MALANGTIMES – Kemajuan teknologi dan informasi membuat Dinas Pendidikan Kota Malang membekali siswa siswi Kota Malang dengan pengetahuan yang cukup agar mereka mampu menjalani kehidupan dengan baik. Salah satunya, yakni dengan menggelar ajang Journalist Camp yang sudah dua kalinya dilakukan.

Journalist Camp 2019 kali ini bertempat di Warung Pan Java, Dau. Hari ini adalah hari kedua. Para siswa dan guru menerima materi mengenai pembuatan website.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah menyatakan Journalist Camp merupakan kegiatan rutinitas yang dilakukan Dinas Pendidikan untuk OSIS. “Peserta Journalist Camp yakni seluruh SMP negeri dan swasta se-Kota Malang. Berjumlah 104 kita undang semuanya. Satu sekolah, 1 siswa dan 1 gurunya,” terang Zubaidah kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang pada saat itu hadir.

Dinas-Pendidikan-Berharap-Para-Siswa-Praktikkan-Ilmu-yang-Didapat-dalam-Journalist-Camp-201921dae201d69230649.jpg

Lebih lanjut Zubaidah menjelaskan, Dinas Pendidikan memilih bekerja sama dengan MalangTIMES agar informasi mengenai acara ini tersampaikan ke seluruh dunia. “Kita kerjasama dengan malangTIMES biar informasi tersampaikan ke seantero dunia,” tandasnya.

Kepada para peserta Journalist Camp, Zubaidah menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya diraih melalui keilmuan akademis yang tinggi. Namun bisa juga dengan cara memaksimalkan potensi dalam mengelola IT, seperti membuat website dan memaksimalkan media sosial dengan baik.

“Untuk itu jangan sampai ilmu yang telah disampaikan ini nanti sia-sia. Praktikkan dan teruskan di sekolah,” ujar wanita yang akrab disapa Ida ini.

Zubaidah menginformasikan, semua sekolah saat ini wajib memiliki website. Baik sekolah negeri maupun swasta. “Karena semua urusan dengan Dinas Pendidikan nanti akan menggunakan IT,” ungkapnya.

Dinas-Pendidikan-Berharap-Para-Siswa-Praktikkan-Ilmu-yang-Didapat-dalam-Journalist-Camp-201905e45ae6e3a63cd3.jpg

Jadi, para guru tidak perlu repot-repot datang ke Dinas Pendidikan untuk mengirim laporan.  Hal ini tidak hanya menguntungkan guru saja. Namun juga wali murid. Mereka bisa mengontrol dan memantau perkembangan putra-putrinya melalui website sekolah tersebut. “Jadi, masing-masing sekolah nanti akan mempunyai webnya sendiri. Tahun 2020 sudah dimulai. 2019 ini sudah menata sarana prasarananya,” ungkapnya.

Untuk itulah Journalist Camp sudah terselenggara selama 2 tahun terakhir dalam rangka pelatihan jurnalistik bagi siswa dan guru pendamping. Harapannya, ilmu yang didapat dibawa ke sekolah. “Saya kurang lebih tinggal 1 tahun 7 bulan bekerja. Dengan waktu yang sebentar ini, kalau saya masih di Dinas Pendidikan saya ingin sekolahan ini semua sudah berbasis IT,” pungkasnya.

Disadur sepenuhnya dari laman
https://www.google.com/amp/s/www.malangtimes.com/amp/baca/37826/20190405/190300/dinas-pendidikan-berharap-para-siswa-praktikkan-ilmu-yang-didapat-dalam-journalist-camp-2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here