Dinas Pendidikan Kota Malang

Inilah Bahan dan Cara Pembuatan Briket Organik Ala SDN Gadang 4 Malang

IMG-20180910-WA0057

Malang – Kreasi jajaran SDN Gadang 4 Malang yang kini dikepalai oleh Jamiatul Jamilah, S.Pd menciptakan energy alternative terbarukan berupa briket organic berbahan dasar daun kering bisa menjadi solusi atas penanganan dampak dari melimpahnya daun berguguran yang ada di lingkungan sekitar kita. Bahan yang mudah didapat serta sederhana dalam membuatnya menjadi salah satu keunggulan Briket Organik SDN Gadang 4 Malang.

Berbekal satu kg tepung tapioka (tepung kanji), empat liter air dan 2 kg daun kering kita telah dapat membuat briket organic. Proses membuatnya pun cukup mudah. Pertama tama kita campur tepung kanji dengan air, kemudian dipanaskan sembari diaduk sampai mengental. Setelah adonan tepung yang dipanaskan menjadi kental terlihat bening tidak putih susu angkat dan didinginkan kira-kira 15 menit. sambil menunggu adonan dingin kita remas daun kering menjadi kecil – kecil kira-kira berukuran sekitar 1- 2 cm diameternya, dan apabila ada tulang daun yang tidak bisa dihancurkan maka kita cincang menggunakan pisau cincang. Langkah selanjutnya campur adonan kanji dengan daun kering yang sudah diremas-remas tadi.  Campuran daun dengan adonan tepung kanji kemudian kita pres menggunakan mesin pres menjadi briket, lalu keringkan   dibawah sinar matahari. Pastikan briket benar benar kering agar maksimal saat digunakan sebagai bahan energy terbarukan.

jamilah

Kepala SDN Gadang 4 Malang Jamiatul Jamilah, S.Pd memberikan gambaran berdasarkan pengalaman saat proses pembuatan bahwasannya briket organic kreasi jajaran SDN Gadang 4 Malang ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya memiliki aroma khas yang tidak dimiliki oleh arang atau briket batubara yang ramah lingkungan dan sehat tanpa menyengat di hidung, mudah menyalakannya walau tanpa bahan bakar minyak, tidak seperti arang kayu atau briket batu bara yang masih membutuhkan bahan bakar lain untuk menyalakannya, mudah dibawa karena lebih ringan serta ramah lingkungan sebab memanfaatkan limbah daun kering yang selama ini umumnya hanya dimanfaatkan sebagai kompos, dibuang ke tempat sampah atau lbih ironis memilih jalan pintas dengan membuangnya. (fandi harianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *