Malang – Ribuan insan pendidikan Kota Malang terdiri atas kepala sekolah, Tenga pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik serta jajaran Dinas Pendidikan diantaranya Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, Kepala Seksi dan Kasubag hadiri pembukaan roadshow Bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi yang diselenggarakan pada Jum’at 6 September 2019 di Halaman Balaikota Malang kawasan jalan Tugu 1A.

Kegiatan inipun turut pula dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang diantaranya Walikota Malang Drs. H. Sutiaji, Wakil Walikota Malang Ir. Sofyan Edi Jarwoko, Sekretaris Daerah Kota Malang Drs. Wasto, SH, MH, Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander, Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol Info Tommy Anderson, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Amran Lakoni, SH, MH, Ketua Sementara DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika, serta jajaran pejabat di Pemerintahan Kota Malang.

Dalam sambutannya, Walikota Malang Drs. H. Sutiaji mengatakan bahwasannya momentum Roadshow Bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi semakin melecut motivasi pelaksana pelayanan publik serta aparatur Pemerintah Kota Malang untuk terus belajar dan mengimplementasikan e-goverment yang bersih, jujur, transparan, akuntabel dan bermartabat.

” Pemerintah Kota Malang terus berupaya mewujudkan pelayanan publik yang sesuai dengan aturan yang berlaku serta bersih dari segala tindakan yang melanggar peraturan yang ada termasuk segala bentuk tindakan memperkaya diri sendiri, golongan atau pihak tertentu lainnya yang merugikan negara. Perilaku antikorupsi sejak dini ditanamkan pada generasi penerus bangsa melalui satuan pendidikan. Beberapa waktu lalu kami melakukan monitoring pelaksanaan pembiasaan penguatan pendidikan karakter serta pembentukan ahklak bermartabat di beberapa sekolah, termasuk menguji kejujuran siswa dengan secara sengaja tanpa diketahui menjatuhkan uang. Dan ternyata kejujuran telah menjadi pembiasaan yang membudaya pada siswa. Uang yang terjatuh itupun dikembalikan secara utuh. ” tutur Sutiaji dalam sambutannya.

Lebih lanjut mantan anggota DPRD Kota Malang itupun mengatakan dengan pondasi kejujuran yang terbangun dengan kokoh, maka tingkat estafet keberlangsungan negeri ini dapat dijalankan dengan baik oleh generasi penerus bangsa dikemudian hari. Dan itu kami harapkan dimulai dari Kota Malang, sesuai dengan Tagline Sutiaji-Edi dari Kota Malang untuk Indonesia dan untuk Dunia.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif dalam sambutannya berharap Kota Malang wajib menjadi pusat peradaban anti korupsi tidak hanya pada level nasional namun juga level internasional.

” Terima kasih atas kreasi yel – yel anti korupsi yang disajikan oleh anak – anak SMP Negeri 4 Malang yang sungguh mendalam maknanya. Namun perlu diingat bahwasannya berteriak lantang lawan korupsi, atau berkata tidak pada korupsi sangatlah mudah. Yang sulit itu adalah mengimplementasikan apa yang kita ucapkan itu. Namun dengan sambutan yang luar biasa, antusiasme seluruh pihak yang ada di Kota Malang serta program – program kerja yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang utamanya pembentukan karakter sejak dini di satuan pendidikan, kami berkeyakinan suatu saat nantinya Kota Malang akan menjelma menjadi salah satu daerah peradaban anti korupsi. ” terang Laode M. Syarif dihadapan para undangan termasuk ribuan insan pendidikan Kota Malang.

Pada kesempatan ini pula, Laode M. Syarif menghaturkan rasa terima kasihnya kepada jajaran Pemerintah Kota Malang yang telah rampung 100 persen menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelengggara Negara (LHKPN) pada KPK. Hal itu sekaligus sebagai salah satu bentuk implementasi jajaran Pemerintah Kota Malang menjunjung transparansi dan akutabilitas yang dapat dijadikan suri tauladan bagi generasi penerus bangsa. Pria asal Sulawesi Tenggara itupun juga mengapresasi inisiasi Pemerintah Kota Malang yang telah menjalankan pendidikan anti korupsi sejak dini pada peserta didik di satuan pendidikan yang kedepan nantinya dapat menjadi percontohan di Indonesia.

Usai kegiatan pembukaan roadshow Bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi dengan ditandai penabuhan Gong oleh Walikota Malang, dilanjutkan dengan peninjauan stand – stand pelaksana pelayanan publik termasuk stand Dinas Pendidikan Kota Malang.

(Fandi Harianto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here