi yang hidup adalah anak zaman menjadi sesuatu yang benar, karana generasi saat ini dibesarkan oleh lingkungannya sendiri. Lingkungan yang baik, khususnya keluarga, akan memberi dampak yang baik, sebaliknya lingkungan yang tidak kondusif juga akan memberi dampak negatif bagi generasi muda saat ini dan masa yang akan datang. Lingkungan menentukan dan memberi pengaruh yang luar biasa bagi kualitas dan kematangan generasi muda saat ini.  Pilar-pilar pendidikan perlu bersinergi, baik keluarga, lembaga pendidikan dan masyarakat, menuju generasi bangsa yang berkualitas dan berdaya saing, Selamat Hari Pendidikan Nasional 2018, mari Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan. Jayalah Indonesiaku.

Sepatu Roda Siswa SDN Blimbing 4 Malang Kerap Melaju Di Podium Juara

P_20180313_094103

Malang – Proses tidak akan mendustai hasil sepertinya layak disematkan pada diri Siswa SDN Blimbing 4 Malang yang kini duduk di Kelas 3-A atas nama Sebastian Fajar Fahrurozzi. Berkat ketelatenannya dalam berlatih, disiplin dalam mengikuti setiap materi pelatihan sepatu roda yang ia ikuti pada hari Selasa, Sabtu dan Minggu, putra pasangan Eko Sunarto Putro dengan Betti Isnaeni inipun kerap mengharumkan nama SDN Blimbing 4 Malang diberbagai ajang Kompetisi Sepatu Roda dengan berbagai raihan prestasi yang sukses direngkuhnya.

Meski bertubuh mungil, siswa kelahiran Malang 2 Januari 2009 silam ini tidak minder. Ia malah bersyukur dengan postur tubuhnya yang kecil dia mampu melesat dengan cepat karena tidak terlalu memiliki berat badan yang berlebih. Rozzi merasa bersyukur dan berterima kasih kepada jajaran SDN Blimbing 4 Malang utamanya Dra. Suci Suprihatin selaku Kepala satuan pendidikan jenjang SD yang berada dikawasan jalan LA Sucipto Nomor 202 yang senantia memberikan dukungan, motivasi dan kemudahan ijin baginya untuk mengikuti berbagai turnamen yang tidak jarang digelar di luar kota.

Kepala SDN Blimbing 4 Malang, Dra. Suci Suprihatin mengaku bahwasannya apa yang dilakukan jajaran SDN Blimbing 4 Malang tidak lain sebagai upaya dalam rangka mengapresiasi sekaligus mengeksplorasi potensi anak didiknya. Wanita berhijab ramah itupun menambahkan bahwasannya antusiasme orangtua dan siswanya dalam menggeluti olahraga sepatu roda sangatlah besar. Dan jika tidak difasilitasi meski itu bentuknya sederhana dalam kemudahan ijin akan menghambat pertumbuhan kreatifitas dan memperlambat tumbuh kembangnya potensi yang ada.

“ Namun perlu digaris bawahi bahwasannya kemudahan ijin yang kami berikan tentunya menganut dan merunut pada aturan maupun kebijakan yang ada. Jika Rozzi akan mengikuti turnamen di luar kota dan mengajukan ijin tentunya kami memiliki berbagai persyaratan yang harus dipenuhi oleh Rozzi. Yang terpenting tugas utamanya sebagai pelajar tidaklah terabaikan. Meski mendapatkan ijin Rozzi wajib menyelesaikan tugas atau menunaikan pembelajaran yang diberikan oleh guru kelas atau guru mata pelajaran. Keistimewaan yang kami berikan juga diiringi dengan konsekuensi , sehingga menghindarkan ketimpangan atau iri pada diri siswa lainnya “ terang Kepala SDN Blimbing 4 Malang, Dra. Suci Suprihatin.

P_20180313_093126

Berkat latihan rutin, keinginan yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak salahsatunya jajaran SDN Blimbing 4 Malang, Sebastian Fajar Fahrurozzi yang kelak bercita cita menjadi anggota TNI itupun sukses berdiri diatas podium juara untuk menerima trophy, medali sekaligus sertifikat juara. Beberapa gelar juara yang pernah diraih Sebastian Fajar Fahrurozzi diantaranya  Juara 2 kelas 500 meter standar KU A Putra Bupati Malang Cup 2016 Event Sepatu Roda Tingkat Nasional, Juara 2 kelas 1.000 meter standar KU A Putra Bupati Malang Cup 2016 Event Sepatu Roda Tingkat Nasional, Juara 2 kelas 1.000 meter standar KU A Putra Piala Bumi Bhakti Adiguna 1, Juara 2 kelas 500 meter standar KU A Putra Piala Bumi Bhakti Adiguna 1, Juara 3 kelas 500 meter standar KU A Putra Piala Pahlawan I Surabaya 2016, Juara 2 kelas 1.000 meter standar KU A Putra Piala Pahlawan I Surabaya 2016, Juara 2 kelas 1.000 meter standar KU A Putra Piala Walikota Surabaya 2016, Juara 3 kelas 500 meter standar KU A Putra Piala Walikota Surabaya 2016, Juara 3 ITT 300 meter standar KU B Speed Putra Pila Bergilir Porserosi Jawa Timur 2018 serta Juara 3 kelas 500 meter standar KU A Putra Solo Open 3 dalam Kejuaraan Sepatu Roda Antar Club Se Indonesia. (fandi harianto)

Kartinian Ala SDIT Ahmad Yani Kolaborasikan Ortu Inovatif dan Anak Kreatif

WhatsApp Image 2018-04-21 at 16.09.27

Malang – Peringatan Hari Kartini sang pejuang emansipasi yang dirayakan rutin setiap tahun senantiasa diperingati dengan berbagai cara . Pun demikian adanya oleh jajaran SDIT Ahmad Yani yang berada dikawasan jalan Kahuripan No. 12 Malang. Satuan pendidikan jenjang SD yang kini dikepalai oleh Mutini, S.Pd menjadikan momentum peringatan Hari Kartini Tahun 2018 yang diselenggarakan pada Sabtu 21 April 2018 ini mengkolaborasikan orangtua inovatif dan anak kreatif melalui berbagai kegiatan lomba. Peringatan Hari Kartini tahun 2018 yang dilaksanakan oleh jajaran SDIT Ahmad Yani diawali dengan gelaran apel bersama di halaman sekolah yang dididirikan sejak tahun 2008 silam. Jika biasanya maple atau upacara menggunakan seragam merah putih, namun kali ini ratusan siswa mengenakan aneka rupa baju adat dari berbagai propinsi di Nusantara hingga membentuk mozaik indah khatulistiwa.

WhatsApp Image 2018-04-21 at 16.09.28

Dalam amanat upacara yang seluruh petugas upacaranya dilakukan oleh tenaga pendidik dan kependidikan wanita lengkap dengan busana adat tradisional, Kepala SDIT Ahmad Yani Mutini, S.Pd mengajak segenap civitas akademika SD yang akrab disebut SITAYA ini untuk menghargai jasa Ibu Raden Ajeng Kartini dengan bersekolah dengan baik dan benar, belajar dengan rajin dan tekun dan jangan lupa untuk selalu mempertebal iman dan taqwa. Sebab apa gunanya nilai tinggi dan prestasi yang menjulang langit jika tidak dibarengi dengan ketebalan iman dan taqwa di dalam diri sebagai benteng untuk terhindar dari perbuatan – perbuatan yang merugikan diri sendiri, keluarga, masyarakat terlebih bangsa dan Negara.

DSCF7926

Usai menggelar apel peringatan Hari Kartini Tahun 2018, yang juga diikuti tidak hanya peserta didik, pendidik maupun tenaga kependidikan SITAYA, namun juga turut pula diikuti oleh orangtua siswa SDIT Ahmad Yani, siswa dan orangtua bergeser ke tempat penyelenggaraan lomba yang disediakan oleh pihak panitia. Hari Kartini ala SDIT Ahmad Yani diperingati dengan menggelar lomba memasak untuk orangtua siswa, lomba menyanyi, lomba fashion dan lomba sholat berjamaah.

DSCF7925

“ Hidup ini harus seimbang semuanya memiliki dua sisi. Ada siang ada malam ada terang ada gelap. Melalui kegiatan hari ini kami ingin membangun keseimbangan antara orang tua dengan siswa. Jangan sampai orangtua selalu menuntut buah hatinya untuk ini dan itu agar sempurna padahal orangtua sendiri tidak mengimbanginya dengan memberikan perhatian yang semestinya. Jika anak dituntut untuk berprestasi dan kreatif, maka orangtua juga harus inovatif. Salah satunya dengan menyiapkan aneka bekal sehat dan bergizi. Maka salah satu kegiatan Hari Kartini pada tahun 2018 ini kami mengadakan lomba memasak untuk orangtua siswa dengan bahan dasar kentang. Sedangkan untuk minuman berbahan dasar buah mentimun.” Tutur Kepala SDIT Ahmad Yani Mutini, S.Pd ditengah – tengah melakukan penjurian.

