Dinas Pendidikan Kota Malang

Buku The Journey SDIA Implementasi Nyata PPK

FB_IMG_1533797758664

Malang – Sungguh luar biasa, mungkin kata itu layak ditujukan pada 50 siswa siswi SD Insan Amanah yang dengan polos berbalut bahasa khas anak – anak menorehkan pengalamanya selama di negeri Singapura dan Malaysia sebagai bagian program ekskursi yang dilaksanakan pada beberapa waktu lalu memantik senyum, tawa, keharuan bagi pembacanya sekaligus kebanggaan yang tidak hanya dirasakan oleh siswa siswi SD Insan Amanah semata, namun juga dirasakan oleh jajaran satuan pendidikan yang berada di kawasan jalan Soekarno Hatta Perum Griyashanta Blok M yang kini dikepalai oleh Suhardini Nurhayati, M.Pd dan utamanya para orangtua siswa.

FB_IMG_1533797900810

Terbitnya buku “The Journey” yang berisikan pengalaman yang dirasakan sendiri dan ditulis langsung oleh 50 siswa – siswi SD Insan Amanah itupun secara tidak langsung menjadi media pembuktian bahwasannya implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) religius, nasionalis, mandiri, jujur/berintegritas, dan gotong royong nyata adanya bukan hanya sebuah slogan atau sekedar program untuk memenuhi kewajiban semata.

P_20180807_080047

Apresiasi positif pun diberikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM dengan memberikan kata pengantar pada buku setebal 100 halaman karya 50 siswa SD Insan Amanah itu. Dalam kata pengantarnya, Dra. Zubaidah, MM menghaturkan terima kasih atas dedikasi dan kinerja Suhardini Nurhayati, M.Pd beserta jajarannya yang senantiasa berupaya mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkarakter sejak dini.

P_20180807_081808

” Karya ini sungguh luar biasa, semoga melalui karya ini pihak lain dapat mengambil manfaat dan hikmah dibalik tulisan para siswa ini. Kami berharap langkah positif SD Insan Amanah ini dapat dicontoh oleh sekolah lainnya meski tidak harus keluar negeri sebab setiap apa yang ada disekitar kita dapat dijadikan sumber belajar. Belajar tidak harus senantiasa berada dikelas lingkungan dan juga kehidupan nyata di masyarakat merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dikembangkan. Buku ini juga menjadi salah satu wadah penumbuh kembangan budaya literasi yang saat ini digalakkan oleh Kemendikbud dan berbagai pihak lainnya termasuk Dinas Pendidikan Kota Malang ” tutur Zubaidah saat menerima puluhan penulis cilik buku The Journey di ruang kerjanya.

P_20180807_080508

Apresiasi khusus juga diberikan Dra. Zubaidah, MM Dinas Pendidikan Kota Malang pada puluhan siswa SDIA penulis buku My Journey beserta jajaran guru pendamping yang dipimpin langsung oleh Suhardini Nurhayati, M.Pd dengan mengajak apel bersama seluruh staffnya.

P_20180807_081919

Usai apel bersama, puluhan siswa SDIA penulis buku My Journey berjajar rapi untuk menerima ucapan selamat dari seluruh staff Dinas Pendidikan Kota Malang.

” Buku ini secara tidak langsung menggambarkan curahan hati sang penulis. Apa yang mereka lihat dan mereka rasakan dituangkan ala kadarnya dengan bahasa sederhana khas anak – anak. Orangtua siswa pun merasa terharu dan terkejut manakala melihat perubahan sikap, perilaku dan sifat mereka usai menjalani program study tour Singapura dan Malaysia yang diikuti oleh buah hati mereka beberapa waktu lalu. ” jelas Kepala SDIA Suhardini Nurhayati, M.Pd.

FB_IMG_1533798114667

Lebih lanjut Suhardini Nurhayati, menuturkan pembiasaan PPK yang selama ini dijalani peserta didiknya di sekolah sangat membawa manfaat saat mereka ada di negeri tetangga yang jauh dari orang tua. Pembiasaan religi dilaksanakan anak didik dengan antusias. Mereka menjalankan sholat dan berdoa seperti biasanya. Jika berada dirumah, segala keperluan mereka dipenuhi atau dibantu oleh orangtua, maka saat menjalani program ini mereka dituntut untuk mandiri. Membereskan tempat tidur, mempersiapkan kebutuhan mereka. Pentingnya kebersamaan dan gotong royong secara tidak langsung mereka rasakan bilamana kurang satu siswa saja yang terlambat, maka akan berpengaruh pada jadwal yang ada.

Budaya disiplin, jujur dan tertib masyarakat negera tetangga yang dilihat serta dialami secara langsung oleh peserta didik di Singapura maupun di Malaysia menjadi pembelajaran karakter yang tertanam kuat di sanubari mereka hingga terbawa ke tanah air dan di jalankan mereka di kehidupan sehari hari tidak hanya di sekolah semata namun telah merembet pada aktivitas keseharian mereka di rumah. (fandi harianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *