Malang – Bertempat di aula serbaguna Pertamina SMKN Negeri 2 Malang, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Drs. Totok Kasianto didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP Siti Ratnawati, SH, M.Pd membuka Semiloka Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) jenjang SMP tahun 2019 pada Selasa 22 Oktober 2019.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Pembinaan SMP Siti Ratnawati, SH, M.Pd mengatakan bahwasaanya kegiatan ini dilaksanakan agar satuan pendidikan khususnya yang mengikuti kegiatan pada hari ini hingga Rabu, 23 Oktober 2019 mampu memahami dan mengevaluasi pelaksanaan SPMI disekolahnya masing – masing. Semiloka SPMI jenjang SMP tahun 2019 inipun diikuti oleh 201 orang tim koordinator SPMI dari 70 SMP Negeri dan SMP swasta se Kota Malang, Dengan demikian, satu sekolah diwakili oleh tiga orang tim SPMI.

“ SPMI yang berjalan dan dijalankan oleh seluruh komponen satuan pendidikan diselenggarakan untuk mengevaluasi sejauh mana satuan pendidikan berperan dalam melaksanakan sistem yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses yang terkait dalam melaksanakan penjaminan mutu pendidikan yang berkualitas dalam rangka memenuhi atau melampui Standar Nasional Pendidikan. Sama hanya dengan sekolah, Dinas Pendidikan Kota Malang senantiasa berbenah diri untuk memberikan pelayanan yang prima pada masyarakat sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.” tutur Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Drs. Totok Kasianto dalam awal sambutannya.

Drs. Totok Kasianto lebih lanjut mencontohkan kebijakan Zonasi sektor pendidikan yang telah dijalankan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang dalam rangka peningkatan mutu serta pelayanan maksimal pada masyarakat. Zonasi tidak hanya menyentuh pada level peserta didik melalui Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) semata, namun juga telah merambah pada distribusi tenaga pendidik. Kedepan tidak menutup kemungkinan kebijakan zonasi sarana prasarana akan diterapkan demi terciptanya pemerataan kualitas pendidikan di Kota Malang pada khususnya dan nusantara pada umumnya.

“ Zonasi tenaga pendidik telah dilaksanakan ditandai dengan distribusi ratusan guru dari satu sekolah ke sekolah lain dengan pertimbangan jarak rumah dengan sekolah maupun rentang waktu pengabdian guru pada sebuah satuan pendidikan. Dengan dekatnya jarak tempuh guru dari rumah ke sekolah tempatnya bertugas diharapkan mampu menghemat waktu, tenaga, mengurai kemacetan, serta penyegaran organisasi. Bilamana bapak ibu mendapatkan surat tugas untuk pindah tempat pengabdian (mutasi), maka jangan terbersit dalam benak atau fikiran bapak ibu bahwasannya panjenengan memiliki kesalahan. Jangan identikan mutase dengan hukuman atau saya salah apa sehingga dimutasi. Percayalah bahwasannya kebijakan zonasi tenaga pendidik ini tidak lain dan tidak bukan demi peningkatan serta pemerataan kualitas pendidikan“ pungkas Drs. Totok Kasianto.

Pada hari pertama Semiloka SPMI jenjang SMP tahun 2019, peserta akan mendapatkan empat materi diantaranya Pemetaan mutu pendidikan di satuan pendidikan berdasarkan SNP, Praktek menganalisis raport mutu, Membuat pemetaan data mutu serta Praktek penyusunan rencana peningkatan mutu

Sedangkan materi hari kedua yang akan disampaikan pada peerta semiloka yakni Fasilitasi pemenuhan mutu di satuan pendidikan, Monitoring dan evaluasi terhadap proses pelaksanaan pemenuhan mutu, Praktek implementasi peningkatan mutu, Menetapkan dan menyusun strategi peningkatan mutu, Lanjutan evaluasi dan menetapkan standar mutu baru, serta mempraktekkannya.

Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Malang menghadirkan dua orang narasumber dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Jawa Timur untuk memberikan materi sekaligus pelatihan pada peserta semiloka. (fandi harianto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here