WhatsApp Image 2018-04-21 at 16.09.45

Lomba memasak yang diselenggarakan oleh jajaran SDIT Ahmad Yani ini sukses mengeksplorasi kreasi para orangtua untuk mengolah makanan ataupun minuman berbahan dasar utama kentang dan mentimun. Berbagai olahan tercipta dari tangan terampil mereka seperti balado kentang hati ayam, kroket kentang isi daging, bag potatos cheese, lontong pedas rame – rame, kue lumpur syantik atau kudapan kue lumpur pelangi yang indah seindah warna pelangi. Sedangkan untuk olahan minuman berbahan mentimun, terciptalah menu pudding kencan, es srentilan, es timun squash, es mentimun zamrud khatulistiwa,  dan es serut mentimun. (fandi harianto)

SDN Kebonsari 2 Malang Persiapkan USBN Siswanya Baik Sisi Teknis Maupun Non Teknis

DSCF8046

Malang – Pelaksanaan Ujian Sekolah Utama pada Senin, 23 April hingga Selasa 24 April 2018 dikerjakan dengan baik oleh 101 peserta didik Kelas Enam SDN Kebonsari 2 Malang. Ratusan peserta didik satuan pendidikan jenjang SD yang kini dikepalai oleh Rachmat Suliadi, S.Pd., M.Pd selama dua hari mengikuti gelaran rutin akbar yang dilaksanakan secara serentak se Indonesia tanpa kendala yang berarti. Hal itu tidak terlepas dari segala daya dan upaya yang diusahakan oleh jajaran SDN Kebonsari 2 Malang yang mempersiapkan segala hal baik sisi teknis maupun non teknis.

WhatsApp Image 2018-04-21 at 17.22.43

“ Upaya tanpa disertai doa yang diiringi kepasrahan pada Sang Pencipta rasanya kurang begitu pantas, karena jika hanya percaya diri atas usaha yang dilakukan tanpa adanya doa, takutnya kita menjadi insane yang sombong. Maka dari itu sejak awal kami menjalin koordinasi dengan jajaran pendidik dan tenaga kependidikan untuk mempersiapkan sisi teknis pelaksanaan ujian. Sedangkan untuk sisi non teknis kami intens berkomunikasi dengan para orangtua siswa khususnya siswa kelas enam yang menjadi peserta Ujian sekolah tahun pelajaran 2017/2018. “ terang Kepala SDN Kebonsari 2 Malang Rachmat Suliadi, S.Pd., M.Pd.

Untuk Ujian Sekolah  tahun pelajaran 2017/2018, satuan pendidikan jenjang SD yang berada di kawasan jalan S. Supriyadi No. 7 ini mencatatkan 101 siswa siswinya sebagai peserta. Beberapa persiapan non teknis yang dilakukan oleh jajaran SDN Kebonsari 2 Malang bersama orangtua siswa yakni menggelar menggelar istighotsah rutin usai sholat maghrib yang diawali pada Jum’at  23 Maret 2018, dilanjutkan pada Jum’at 16 Maret 2018 dan Jum’at 13 April 2018 di mushola SDN Kebonsari 2 Malang. Untuk bulan April Istighotsah rutin bulanan bakal diselenggarakan pada Jum’at 27 April 2018.

WhatsApp Image 2018-04-21 at 14.15.28

Masih dalam upaya menumbuhkembangkan kepercayaan diri dan memotivasi siswa kelas enam yang bakal menghadapi ujian sekolah, jajaran SDN Kebonsari 2 Malang menggelar Istighotsah akbar yang diikuti oleh seluruh siswa kelas satu hingga kelas enam yang didampingi orangtua masing – masing sekaligus sebagai momentum peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW. Gelaran kegiatan yang menghadirkan Gus H. Ali Mustofa Asady Pengasuh Majelis Dzikir “Eleng Pati”  pada Kamis, 19 April 2018.

DSCF7919

Bentuk kepasrahan dan juga permohonan kelancaran pelaksanaan Ujian Sekolah agar pada akhirnya memperoleh hasil yang maksimal juga dilakukan jajaran SDN Kebonsari 2 Malang dengan menggelar Khataman Al Qur’an pada Sabtu 21 April 2018 di Musholla satuan pendidikan yang didirikan pada tahun 1918 silam itu. Pada gelaran khataman ini secara bergantian enam pendidik SDN Kebonsari 2 Malang termasuk Rachmat Suliadi, S.Pd., M.Pd selaku Kepala sekolah turut pula melantunkan ayat – ayat suci Al Qur’an. (fandi harianto)