Dinas Pendidikan Kota Malang

Siapkan Ortu Hadapi Jaman Milenial SDK Santo Yusup 2 Gelar Seminar Parenting

Screenshot_20180928-093158_1

Malang – Perkembangan jaman yang dinamis diiringi perubahan pola pikir serta perilaku masyarakat termasuk anak – anak akibat pesatnya kemajuan teknologi dan informasi yang mudah didapat serta diakses menjadi sebuah problematika tersendiri pada sendi kehidupan salah satunya sendi pendidikan. Canggihnya teknologi akan berdampak positif apabila dipergunakan sebagaimana mestinya, namun sebaliknya akan berdampak negatif jika penggunaannya tidak pada tempat dan waktu yang tepat.

Screenshot_20180928-093203_1

Hal itulah yang mendasari jajaran SDK Santo Yusup 2 Malang yang kini dikepalai oleh Magdalena Yuli N, S.Pd menggelar Seminar Parenting bertajuk “Panggilan Sebagai Orangtua) pada Jum’at 28 September 2018. Kegiatan yang fiselenggarakan di ruang serba guna satuan pendidikan yang berada di kawasan jalan Dokter Sutomo No. 35 itupun diikuti tidak kurang dari 465 orangtua peserta didik.

P_20180928_114822_1

” Untuk mengoptimalkan hasil seminar parenting pada hari ini kami membagi kegiatan dalam dua sessi. Sessi pertama untuk orangtua peserta didik kelas satu, dua dan kelas tiga. Sedangkan sessi kedua diperuntukkan bagi orangtua peserta didik kelas empat, lima dan kelas enam. Adapun narasumber yang kami hadirkan dalam kegiatan ini yakni Dra. Elli Susilowati, S.Psi Psikolog Yayasan Kolese Santo Yusup dan C.S Adhi Wijayanto, SS Training and consultting experience ” terang ketua pelaksana Seminar Parenting SDK Santo Yusup 2 Malang Marina Filayanti, S.Pd.

Sementara itu, Kepala SDK Santo Yusup 2 Malang Magdalena Yuli N, S.Pd menuturkan bahwasannya seminar parenting ini merupakan salah satu upaya membangun kerjasama harmonis antara pihak sekolah dengan pihak orangtua siswa sehingga terjalin sinergitas khususnya persepsi dalam mendidik anak. Apalagi di jaman milenial ini yang segala hal mayoritas berbasis teknologi daring / internet, cara pandang mendidik, mengasuh dan mengajati anak tentunya berbeda dengan jaman orangtua dulu saat mereka anak – anak.

P_20180928_114942_1

” Ada dua topik utama yang disajikan narasumber dalam seminar parenting pada hari ini yakni tentang bullying serta cerdas menggunakan gadget dan penuntutan nilai 100 oleh orangtua siswa pada buah hati mereka. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan orangtua memiliki pemahaman, mengerti dan tahu bagaimana memperlakukan anak agar terhindar dan menjaga diri mereka sendiri dari tindakan bullying, memiliki solusi cerdas dalam penerapan penggunaan gadget oleh buah hati mereka dan bagaimana anak tidak merasa tertekan, depresi dan tidak nyaman dengan adanya orangtua perfeksionis yang menginginkan anaknya senantiasa meraih nilai 100″ jelas Kepala SDK Santo Yusup 2 Malang.

Dalam paparannya , Dra. Elli Susilowati, S.Psi Psikolog Yayasan Kolese Santo Yusup dihadapan ratusan orangtua siswa memberikan beberapa tips dan trik membentengi buah hati dari tindakan bullying baik itu secara verbal maupun secara fisik. Mendengarkan dengan seksama manakala buah hati bercerita merupakan hal sederhana yang bisa dilakukan orangtua untuk menumbuhkembangkan kepercayaan diri, keberanian, kejujuran dan juga rasa dihargai sehingga dari cerita anak yang didengarkan dengan baik, orangtua memberikan umpan balik berupa saran, masukan ataupun nasehat positif terkait dengan cerita si buah hati.

” Jangan berpikiran dan memiliki tujuan utama saat memasukkan ataupun mengikutkan buah hati pada sebuah tempat kursus, les atau latihan lainnya untuk meraih prestasi. Sebab secara tidak langsung hal tersebut melahirkan sebuah tekanan yang dapat mempengaruhi psikologis anak. Apalagi orangtua yang selalu menuntut anaknya untuk lebih baik dari temannya dan pada saat anak tidak dapat tampil maksimal, anak malah di intimidasi. Hal itu akan menumbuhkan jiwa kompetitif yang tidak sehat pada diri anak. Anak akan cenderung meraih yang terbaik bagaimanapun caranya agar si anak tidak dimarahi, ditegur atau bahkan diintimadasi oleh orangtuanya. ” jelas Dra. Elli Susilowati, S.Psi Psikolog Yayasan Kolese Santo Yusup.

P_20180928_113801

Biarkan anak memiliki ketrampilan tanpa embel embel untuk meraih prestasi. Biarkan mereka berekspresi agar makin kuat rasa kepercayaan diri pada mereka. Dan berilah solusi cerdas pada setiap permasalahan yang dialami anak. Jangan selalu menjadi pahlawan dengan senantiasa membereskan permasalah mereka padahal permasalahan tersebut semestinya dapat diselesaikan oleh mereka sendiri. Contohnya manakala setiap bekal anak diminta teman sekelasnya jangan langsung melabrak, tapi berilah solusi ataupun pemahaman bahwasannya teman si anak ternyata suka dan cocok dengan bekal yang dibawa. Dan ajarilah dia untuk berbagi tentunya diiringi dengan jumlah bekal yang dibawa oleh si anak.

Sementara itu C.S Adhi Wijayanto, SS Training and consultting experience menitik beratkan pada pola pengawasan, pengasuhan dan pengajaran orangtua terkait gadget yang digunakan oleh buah hati. Adhi menghimbau pada peserta seminar untuk membuat kesepakatan dengan buah hatinya terkait penggunaan gadget ,sehingga anak tidak kebablasan atau malah cenderung ketagihan dengan gadget. Adhi juga mengharapkan orangtua tidak senantiasa menuntut nilai sempurna atau nilai 100 harus diraih buah hatinya. Sebab setiap anak memiliki bakat, minat serta.potensi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. (fandi harianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *