Dinas Pendidikan Kota Malang

K3S Kota Malang Manfaatkan CSR Penerbit Kuatkan K13

IMG-20180809-WA0017

Malang – Lima Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Malang yang terdiri atas K3S Klojen, K3S Blimbing, K3S Sukun, K3S Lowokwaru, dan K3S Kedungkandang memanfaatkan Corporate Social Responcibility (CSR) sebuah perusahaan dibidang penerbitan buku ajar sekolah untuk memperkuat pemahaman tentang Kurikulum 2013.

Screenshot_20180810-135632_1

Kegiatan yang dihelat pada Rabu 8 Agustus di Aula SDN Kauman 1 Malang itupun selain dihadiri lima orang ketua K3S yang terdiri atas Ketua K3S Klojen Drs. Samsul Ma’arif, MM, Ketua K3S Blimbing Sochmad Tarmudji, M.Pd., Ketua K3S Sukun Drs. Djaka Purwanto, M.Pd., Ketua K3S Lowokwaru Drs. Edy Rianto. M.Pd dan Ketua K3S Kedungkandang Drs. Subagio, M.Pd turut pula diikuti oleh Ketua Gugus satuan pendidikan jenjang SD yang ada di Kota Malang.

IMG-20180809-WA0022

” Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan bentuk nyata CSR Penerbit Airlangga untuk menguatan kembali tentang proses belajar mengajar berbasis Kurikulum 2013 (K13). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten yakni Dr. Irene Maria Juli Astuti, M.Pd dan Khristiyono Prahoro Sakti, S.Pd., MM., M. Biomed. ” terang Koordinator K3S Kota Malang yang juga merupakan Kepala SDN Klojen Malang Drs. Samsul Ma’arif, MM.

KS KD Mergosono 1 Bagio 20180810_130705

Sementara itu, Ketua K3S Kedungkandang yang juga merupakan Kepala SDN Mergosono 1 Malang Drs. Subagio, M.Pd kegiatan ini membuka khasanah keilmuan terbarukan tentang K13. Sebab dua orang narasumber yang dihadirkan pihak penerbit merupakan aktivis penggiat pendidikan yang acapkali melakukan penerjamahan kebijakan melalui berbagai metode dan modul yang disederhanakan sehingga dapat dipahami dengan mudah dan di implementasikan dengan baik oleh pendidik selaku pelaksana kebijakan dilapangan.

Dalam kegiatan inpula, peserta disajikan beragam permasalahan yang acapkali ditemui dilapangan saat menjalankan proses belajar mengajar berbasis K13. Dari permasalahan yang ada kemudian didiskusikan bersama untuk dicari solusi guna menanggulangi kesulitan yang ada. Hal itu tidak terlepas dari awal mula kemunculan kebijakan penerapan K13 dalam proses belajar mengajar pada semua satuan pendidikan dasar dan menengah, yang dalam perjalanan proses implementasi dilapangan banyak mendapatkan saran ataupun masukan demi penyempurnaan kurikulum pengganti KTSP tersebut. Dan pada akhirnya muncullah K13 Revisi.

IMG-20180809-WA0019

” K13 merupakan sebuah metode pembelajaran yang memberikan keleluasaan pendidik untuk kreatif mengembangkan KD sehingga diharapkan peserta didik dapat menemukan konsep belajar yang baik melalui penumbuhkembangan daya nalar, daya imajinatif, dan daya kreatifitas anak dengan berbagai sumber pembelajaran yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Sebab sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwasannya penyusunan K13 ini ditujukan pada penitik beratan implementasi pembelajaran melalui metode pengamatan langsung serta proyek – proyek pembelajaran praktek yang melibatkan peran aktif peserta didik. ” ulas Dr. Irene Maria Juli Astuti, M.Pd dalam prakata pemaparannya.

Sementara itu, Khristiyono Prahoro Sakti, S.Pd., MM., M. Biomed memberikan gambaran pada peserta mengenai penilaian sikap yang dapat dilihat secara langsung tanpa ada pengawasan khusus bagaikan seorang spionase atau bahkan layaknya malaikat yang sembunyi – sembunyi memberikan penilaian pada peserta didik.

IMG-20180809-WA0020

Kegundahan pelaksana kebijakan K13 dalam hal ini guru kelas melontarkan sebuah kegundahan dimana saat ini pembelajaran menggunakan metode tematij namun dalam prakteknya, penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) masih mengacu pada pembagian mata pelajaran.

Menjawab kegundahan tersebut. Khristiyono Prahoro Sakti, S.Pd., MM., M. Biomed menuturkan bahwasannya disinilah sebenarnya kompetensi dan kecermatan pendidik diperlukan dalam memisahkan ataupun menganalisa setiap tema yang ada dalam buku bahan ajar. Sebab dalam setiap tema terdapat muatan pembelajaran mata pelajaran yang telah jelas pembagiannya.

IMG-20180809-WA0016

Drs. Didik Siswanto MPd., Pengawas SD Dinas Pendidikan Kota Malang dengan Sekolah binaan meliputi Gugus 1, 2, 5 dan 6 Kecamatan Sukun mengaku senang dan berharap agar kegiatan semacam ini menjadi agenda rutin demi peningkatan kompetensi pendidik yang pada akhirnya dapat meraih hasil belajar maksimal seperti diharapkan berbagai pihak. (fandi harianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *