Get Adobe Flash player

Kepala Dinas Pendidikan Dra. Zubaidah, MM
KALENDER
April 2018
M T W T F S S
« Mar   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
AFILIANSI


Archive for April, 2018

SDN Kotalama 1 Malang Mantapkan PPK Lewat Perjusa 2018

IMG-20180427-WA0047

Malang – Gelaran Perkemahan Jum’at Sabtu (Perjusa) yang dilaksanakan oleh jajaran SDN Kotalama 1 Malang pada Jum’at hingga Sabtu 27 April 2018 sampai 28 April 2018 dihalaman satuan pendidikan kawasan jalan Laksamana Martadinata V / 36 menjadi wadah memantapkan Penguatan Pedidikan karakter pada 152 peserta Perjusa yang merupakan siswa siswi kelas 4 dan kelas 5 jenjang pendidikan SD yabg kini dikepalai oleh Isnaeni, S.Pd., M.Pd.

IMG-20180428-WA0029

Nuansa Pemantapan PPK nampak dari awal gelaran Perjusa SD negeri yang kini akrab disebut masyarakat sekitar dengan sebutan SD Tamasa (Kotalama Satu). Pilar Gotong Royong dan Kemandirian secara tidak langsung ditanamkan dan dijalankan oleh peserta didik saat mereka mendirikan tenda yang berjumlah 18 unit.

IMG-20180428-WA0033

Usai pendirian tenda, peserta Perjusa berbaris rapi untuk mengikuti upacara pembukaan yang di pimpin secara langsung oleh Kepala SDN Kotalama 1 Malang Isnaeni, S.Pd., M.Pd. Dalam amanatnya, mantan Kepala SDN Bareng 4 Malang itu berpesan pada peserta Perjusa untuk mengikuti semua rangkaian kegiatan yang disusun oleh panitia dengan baik dan tertib diiringi kedisiplinan yang tinggi.

IMG-20180427-WA0048

” Jika selama ini anak anak ku sekalian tidur dengan nyaman di kasur yang empu, semua tersedia dan terlayani oleh ayah dan ibu kalian, maka dua hari ini anak anak ku sekalian belajar hidup mandiri, hidup apa adanya, tidur di alas karpet/tikar, makan makanan yang kalian masak sendiri dan melakukan berbagai aktivitas lainnya. Selain nantinya anak anak ku lebih menghargai jerih payah orangtua kalian yang selama ini memenuhi kebutuhan maupun memberikan kenyamanan hidup pada kalian, maka dua hari ini Pilar Kemandirian PPK kalian akan dimantapkan lewat Perjusa Tamasa 2018. ” tutur Isnaeni, S.Pd., M.Pd.

IMG-20180428-WA0111

Pemantapan Pilar Gotong Royong, Kemandirian dan Integritas dimantapkan jajaran panitia Perjusa Tamasa 2018 yang diketuai oleh Kunardjiono, S.Pd dengan pelaksanaan kegiatan Jelajah Kampung (Jelpung) sekitar SDN Kotalama 1 Malang. Kunardjiono selaku ketua pelaksana menuturkan bahwasannya Jelpung ini walau kelihatan sederhana namun penuh makna. Kedisiplinan siswa, kebersamaan dan kegotong royongan antar sesama anggota regu diperlukan agar mereka tertib, patuh aturan dan mampu menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik selama menjalani Jelpung.

IMG-20180428-WA0110

Pilar Religius sebagai Pilar Utama PPK menjadi perhatian khusus Panitia Pelaksana Perjusa Tamasa 2018 dengan mencantumkan jadwal sholat berjamaah sesuai dengan waktunya. Bahkan untuk makin memantapkan Pilar Kemandirian dan Gotong Royong antar anggota regu peserta Perjusa, Panitia mengagendakan kegiatan belanja di pasar tradisional Kebalen yang tidak jauh dari Tamasa yang kemudian mereka masak bersama dan disantap bareng. Sebagai motivasi agar semangat, kegiatan memasak mandiri inipun dilombakan. Sehingga masing masing regu bakal melakukan hal terbaik untuk memperoleh reward.

IMG-20180428-WA0112

Pentas seni yang diiringi oleh penyalaan api unggun yang dilaksanakan pada Jum’at Malam 27 April 2018 selain menjadi media eksplorasi aksi, kreasi dan menumbuhkembangkan kepercayaan diri peserta Perjusa Tamasa untuk tampil didepan umum juga menjadi wahana memantapkan Pilar Nasionalisme PPK. Unjuk kreasi yang berisikan tampilan tarian adat nusantara dan nyanyian nasional menjadi menu wajib yang harus disuguhkan para peserta.

IMG-20180428-WA0035

Kegiatan Perjusa Siswa Siswi SDN Kotalama 1 Malang inipun ditutup dengan kegiatan pembersihan area perkemahan sebagai bentuk kepedulian sekaligus penanaman karakter peduli lingkungan, dimana untuk tahun 2018 ini SDN Kotalama 1 Malang mempersiapkan diri sebagai sekolah Adiwiyata (fandi harianto)

596 Pendidik Koreksi Jawaban US 12.510 Siswa Kota Malang

P_20180428_095338

Malang – Sabtu, 28 April 2018, 598 pendidik dari berbagai satuan pendidikan jenjang SD dan MI Se Kota Malang melakukan koreksi lembar jawaban US Utama 12.510 siswa yang yang dikerjakan pada Senin dan Selasa 23 hingga 24 April 2018 lalu. Kegiatan kolaboratif lima Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Klojen, Lowokwaru, Sukun, Blimbing dan Kedungkandang inipun dilaksanakan di SDN Rampal Celaket 2 Malang.

P_20180428_125729

Sebelum melakukan koreksi, terlebih dahulu 596 korektor mengikuti apel pembekalan yang dipimpin secara langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan SD Dra. Atimah, M.Pd. Dalam amanatnya, Dra. Atimah, M.Pd berharap agar para korektor bersungguh – sungguh dalam menunaikan tugas mulia ini dan menjunjung tinggi integritas. Sebab hari ini menjadi penentu masa depan generasi penerus bangsa. Jangan sampai jawaban benar disalahkan atau sebaliknya jawaban salah dibenarkan. Ikuti aturan yang ada dan laksanakan dengan baik.

P_20180428_100411

598 Korektor melakukan koreksi jawaban belasan ribu siswa jenjang SD dari 195 SD Negeri, 78 SD Swasta, 2 MI Negeri dan 1 MI swasta yang telah melaksanakan proses belajar mengajar berbasis Kurikulum 2013. Sebanyak 20 ruangan di Kompleks SDN Rampal Celaket 2 Malang kawasan jalan WR Supratman dijadikan tempat koreksi. Setiap mata pelajaran US Utama jenjang SD yang terdiri atas Mata ujian IPS, PKn, Bahasa Jawa dan Pendidikan Agama Islam masing – masing menggunakan lima ruangan untuk koreksi.

P_20180428_125528_1

” Satu ruangan berisi 21 korektor dalam satu lingkup kecamatan. Masing – masing korektor mengoreksi dan memberikan penilaian pada 6 amplop sampai 7 amplop yang maksimal berisi 20 lembar jawaban siswa. Sebagai upaya menjunjung tinggi integritas, korektor mengoreksi jawaban siswa lintas kecamatan. Contohnya korektor dari kecamatan Klojen akan mengoreksi jawaban peserta US Utama Kecamatan Klojen. Pun demikian dengan lainnya. Intinya korektor tidak mengoreksi jawaban peserta US Utama dari asal kecamatannya.” Jelas Koordinator Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) se Kota Malang Drs. Samsul Ma’arif, MM.

P_20180428_125528

Sebagai bentuk dukungan sekaligus pengawasan pada korektor, kegiatan ini dihadiri oleh Lima ketua K3S Se-kota Malang diantaranya Ketua K3S Kedungkandang Drs. Subagio, M.Pd., Ketua K3S Lowokwaru Drs. Edy Rianto, M.Pd., Ketua K3S Sukun Drs. Djaka Purwanto, M.Pd, Ketua K3S Blimbing Drs. Sochmad Tarmudji, M.Pd dan Koorrinator K3S Kota Malang sekaligus Ketua K3S Klojen Drs. Samsul Ma’arif., MM.

P_20180428_104002

Setiap ruangan diawasi pula oleh tiga orang kepala sekolah yang bertugas mendistribusikan amplop jawaban US Utama pada korektor serta menerima lembar jawaban yang telah dikoreksi sekaligus mengevaluasi beberapa hal sesuai dengan aturan maupun kesepakatan yang di tetapkan sebelumnya. Jawaban US Utama siswa MI Negeri Malang 1, MI Negeri Malang 2 dan MI Al Islamiyah yang melaksanakan pembelajaran berbasis K13 juga turut serta dikoreksi dalam gelaran kegiatan ini.

P_20180428_104046

13 orang Pengawas SD Dinas Pendidikan yang terdiri atas Drs Zainullah ,SH.MKPd, Pengawas Sekolah binaan meliputi Gugus 2, 3 dan 5 Kecamatan Blimbing. Drs. Didik Bekti Purwianto, MPd., Pengawas Sekolah binaan meliputi Gugus 6 dan 7 Kecamatan Blimbing.Drs. Totok Supriyanto, MM Pengawas Sekolah binaan meliputi Gugus 1, 4 dan Gugus 8 Kecamatan Blimbing, Drs Basori, M.Pd., Pengawas Sekolah binaan meliputi Gugus 1 dan 5 Kecamatan Klojen, Dra Ninit Sunarsih, Pengawas Sekolah binaan meliputi Gugus 2 dan 6 Kecamatan Klojen, Dr. Idayu Astuti, M.Pd., Pengawas Sekolah binaan meliputi Gugus 3 dan 4 Kecamatan Klojen, Drs. Didik Siswanto MPd., Pengawas Sekolah binaan meliputi Gugus 1, 2, 5 dan 6 Kecamatan Sukun, Sriah M.Pd., Pengawas Sekolah binaan meliputi Gugus 3, 4, dan 8 Kecamatan Sukun. Dra Mahmudatin, M.Pd.,Pengawas Sekolah binaan meliputi Gugus 7,9 dan 10 Kecamatan Sukun. Dra. Indah Warniati, Pengawas Sekolah binaan meliputi Gugus .1, 2, 5 dan 7 Kecamatan Lowokwaru, Dra. Wahyuni Ismiatie, M.Pd Pengawas Sekolah binaan meliputi Gugus 3, 4, 6, dan 8 Kecamatan Lowokwaru, Dra. Sriami ,M.Pd., Pengawas Sekolah binaan meliputi Gugus 1, 2, 5 dan Gugus 7 Kecamatan Kedungkandang, Drs Suryadi Irian Widodo, M.Pd., Pengawas Sekolah binaan meliputi Gugus 3, 4, 6, dan Gugus 8 Kecamatan Kedungkandang juga turut serta mengawal sekaligus mengawasi koreksi jawaban US Utama SD 2018. (fandi harianto)

MENGUATKAN PILAR-PILAR PENDIDIKAN

WhatsApp Image 2018-04-26 at 18.07.21

Oleh

Qomaruddin, M.Pd

Kepala SMP Islam Ma’arif 03 Malang

Kandidat Doktor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pendidikan adalah media yang  strategis dalam membangun peradaban bangsa, peradaban dan budaya sebuah bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikannya. Bangsa dengan  kualitas pendidikan yang baik, mengantarkan pada peradaban dan budaya yang maju. Sebaliknya kualitas pendidikan yang rendah sebuah bangsa, akan menentukan peradaban dan budaya yang rendah pula. Pendidikan dan budaya akan selalu berjalan beriringan dalam sejarah hidup umat manusia. Ikhtiar yang telah dilakukan oleh pemerintah dan bangsa ini luar biasa dalam menjaga, merawat pendidikan dan budaya, seluruh komponen perlu mengapresiasi dengan tindakan-tindakan dan amal yang nyata, khususnya lembaga pendidikan, sebagai wadah membina, melatih, membiasakan dan mengajarkan kharakter dan nilai-nilai luhur bangsa. Pendidikan harus kuat, dinamis, inovatif, berkharakter dan berdaya saing, sebagai upaya menjaga peradaban dan tatanan kehidupan umat manusia. Pendidikan yang kuat akan mampu menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Ikhtiar-ikhtiar dan berbagai bentuk inovasi pendidikan selalu diharapkan dalam menjawab persoalan bangsa yang dinamis, meningkat dan kompleks.

Lompatan teknologi informasi yang sangat dahsyat telah merubah kharakter dan tatanan kehidupan umat manusia disemua lapisan dan golongan, tidak terkecuali generasi muda bahkan anak-anak. Teknologi informasi dalam bentuk media sosial seolah telah menjadi penentu, pengendali masa depan generasi muda saat ini, hingga semua aspek kehidupan mereka gantungkan pada dinamika teknologi informasi dalam bentuk media sosial. Menjadi sesuatu yang luar biasa apabila media sosial mendorong terjadinya perubahan sosial yang lebih baik, memberi kemudahan akses komunikasi, efektivitas dan efisiensi serta kemudahan mendapatkan informasi. Namun disisi yang lain generasi muda terjebak pada perilaku hedonis, konsumtif dan egois melalui kemudahan teknologi informasi (media sosial), hingga pornografi, pornoaksi, ujaran kebencian, provokasi, bully, menjadi sesuatu yang biasa bahkan membudaya di beberapa kalangan muda, bahkan anak-anak yang tidak sepatutnya. Bahkan generasi muda yang lemah secara mental dan pola pikir, dengan mudah terbodohi oleh berita-berita palsu yang kemudian mereka jadikan sandaran dan pedoman dalam kenyataan sehari-hari. Disisi yang lain bangsa ini masih memiliki pekerjaan rumah yang membutuhkan solusi dan penyelesaian yang tepat, baik itu korupsi, konflik dan perpecahan, narkoba, kebodohan, kemiskinan, dan kriminalitas. Menguatkan pendidikan menjadi solusi yang tepat terhadap berbagai permasalahan tersebut, tanpa menguatkan pendidikan, mustahil permasalahan tersebut akan mudah diselesaikan. Pendidikan menjadi bagian yang sangat penting dalam upaya mengontrol, mengendalikan dan memperbaiki generasi muda, upaya pendidikan yang kuat tidak dapat dilakukan secara instan, butuh proses dan kerjasama berbagai pihak untuk mewujudkan pendidikan yang kuat dan berkualitas.

Menguatkan pendidikan berarti memperkokoh pilar-pilarnya, meminjam konsepnya Ki Hajar Dewantara, penguatan pendidikan perlu menguatkan pilar-pilar itu sendiri. pertama keluarga, keluarga menjadi pandasi dan kekuatan bagi berkembangnya mental, pola pikir dan jiwa generasi muda, orang tua sebagai manajer keluarga tidak boleh alpha dalam membangun mental dan jiwa anak, dengan cara terus mendidik, membina dan melatih mereka menuju masa depan yang baik dengan cara mengarahkan dan memilihkan lingkungan belajar dan pendidikan yang baik, yang lebih penting lagi dalam konteks kekinian, orang tua dituntut untuk memiliki tanggung jawab lebih, ketika semua serba digital dan instan. Orang tua yang mulai lupa akan tanggung jawab dan kewajiban sebagai ayah maupun ibu, bahkan tidak memberikan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anaknya, sesungguhnya itu adalah bencana yang luar biasa, dari situlah sebenarnya generasi muda mulai lemah dan tidak jelas arah dan tujuannya, wajar kemuadian ketika mereka melampiaskan kenakalannya karena kurang perhatian dan kasih sayang orang tua.

Kedua sekolah atau lembaga pendidikan, sekolah atau lembaga pendidikan menjadi rumah kedua bagi tumbuh dan berkembangnya mental, pola pikir dan jiwa anak, sebagai lingkungan yang strategis, sekolah harus memiliki komitmen yang kuat agar peserta didik benar-benar matang dalam perkembangnnya. Salah satunya adalah melalui pendidikan karakter yang baik, pendidikan karakter menjadi solusi yang tepat bagi peserta didik untuk memperbaiki akhlak dan moralnya, sekolah perlu mendesain model-model pelaksanaanya secara inovatif dan kontekstual. Utamanya melalui pembiasaan, pemberian contoh, nasihat yang baik, maupun motivasi yang membangun, dan hal itu tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah saja. Semua itu perlu dilakukan dengan melibatkan semua warga sekolah dan dilaksanakan secara berkesinambungan dan terencana. Guru sebagai orang tua kedua disekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab mengajar saja, namun yang lebih penting adalah tanggung jawab untuk mendidik mereka, yaitu (1) dengan memaksimalkan dan membina potensi religius dan spritualnya, bagaimana siswa kemudian memiliki kesadaran akan agama dan keyakinannya, sehingga mereka memiliki pedoman dan pegangan hidup tentang benar dan salah, baik dan buruk serta boleh dan tidak boleh. Spiritual siswa tidak boleh hampa, harus terus terisi dengan nilai-nilai akhlak dan moral yang luhur melalui ikhtiar guru di sekolah dengan memaksimalkan model dan pendekatan pembelajaran pada semua mata pelajaran, tidak terbatas pada pelajaran agama saja. (2) guru juga memiliki tanggung jawab bagimana siswa memiliki kematangan sosial yang positif, baik sosial di keluarga, sosial di sekolah maupun sosial di masyarakat.  Siswa perlu diajarkan tentang nilai-nilai sosial, sehingga mereka perlu dikenalkan dan diajarkan tentang sopan santun, unggah ungguh, menghargai orang lain, kepedulian dan saling tolong menolong, dan bagaimana berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain dengan mengedepankan nilai-nilai sosial yang berlaku, mereka perlu disadarkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang keberadaannya tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. (3) guru juga memiliki tanggung jawab melatih potensi berupa ketrampilan dan kreatifitas anak di sekolah, kreatifitas dan ketrampilan itu perlu di tumbuh kembangkan melalui pemberian pelatihan-pelatihan, agar siswa memiliki pengalaman untuk bagaimana mengembangkan potensinya sendiri (4) dan yang juga penting adalah bagaimana keudian guru membangun pengetahuan siswa yang luas, mereka harus terbuka pikirannya, memahami dinamika kehidupan sosial, sehingga cerdas dalam berpikir dan bertindak. Budaya literasi perlu dibangun dan dikembangkan di sekolah, menjadikan literasi sebagai kebutuhan merupakan solusi terbaik dalam membangun kecerdasan intelektual siswa di sekolah.

Ketiga masyarakat, masyarakat menjadi pilar yang tidak kalah penting bagi generasi muda saat ini, di saat dinamika sosial semakin meningkat akibat dahsyatnya teknologi informasi, tidak jarang berakibat pada melemahnya tata sosial bagi generasi muda. Disaat generasi muda tidak mengenal budaya unggah ungguh, sopan santun dan gotong royong yang merupakan budaya luhur bangsa, maka ada yang salah pada diri generasi muda.  Maka lingkungan perlu ditata, khususnya keluarga. Keterlibatan masyarakat yang lebih tua dalam membangun generasi muda dapat diwujudkan melalui bagaimana mereka ikut terlibat dalam mendidik, memberikan nasihat, member contoh, mengawasi dan mengontrol kehidupan generasi muda dilingkungannya dengan cara mengenalkan dan mengajarkan tata nilai yang luhur. Lingkungan yang kondusif menjadi media yang efektif bagi kehidupan generasi muda untuk menata dan melanjutkan masa depannya, sebaliknya lingkungan yang gersang akan nilai-nilai budaya luhur menjadi ancaman bagi generasi muda saat ini dan masa yang akan datang. Adanya istilah bahwa generasi yang hidup adalah anak zaman menjadi sesuatu yang benar, karana generasi saat ini dibesarkan oleh lingkungannya sendiri. Lingkungan yang baik, khususnya keluarga, akan memberi dampak yang baik, sebaliknya lingkungan yang tidak kondusif juga akan memberi dampak negatif bagi generasi muda saat ini dan masa yang akan datang. Lingkungan menentukan dan memberi pengaruh yang luar biasa bagi kualitas dan kematangan generasi muda saat ini.  Pilar-pilar pendidikan perlu bersinergi, baik keluarga, lembaga pendidikan dan masyarakat, menuju generasi bangsa yang berkualitas dan berdaya saing, Selamat Hari Pendidikan Nasional 2018, mari Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan. Jayalah Indonesiaku.

Sepatu Roda Siswa SDN Blimbing 4 Malang Kerap Melaju Di Podium Juara

P_20180313_094103

Malang – Proses tidak akan mendustai hasil sepertinya layak disematkan pada diri Siswa SDN Blimbing 4 Malang yang kini duduk di Kelas 3-A atas nama Sebastian Fajar Fahrurozzi. Berkat ketelatenannya dalam berlatih, disiplin dalam mengikuti setiap materi pelatihan sepatu roda yang ia ikuti pada hari Selasa, Sabtu dan Minggu, putra pasangan Eko Sunarto Putro dengan Betti Isnaeni inipun kerap mengharumkan nama SDN Blimbing 4 Malang diberbagai ajang Kompetisi Sepatu Roda dengan berbagai raihan prestasi yang sukses direngkuhnya.

Meski bertubuh mungil, siswa kelahiran Malang 2 Januari 2009 silam ini tidak minder. Ia malah bersyukur dengan postur tubuhnya yang kecil dia mampu melesat dengan cepat karena tidak terlalu memiliki berat badan yang berlebih. Rozzi merasa bersyukur dan berterima kasih kepada jajaran SDN Blimbing 4 Malang utamanya Dra. Suci Suprihatin selaku Kepala satuan pendidikan jenjang SD yang berada dikawasan jalan LA Sucipto Nomor 202 yang senantia memberikan dukungan, motivasi dan kemudahan ijin baginya untuk mengikuti berbagai turnamen yang tidak jarang digelar di luar kota.

Kepala SDN Blimbing 4 Malang, Dra. Suci Suprihatin mengaku bahwasannya apa yang dilakukan jajaran SDN Blimbing 4 Malang tidak lain sebagai upaya dalam rangka mengapresiasi sekaligus mengeksplorasi potensi anak didiknya. Wanita berhijab ramah itupun menambahkan bahwasannya antusiasme orangtua dan siswanya dalam menggeluti olahraga sepatu roda sangatlah besar. Dan jika tidak difasilitasi meski itu bentuknya sederhana dalam kemudahan ijin akan menghambat pertumbuhan kreatifitas dan memperlambat tumbuh kembangnya potensi yang ada.

“ Namun perlu digaris bawahi bahwasannya kemudahan ijin yang kami berikan tentunya menganut dan merunut pada aturan maupun kebijakan yang ada. Jika Rozzi akan mengikuti turnamen di luar kota dan mengajukan ijin tentunya kami memiliki berbagai persyaratan yang harus dipenuhi oleh Rozzi. Yang terpenting tugas utamanya sebagai pelajar tidaklah terabaikan. Meski mendapatkan ijin Rozzi wajib menyelesaikan tugas atau menunaikan pembelajaran yang diberikan oleh guru kelas atau guru mata pelajaran. Keistimewaan yang kami berikan juga diiringi dengan konsekuensi , sehingga menghindarkan ketimpangan atau iri pada diri siswa lainnya “ terang Kepala SDN Blimbing 4 Malang, Dra. Suci Suprihatin.

P_20180313_093126

Berkat latihan rutin, keinginan yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak salahsatunya jajaran SDN Blimbing 4 Malang, Sebastian Fajar Fahrurozzi yang kelak bercita cita menjadi anggota TNI itupun sukses berdiri diatas podium juara untuk menerima trophy, medali sekaligus sertifikat juara. Beberapa gelar juara yang pernah diraih Sebastian Fajar Fahrurozzi diantaranya  Juara 2 kelas 500 meter standar KU A Putra Bupati Malang Cup 2016 Event Sepatu Roda Tingkat Nasional, Juara 2 kelas 1.000 meter standar KU A Putra Bupati Malang Cup 2016 Event Sepatu Roda Tingkat Nasional, Juara 2 kelas 1.000 meter standar KU A Putra Piala Bumi Bhakti Adiguna 1, Juara 2 kelas 500 meter standar KU A Putra Piala Bumi Bhakti Adiguna 1, Juara 3 kelas 500 meter standar KU A Putra Piala Pahlawan I Surabaya 2016, Juara 2 kelas 1.000 meter standar KU A Putra Piala Pahlawan I Surabaya 2016, Juara 2 kelas 1.000 meter standar KU A Putra Piala Walikota Surabaya 2016, Juara 3 kelas 500 meter standar KU A Putra Piala Walikota Surabaya 2016, Juara 3 ITT 300 meter standar KU B Speed Putra Pila Bergilir Porserosi Jawa Timur 2018 serta Juara 3 kelas 500 meter standar KU A Putra Solo Open 3 dalam Kejuaraan Sepatu Roda Antar Club Se Indonesia. (fandi harianto)