Malang – Kamis, 23 Januari 2020 merupakan hari pertama Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kota Malang mulai menggunakan busana daerah sesuai Surat Edaran Walikota Malang Nomor : 78 Tahun 2020 Tentang Pakaian Dinas di Lingkungan Pemerintah Kota Malang. Pun demikian halnya dengan Keluarga Besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang yang kini dikepalai oleh Dra. Zubaidah, MM.

Bertempat di halaman kantor yang membidangi Pendidikan dan Kebudayaan kawasan jalan Veteran 19 Malang, jajaran pimpinan serta staff Disdikbud dengan mengenakan baju / busana daerah mengikuti apel pagi.

” Kami sangat mendukung sekaligus berterima kasih kepada bapak Walikota Malang beserta jajarannya, atas diterbitkannya Surat Edaran terkait penggunaan baju / busana daerah bagi pegawai dilingkungan Pemkot Malang. Dengan adanya SE ini semakin memperkokoh Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Nasionalisme yang selama ini telah ditanamkan sejak dini pada peserta didik melalui pembiasaan yang terintegrasi pada materi Kokurikuler, intrakurikuler maupun ekstrakurikuler ” tutur Kepala Disdikbud Kota Malang Dra. Zubaidah, MM.

Lebih lanjut Zubaidah menambahkan bahwasannya selama ini pihaknya telah melakukan upaya – upaya pelestarian sekaligus penanaman kecintaan budaya pada seluruh jajarannya, tidak terkecuali di tingkatan satuan pendidikan salah satunya melalui pemakaian busana daerah pada hari – hari tertentu. Bagi staff di Kantor Dinas Pendidikan, setiap hari Kamis Minggu ketiga menggunakan pakaian lurik dan untuk hari Kamis pertama, kedua dan ke empat menggunakan busana batik.

” Namun perlu digaris bawahi untuk penggunaan busana daerah disekolah bagi peserta didik bersifat himbauan, bersifat tidak memaksa dan tidak wajib. Bagi yang mampu dan memiliki busana daerah dipersilahkan, bagi yang tidak mampu tidak boleh dipaksa atau bahkan diwajibkan membeli. Dan perlu diketahui pula bahwasannya pemakaian busana daerah sebagai salah satu wahana penanaman kecintaan pada budaya nusantara pada hari tertentu di satuan pendidikan terlebih dahulu dikomunikasikan serta disosialisaikan dengan komite sekolah yang kemudian diteruskan kepada orangtua siswa. Dan sampai saat ini syukur Alhamdulillah sekolah dan masyarakat luas memberikan dukungan penuh terhadap program yang dicanangkan oleh pemerintah ” tambah Dra. Zubaidah, MM.

Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM bukan hanya sebuah retorika semata. Seluruh satuan pendidikan dalam kurun waktu beberapa tahun kebelakang ini telah melaksanakan Penguatan Pendidikan Karakter. Hal itu dapat dilihat salahsatunya di SDN Purwodadi 4 Malang. Di satuan pendidikan yang kini dikepalai oleh Muryati, M.Pd satu semester terakhir ini secara rutin pada setiap hari Kamis seluruh peserta didiknya memakai busana daerah.

Koordinator Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Malang yang juga merupakan Kepala SDN Klojen Malang Drs. Samsul Ma’arif , MM mengutarakan bahwa jajaran K3S telah meneruskan kebijakan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Malang yang tertuang dalam Surat Edaran Walikota Nomor 78 Tahun 2020 untuk dilaksanakan sebaik mungkin, memperhatikan kondisi serta kemampuan dimasing – masing satuan pendidikan. Manakala belum mampu untuk dilakukan oleh semua siswa karena berbagai faktor, minimal jajaran pendidik dan tenaga kependidikan terlebih dahulu yang memakai sekaligus sebagai suri tauladan.

” Saat penerimaan raport semester 1 beberapa waktu lalu, kami telah mensosialisasikan penggunaan busana daerah bagi peserta didik pada orangtua siswa yang dikenakan setiap hari Kamis Minggu ke empat. Dan Alhamdulillah program kami tersebut mendapat dukungan penuh dari orangtua siswa. ” tutur Kepala SDN Jatimulyo 3 Malang Sri Mulyati, S.Pd.

Sementara itu Kepala SDN Madyopuro 5 Malang Jamilah, S.Pd mengungkapkan untuk saat ini busana daerah sementara dikenakan oleh jajaran Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan sebagai suri tauladan bagi peserta didik. Ke depan kami akan berkomunikasi, berkoordinasi sekaligus mensosialisasikan program penggunaan busana daerah yang terjadwal. Tentunya program itu akan dilaksanakan manakala mendapat persetujuan maupun dukungan penuh orangtua siswa.

” Kami sangat mendukung sekaligus mengapresiasi program Bapak Walikota Malang beserta jajarannya yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 78 Tahun 2020 tentang penggunaan pakaian di Lingkungan Pemerintah Kota Malang. Bila tidak kita sendiri yang memakainya lalu siapa lagi?. Bila bukan kita yang mencintai budaya kita sendiri lalu siapa?. Penggunaan baju daerah menjadi sebuah langkah sederhana menumbuhkembangkan kecintaan pada budaya kita. ” tutur Kepala SDN Purwantoro 8 Malang Rifa’i S.Pd.

SDN Rampal Celaket 1 Malang
SDN Mergosono 4 Malang
SMP Negeri 6 Malang
SDN Kotalama 5 Malang
SDN Bunulrejo 5 Malang

Dan banyak lagi satuan pendidikan yang pada hari ini secara serentak menggunakan baju daerah seperti yang nampak pada foto – foto dibawah ini diantaranya jajaran SDN Rampal Celaket 1 Malang, jajaran SDN Kebonsari 4 Malang, jajaran SDN Mergosono 2 Malang, jajaran SDN Bunulrejo 5 Malang, SDN Bareng 3 Malang, SDN Mergosono 4 Malang, SDN Lesanpuro 3 Malang, SMP Negeri 25 Malang, SMP Negeri 6 Malang, SMP Negeri 7 Malang serta ratusan satuan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

SDN Sawojajar 1 Malang
SMP Negeri 1 Malang
SMP Negeri 25 Malang
SMP Negeri 7 Malang
SDN Lesanpuro 3 Malang
SDN Mergosono 2 Malang

(Fandi Harianto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here